Efisiensi Bensin Yamaha Vixion : 57,69 KM / Liter !!!

Posted in sepeda motor, teknologi dengan kaitan (tags) , , , , , , , , on 28 Oktober 2009 by stafarda

Pada hari Sabtu, 17 Oktober 2009 gw mengisi bensin FULL pake Pertamax (harga Rp.5900/liter) total keluar duit Rp.60.000 alias dapet bensin sebanyak 10,17 liter.
Terus gw set Tripmeter di panel Vixion ke NOL.
Hingga hari ini, Rabu tanggal 28 Oktober 2009, total jarak tempuh yang sudah gw lalui sejak pengisian bensin terakhir hingga gw kembali mengisi bensin adalah 543,2 kilometer.
Terus gw mengisi bensin hari ini hingga tangki bensin FULL kembali seharga Rp.64.000 (10,84 liter).
Artinya, efisiensi bensin Yamaha Vixion (menggunakan Pertamax) adalah :

Efisiensi Jarak PerLiter = 543,2 km / 10,84 L = 50,11 KM / Liter

ATAU,

Efisiensi Duit PerJarak = Rp.64.000 / 543,2 KM = Rp.117,8 / KM

Wow, mantap banget. Sama sekali gak nyangka masih bisa irit gitu.
Padahal Vixion gw udah gw pake selama hampir 4 bulan, dengan total jarak tempuh di Odometer 3626,4 KM.

Punya Vixion emang ngga nyesel !!

NB : Gw bersaksi kalau Data di postingan ini tidak direkayasa

Salam,
-anak moeda-

merbabu

Posted in prosa, traveling dengan kaitan (tags) , , , , , , , on 15 Oktober 2009 by stafarda

merbabu. gunung dgn panorama pendakian paling eksotis yg pernah kudaki.

menghiasi langit sebelah barat,
sang kembar sumbing sindoro dgn setia menemani,
setiap langkah jejak kaki kami menuju sang puncak yg angkuh menjulang di kejauhan..

di saat sang surya berhenti menyombongkan cahya nya, terhampar memanjakan mata di horizon barat – mengintip dari balik punggung sang kembar, bagaikan bocah pemalu mengintip dari balik punggung sang bunda – terhampar semburat bauran indah spektrum merah-kuning-oranye dari sinar senja sang surya.

langkah kaki kami pun membawa kami tiba di puncak.hasil perjuangan yang kami rintis setapak demi setapak, sebutir demi butir keringat, sepatah demi patah kata dan canda..
di seberang, sang merapi telah menanti kedatangan kami – begitu bergairah, menggoda dan menantang.

akhirnya,merbabu.sang pemilik 7-summit dgn topologi yg paling menyebalkan yg pernah kudaki.
merbabu.bagai ayam tepung KFC – penuh berlumur debu.

rasa lelah hanya kami rasakan sebagai gigitan nyamuk.tak terasa berkat iringan para sobat yang begitu bersahabat.arfan yg sentimentil.riya yg tegar dan penuh harapan *utk bertemu sang pujaan hati*.aji yang bersemangat.nasir yg kuat..
terima kasih sobat.atas kenangan yg kalian rajut di puncak merbabu..

“Kita tidak pernah menaklukkan sebuah gunung pun. Kita hanya menginjakkan kaki di puncaknya selama beberapa detik, untuk kemudian deru angin menghapus jejak-jejak kita”.

First Story of Roy

Posted in prosa dengan kaitan (tags) , , , , , on 1 Oktober 2009 by stafarda

Lagi belajar ngebuat lirik (dan aransemennya menyusul) bergenre punk. . .
Mohon komennya temen2 !!

————————————————————————————————-

I have many many stories, about a boy, punk rocker called Roy
You can talk, sing the words just like another punk songs

The first story was on September last year, Roy stood in front of ganesha street with a bent head
Seeing through many shits of those silly horses, spread around the street
Flashing back to the past, regretting why the story has to happen like that

That m*ther f*cking girl was the actor
Actor of that melancholic scenes, finally stucked his heart
She was made fool of Roy . . . that forceful Roy

With her converse on her feet, she made many hopes and illutions on Roys mind
Illution of being the only man who can hold her hand
The man who can hug her slender belly, and kiss her red lip
But sorry Roy, tough the imagination was indeed beautiful, that was just an illution

Roy was just like many many other pitiful broken-hearted
Just like the narratives we often hear on the love songs
That is often sang by that poor popbands on TV

Roy, you can’t win a women heart by acting like a nice guy
You know girls is like a dangerous cobra
Once you do a kind thing on them, they wil exploit your kind deeper and deeper
You have to be yourselves, You have to enjoy your own life
Besides, girls is poison of world
The life is still amazing without those troubles

Hear me, Roy
Your mama didn’t want to have a boy that live like a loser
Please, please wake up Roy, wake up from your weak dreams

Come on Roy!!!
Wipe your pitiful tears off from your groom face
Clench your fist thightly
And puff out your chest
Make them see that you are the men

No more fallin in love . . .
—————————————————————————————–

*property of staf_arda*

Perjalanan ke Gunung Lawu, serta Pantai Serau dan Goa Gong di Pacitan

Posted in ngomong santei, traveling dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , , , , on 1 Oktober 2009 by stafarda

Liburan Pemilu selama 4 hari berturutan tidak kami sia-siakan. Aku serta sejumlah anak KMPA berencana untuk mendaki Gunung Lawu di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk melakukan itu, kami akhirnya tidak mencontreng pada Pemilu Legislatif kali ini. Yah, kami memang bukan warga Negara yang baik, jangan ditiru ya :P
Pada awalnya, aku hanya bertekad untuk menghabiskan masa libur yang cukup panjang di sela kesibukan kuliah untuk berjalan-jalan. Aku bahkan telah merencanakan untuk berangkat ke Pasuruan, kampung halaman Maman. Tapi ternyata, aku diajak anak-anak Gunung-Hutan serta Irfan untuk mendaki gunung Lawu – yang berketinggian 3265 mdpl (di atas 300 mdpl).
Salah satu factor penyebab mengapa banyak lelaki terkesan ketagihan dalam mendaki gunung adalah, saat kamu telah berhasil mendaki sebuah gunung, maka kamu akan merasa tertantang untuk dapat mendaki lebih banyak gunung yang lain. Apalagi jika gunung itu berketinggian lebih dari 3000 mdpl. Pencari tantangan – salah satu sifat dasar lelaki yang dominan. Saat justru ada lebih banyak hal lagi yang menantang untuk ditaklukkan. Saat untuk membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal yang sulit dilakukan. Tapi tentu saja, sensasi saat berada di puncak gunung adalah yang utama. Saat kamu dapat melihat dunia di bawahmu begitu luas dan membentang. Saat engkau berada di negeri atas awan.
Kali ini, aku mendaki bersembilan orang – bersama Heri, Aldi, Gian, Ari ‘Sangap’, Dinna, Muhsin, Rahman ‘Onye’, serta Geblek – yang nanti menyusul di Solo. Ternyata bukan hanya tim kami yang berangkat. Ada juga Alam cs yang berangkat ke Gunung Sindoro. Serta tim Sani, Sigit, cs yang berangkat ke Pantai Sawarna di daerah Sukabumi. Bahkan rumornya, ada pula tim Koko yang katanya akan berangkat ke Gunung Ciremai. Wah bukan main hasrat anak KMPA untuk berjalan-jalan. Ternyata selidik punya selidik, hasrat itu disebabkan baru selesainya masa UTS sehingga anak KMPA butuh sarana pengusir kejenuhan.
Maka hari Rabu sore, tanggal 8 April 2009, setelah menyelesaikan seluruh kuliah pada hari itu, aku segera bergegas ke SEL. Aku hanya membawa daypack. Aku sempat mengajak Aldi untuk mampir dulu di Kawani untuk membeli coverbag dan sebuah bandana. Total seharga Rp.52.000.
Setelah melepas tim Sindoro pada sekitar pukul 18.00, kami pun berangkat dari SEL sekitar pukul 19.00. Ternyata Maman – yang harus mudik untuk menghadiri pernikahan kakaknya – ikut bersama kami karena ternyata dia pun akan menaiki kereta yang sama dengan yang akan kami tumpangi. Setelah ritual pelepasan oleh para penunggu SEL – yang dilakukan dengan cara berdoa kemudian berteriak ‘KMPA!!! Ganesha!!!’ bersama-sama – kami pun berjalan kaki menuju Simpang Dago selama sekitar 15 menit. Sesampai di sana, Aldi dan Dinna telah menunggu kami. Kami pun menaiki angkot trayek Riung-Dago menuju stasiun Kiaracondong. Waktu tempuh selama 30 menit dengan ongkos Rp.3500.
Sesampai di Stasiun Kiaracondong, ternyata telah penuh sesak dengan calon penumpang yang berencana untuk mudik – mungkin untuk mencontreng esok harinya di kampung halaman masing-masing. Kami berencana untuk menumpang Kereta Kahuripan yang rencananya akan tiba pada pukul 20.25. Heri telah tiba duluan dan mengantri untuk membelikan tiket untuk kami bersembilan – plus 2 orang teman Dinna yang bertemu dengan kami di Kiaracondong. Harga tiket dari Kiaracondong hingga stasiun tujuan kami (Stasiun Solojebres) seharga Rp.30.000 (di tiket tertera Rp.26.000) per orang. Tiket tidak dapat direservasi, hanya dapat dipesan sejak satu jam sebelum keberangkatan. Secara normal, seharusnya waktu tempuh dari Bandung – Solo adalah sekitar 10 jam perjalanan.
Setelah mendapatkan tiket masing-masing, kami pun segera ke pinggir rel untuk menunggu kereta kami tiba. Telah banyak orang yang juga telah menunggu di sana. Setelah mengobrol selama sekitar 45 menit, kereta kami pun tiba. Kami berdesakan untuk masuk gerbong, namun sayang sekali nampaknya kami tidak akan terangkut karena kereta telah penuh sesak. Setelah merasa sedikit putus asa, akhirnya datang keajaiban. Seorang pria memberitahu kami bahwa akan ada 2 buah gerbong tambahan yang akan disangkutkan ke kereta utama. Dia pun menunjukkan gerbongnya. Kami pun segera ke gerbong yang dimaksud. Ternyata masih kosong melompong. Dengan sedikit keraguan, kami pun menaiki gerbong itu untuk menaruh badan dan barang – sementara Heri bertanya untuk memastikan. Ternyata gerbong itu memang akan ditambahkan ke kereta utama. Segera saja gerbong itu penuh dengan penumpang. Sampai-sampai tidak ada tempat untuk meluruskan kaki. Kami beruntung masih mendapatkan tempat duduk.
Sekitar pukul 22 lebih beberapa menit, kereta pun berangkat. Aku sempat bersms-an dengan Awal, mahasiswa Matematika ITB kenalanku, yang kebetulan melihatku di Stasiun Kiaracondong dan sekereta denganku. Ia ternyata berniat pulang ke Lumajang – mumpung liburan panjang katanya. Ada juga Abe yang tiba-tiba mengirim sms padaku. Maman ternyata tidak satu gerbong dengan kami. Ia duluan naik kereta meninggalkan kami saat berdesakan tadi, tapi aku pun tahu dan maklum. Ia memang harus naik kereta itu saat itu juga.
Setelah bersms-an dan sedikit mengobrol dengan Ari, aku pun berusaha untuk tidur walaupun sulit karena posisi tubuh tidak nyaman. Tapi akhirnya aku pun dapat terlelap hingga pukul 6 keesokan paginya.
Saat aku telah terbangun, ternyata kereta tidak sepenuh malam sebelumnya. Para penumpang telah banyak turun di stasiun sebelumnya. Kali ini cuma satu-dua orang yang ‘ngampar’ di lantai kereta. Aku pun menyolot rokok untuk mengusir kebosanan dan nongkrong di pintu gerbong kereta. Banyak stasiun yang telah kami lewati – yang aku ingat terutama adalah stasiun Tugu Jogja. Pagi itu terasa cukup lama. Kami sempat membeli energen yang dijajakan para penjual keliling. Memang banyak sekali pencari rejeki di kereta kami. Mulai dari penjual nasi panas dan ayam, jual minuman, kopi dan energen, donat, asesoris, serta pengamen mondar-mandir di depan kami.
Akhirnya pada sekitar pukul 10 pagi, kami tiba di Stasiun Solojebres, kota Solo. Saat kami turun, kami telah dijemput oleh anak pecinta alam (PA) Govala Fakultas Hukum UNS – yaitu Jo, Sembur, dan Dani. Dan ternyata kami pun berbarengan dengan anak PA Mapaligi (Unikom) serta Biocita (Biologi UPI) yang juga berencana ke Lawu. Mereka pun ternyata berniat singgah di Govala. Oya aku pun bertemu dengan Mas Yudhi, anak Divkom HME yang mudik ke Solo.
Kami pun menunggu jemputan anak Govala di depan pintu masuk stasiun Solojebres. Setelah menunggu selama sekitar 20 menit dan sempat membeli secangkir es wedang ala Solo (aku pun tidak ingat namanya), akhirnya ‘jemputan’ pun tiba. Tiga buah sepeda motor datang dan mengangkut kami tiga-pertiga menuju sekre Govala di kampus utama UNS. Aku jadi kloter terakhir dan diangkut oleh Jo. Jarak stasiun Solojebres hingga kampus UNS ternyata cukup dekat, hanya sekitar 10 menit naik motor.
Kampus UNS Solo ternyata cukup besar. Namun sayang, terlihat kurang terawat. FH UNS berada di ujung belakang kampus, tepat di pintu gerbang belakang kampus UNS. Cukup capek juga kalau harus jalan kaki dari gerbang depan ke area FH.
Kami pun tiba di sekre Govala. Ada sebuah wall yang tidak begitu terawat, serta poin panjat yang juga sedikit dan berjauhan. Sekre utama Govala berada di lantai dua gedung itu. Tapi bukan hanya itu sekrenya, ternyata mereka pun telah melakukan ‘eskpansi’ sekre ke lantai pertama dan ketiga gedung itu – melalap sekre unit kegiatan mahasiswa lainnya yang jarang ditempati.
Kami pun mengobrol dan melepas lelah sejenak. Kami berkenalan dengan Peni dan Ira yang belakangan dikerahkan untuk menjemput kami. Sekitar sejam kemudian, Geblek pun menyusul dan tiba di sekre Govala. Kami berencana untuk istirahat dulu sebelum mulai mendaki pada malam harinya – sekalian menunggu Muhsin yang tadi turun di Jogja untuk sejenak mengurus administrasi dalam mengikuti Pelatihan Caving di Jogja.
Setelah makan siang pada pukul 13, aku tertidur lelap hingga pukul sekitar setengah 5. Setelah bangun, aku pun bergegas berkemas karena yang lain ternyata telah bersiap-siap. Jo ternyata ikut bersama kami – suatu keuntungan bagi kami . Kami berangkat dari gerbang depan UNS menaiki bus Jurusan Solo-Tawangmangu. Aku tidak tahu ongkosnya, karena telah dibayar secara kolektif oleh Aldi. Setelah berada di bus selama sekitar 1,5 jam dan melewati daerah Karanganyar, kami pun tiba di Terminal Tawangmangu. Tawangmangu merupakan suatu daerah yang memang diperuntukkan sebagai objek wanawisata oleh Pemda. Daerahnya indah dan menyerupai daerah Puncak di Bogor, dingin dan sama-sama berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl, hanya bedanya tidak ada kebun teh di Tawangmangu.
Di Terminal Tawangmangu, Jo ternyata telah janjian dengan seorang bapak bernama Pak Emo yang memiliki sebuah jeep Hardtop 4WD. Pak Emo ini ternyata memiliki anak yang juga anggota Govala. Ia mengangkut kami dari Terminal Tawangmangu hingga Basecamp di Cemoro Sewu. Waktu tempuh sekitar 45 menit. Itu pun karena Jeep Pak Emo ada sedikit gangguan mesin – mesinnya tersendat-sendat. Medan jalan memang cukup menggila. Jalannya terjal dan terus menerus menanjak tiada akhir – setidaknya hingga BC Cemoro Sewu. Memang, kata Heri jalan di daerah ini merupakan jalan raya dengan ketinggian yang tertinggi di Pulau Jawa – dengan ketinggian jalan sekitar 2000 mdpl.
Tiba di Basecamp Cemoro Sewu yang berada tepat di pinggir jalan, kami pun mengeluarkan bawaan kami. Pak Emo ternyata tidak mau dibayar. Bahkan ia malah berencana menjemput kami di Cemoro Kandang keesokan siangnya setelah kami menuruni gunung.
Basecamp Cemoro Sewu adalah BC yang berada di daerah Jawa Timur. Sedangkan BC dari daerah Jawa Tengah dinamakan Cemoro Kandang. Ya, Gunung Lawu merupakan gunung yang berada tepat di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah batas provinsi dipisahkan oleh sebuah sungai dan jembatan.
Kami pun mengurus tiket masuk Gunung Lawu seharga Rp.5.000 per orang. Lalu kami pun makan malam dengan Soto Ayam. Aku sempat membeli stiker di tempat penjualan souvenir. Ya, aku memang selalu menyempatkan uangku untuk membeli stiker tiap kali menaiki gunung. Sambil makan, kami menunggu Geblek yang sedang mengantarkan sebuah ransel Pak Emo yang terbawa oleh kami, serta menunggu Peni dan Ragil yang katanya akan ikut naik.
Kami lalu nongkrong di dalam Pos Pemantauan BC Cemoro Sewu untuk menghindari udara malam yang dingin. Menurut info di Pos Pemantauan Cemoro Sewu, jarak BC ke Pos 1 adalah 1,99 km, Pos I–Pos II 2,0 km, Pos II–Pos III 0,7 km, Pos III–Pos IV 1,2 km, Pos IV–Pos V 0,3 km, serta pos V hingga Puncak Lawu ‘Hargo Dumilah’ 0,8 km. Suhu rata-rata di Puncak 4-5 derajat Celcius. Jarak tempuh perjalanan 4-5 jam (cepat) dan 6-7 jam (normal).
Setelah beres makan dan menunggu di Pos Pemantauan BC, waktu telah menunjukkan pukul 21.00 lewat beberapa menit. Akhirnya, kami dan Jo memutuskan untuk naik tanpa menunggu Peni cs. Kami pun berjalan melewati gerbang BC Cemoro Sewu dan jalan setapak. Bulan purnama bersinar dengan sangat terang, malam itu memang sangat amat cerah.
Jalur Cemoro Sewu ternyata jalur yang sudah ‘tidak natural’. Jalan dari BC hingga ke Sendang Drajat (pos 5) telah tersusun batu-batu yang menyerupai anak tangga. Berdasarkan monument di BC, total biaya pembuatan tangga batu ini mencapai Rp.35 juta yang berasal dari Dana APBD Pemda Jatim. Proyek pengerjaan tangga batu ini dibuat pada bulan Januari hingga Maret 1985.
Katanya, jalur ini memang merupakan jalur untuk pendaki pemula. Selain itu, jalurnya sangat terbuka – tidak ada hutan apalagi pohon besar tidak ada yang nampak. Terbayang olehku, betapa panasnya bila melewati jalur ini pada siang hari. Tapi jika mendaki di malam yang secerah dan seterang malam itu, suasananya cukup menyenangkan. Lampu-lampu kota yang berwarna-warni berpendar di kejauhan. Bintang-bintang di langit pun bertebaran, berkerlap-kerlip seolah-olah mengerling kepada kami.
Setelah berganti-ganti porter, kami pun tiba dengan selamat di Pos Sendang Drajat – sebuah pos tempat di mana katanya ada warung. Waktu itu sekitar pukul 02.00 pagi kurang beberapa menit. Sendang Drajat adalah sebuah tempat keramat dimana ada sebuah tempat sumber air. Untuk mengambil air di penampungan air ini, kita harus melepas alas kaki kita. Selain Sendang Drajat, di daerah puncak ini ada pula Hargo Dalem, Pawon Sewu (tempat Prabu Baramijaya memberikan titah dan wejangan), Sumur Jolotundho, serta Kawah Kecil Condrodimuko.
Kami pun membangun tenda dan flysheet, sembari Dinna dan Onye memasak mie telur untuk makan subuh kami. Suhu udara dingin, mungkin sekitar 8 derajat Celcius. Setelah makan, kami pun tidur dan berencana untuk bangun melihat sunrise.
Keesokan paginya, sekitar pukul setengah 8 pagi, aku terbangun karena tenda dirubuhkan oleh Onye. Aku memang bangun telat, tapi ternyata yang lain pun tidak ada yang benar-benar melihat sunrise pada pagi itu. Haha. Kami pagi itu makan mie korned berbarengan. Setelah packing dan mengambil air di Sendang Drajat, pada pukul 9 kami pun muncak. Kami memutuskan untuk langsung muncak saja, walaupun sebenarnya ada Hargo Dalem, tempat adanya makam Prabu Brawijaya di jalur yang berlawanan dengan jalur muncak. Alasannya karena kami sedang ‘mengejar’ waktu solat Jumat.
Dari Sendang Drajat hingga ke Puncak Lawu yang dinamakan Hargo Dumilah setinggi 3265 mdpl membutuhkan waktu tempuh hanya sekitar setengah jam. Sesampainya di Puncak, telah ada beberapa rombongan yang telah tiba duluan. Puncak Lawu berupa dataran kecil seluas 5×5 meter yang ada tugu dengan sponsor Kiki Buku Tulis *what de …*.
Di puncak ini sama sekali tidak ada yang istimewa. Yah, tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan puncak Gunung Slamet (3428 mdpl) yang kudaki beberapa bulan sebelumnya. Tidak ada kawah, tidak ada feeling yang cukup menggelitik adrenalin.
Hanya saja dari kejauhan di sebelah selatan kita bisa melihat Gunung Merbabu dan Merapi, serta Gunung kembar Sindoro-Sumbing di baliknya. Serta dari kejauhan di sebelah barat, terlihat pula Gunung Semeru serta Arjuno. Serta punggungan yang menyatu dengan puncak Hargo Dumilah di mana ada tower di puncaknya terlihat di sebelah Utara. Awan menutupi pemandangan di bawah kami, sehingga kami tidak dapat melihat kota-kota di bawah kami. Seandainya tidak ada awan seperti tadi malam, aku bertaruh bahwa kami akan melihat pemandangan yang menakjubkan membentang di hadapan kami.
Setelah foto-foto narsis bareng, kami pun turun gunung dengan melewati jalur Cemoro Kandang yang melewati area Jawa Tengah. Jalur ini ternyata sangat menyebalkan. Jalannya memang landai tapi berputar-putar. Aku sempat mencium bau belerang saat perjalanan turun.
Akhirnya, aku yang telah cukup sebal dengan kondisi jalan yang berputar-putar, mengambil jalur air yang licin dan merupakan jalan lurus pintas yang memotong jalan setapak yang berputar-putar menyebalkan. Menuruni jalur ini mengingatkanku saat menuruni Gunung Ciruangbadak hingga Cibodas di daerah Lembang, Bandung Utara. Rangkaian gunung yang menyerupai sesar membentang di hadapan kami. Pemandangan sangat indah. Sayang awan menutupi pemandangan kami.
Jalur Cemoro Kandang memiliki 5 pos sebelum sampai ke puncak. Pos IV Cokrosuryo berada di ketinggian 3025 mdpl, Pos III Penggik 2780 mdpl, Pos II Tamansari Atas 2470 mdpl, serta Pos 1 ssTamansari Bawah 2300 mdpl. Jarak antar pos relative jauh, terutama jarak dari Pos 3 ke Pos 2. Kami harus menempuh waktu sekitar 1,5 jam padahal kami sedang turun gunung. Kami melakukan 3 kali pindah punggungan sebelum sampai di Pos 2. Bahkan, dari pos 1 hingga BC Cemoro Kandang pun bisa dibilang cukup jauh, ditempuh sekitar sejam jalan kaki. Total perjalanan turun gunung dari Puncak hingga BC adalah sekitar 4 jam, kami berangkat dari Puncak sekitar pukul 10 pagi, dan tiba di bawah BC sekitar pukul 13.45.
Sesampainya di BC Cemoro Kandang yang berada tepat di pinggir jalan, kami pun segera menuju warung dan bertemu dengan Geblek yang telah menunggu duluan. Aku memesan Soto Ayam serta Perasan Air Jeruk. Sebelumnya, aku pun membeli souvenir berupa kaos Pendakian Lawu. Sembari menunggu Aldi dan Dinna yang baru tiba sekitar 45 menit kemudian, kami pun mengobrol dan bercerita tentang perjalanan menuruni gunung tadi. Kami sepakat bahwa jalur yang kami lewati barusan sangat membosankan dan jauh. Memang jaraknya lebih jauh sekitar 4 km (katanya) daripada jalur Cemoro Sewu tempat kami naik tadi malam.
Setelah Aldi dan Dinna tiba, kami pun segera mengangkut bawaan kami ke atas Jeep milik Pak Emo yang telah stanby sejak tadi siang di BC Cemoro Kandang. Dari kejauhan terlihat BC Cemoro Sewu yang hanya berjarak sekitar 1 km dari BC Cemoro Kandang.
Jeep pun mengangkut kami. Ternyata tidak tanggung-tanggung, pak Emo membawa kami hingga kampus FH UNS di sekre Govala. Padahal aku telah bersiap-siap turun di terminal Tawangmangu – karena kukira akan diturunkan di sana. Sepanjang perjalanan sangat menyenangkan. Jalanannya sangat mulus dengan lembah dan bukit selalu menyertai kami sepanjang perjalanan – terutama di daerah Tawangmangu. Mirip dengan daerah High Valley di Amerika. Aku dan Heri berpendapat bahwa jalanan seperti ini akan sangat mengasikkan untuk Touring dengan sepeda motor.
Sekitar pukul setengah 5 sore, kami tiba di sekre Govala. Kaki dan badan pegal-pegal. Mobil jeep Pak Emo mogok sehingga ia dijemput oleh anak dan isterinya. Kami pun berkenalan dengan putri Pak Emo yang cukup manis bernama Indi. Hehe. Setelah Pak Emo pulang, kami lalu beristirahat dan mandi.
Malam harinya, saat makan malam, kami diajak oleh Jo untuk pergi ke pantai di daerah Pacitan keesokan harinya. Sempat terjadi konflik kecil, ketika Dinna ingin pergi ke Jogja sedangkan kami sepakat pergi ke Pacitan. Akhirnya Aldi memutuskan akan menemani Dinna ke Jogja, sedangkan aku, Heri, Gian, Ari, dan Rahman berangkat bersama Jo ke Pacitan. Geblek tidak bisa ikut. Malam itu, kami makan di warung Susu Murni dan makan Nasi Kucing. Nasi Kucing adalah nasi goreng (dalam porsi sedikit) yang dapat dimakan dengan gorengan atau pun jenis gorengan yang lain (ati ampela, usus ayam, dll).
Setelah makan, kami pun beranjak tidur pada sekitar pukul 22. Aku sendiri masih sempat menonton film Wall-E sebelum pergi tidur pada pukul setengah 12 malam. Setelah membalas sms dari Ucy yang sedang berada di Bandung, aku pun tidur hingga keesokan paginya.
Pada pukul 6 pagi, aku segera mandi karena kami harus segera berangkat ke Pacitan. Kukira jarak Solo – Pacitan tidak begitu jauh, ternyata jauhhh sekali. Peserta touring kali ini adalah aku, Heri, Gian, Rahman, Ari ‘Sangap’, dan Jo. Kami berangkat dari sekre Govala sekitar pukul 6.25. Jo yang membonceng Sangap berada di depan menjadi penunjuk jalan bagi kami. Setelah menaiki motor sekitar 2 jam, melewati kota-kota Sukoharjo, kota GXXX (lupa namanya – ntar liat peta dulu :P ) dan mampir untuk sarapan Tongseng (semacam soto gule daging) di terminal Sukoretno, kami segera melanjutkan perjalanan. Rata-rata kecepatan motor kami 80 km/jam, tapi tetap saja tidak sampai-sampai di Pacitan. Malah motor Suzuki Swift yang dikendarai Jo terkena bocor ban.
Baru beberapa saat setelah melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, kami tiba di gerbang Kota Pacitan. Pacitan ternyata sebuah Kota yang mengusung Jargon “Pacitan Kota Seribu Satu Goa”. Kami pun berfoto di depan gerbang masuk Kota Pacitan itu dengan selftimer kamera Heri yang ditaruh di permukaan jalan – yang akhirnya gagal karena focus malah ada pada batu kerikil di jalanan.
Setelah menggeber sepeda motor dengan kecepan 80 km/jam dan terus menerus mengapit sepeda motor Jo, kami pun akhirnya tiba di kota Pacitan. Kota ini berada di pesisir pantai. Awalnya kami ditawarkan Jo untuk pergi ke Pantai yang ‘ramai’ (aku lupa namanya), tapi akhirnya kami diajak ke pantai yang lebih ‘sepi’.
Setelah melanjutkan perjalanan sejauh sekitar 10 km dari pusat kota Pacitan, kami tiba di Pantai Serau. Saat itu sekitar pukul 11. Pantai ini adalah pantai yang indah. Terdapat beberapa teluk kecil yang berombak cukup besar. Ada pula pulau kecil berada agak di tengah laut yang terlihat menonjol di seberang sana – ternyata itu pulau karang yang ditumbuhi semak-semak. Pasirnya pun pasir putih yang indah. Pokoknya pantai ini patut dikunjungi apabila kamu singgah di Pacitan. Sayang sekali, matahari bersinar sangat amat terik.
Selama bermain-main di pantai bersama Jo, ia ternyata adalah pribadi yang mengasikkan. Ia seolah-olah telah mengenal kami sejak lama. Ia pun baik hati, bahkan ia tidak mau dibayari saat makan, membayar bensin ataupun saat ban motornya pecah. Ya, untung saja kami adalah pecinta alam.
Banyak untungnya saat menjadi pecinta alam. Karena ikatan solidaritas antar pecinta alam yang begitu kuat, para pecinta alam akan selalu disambut seperti raja saat singgah di sekre PA lainnya. Apabila jika mereka tahu bahwa kita datang dari jauh. Kita akan dijamu dengan sangat baik. Mereka akan membelikan kita makanan, cemilan, dan berbagai akomodasi lainnya.
Itulah mengapa Gugum, Sigit, cs begitu sibuk menjamu apabila ada PA dari kampus lain yang mampir ke sekre KMPA. Itu karena mereka telah sering menerima jamuan yang baik saat singgah di sekre PA lainnnya. Mereka sadar bahwa mereka harus membalas perlakuan baik saat mereka berkunjung, maka mereka membalasnya dengan cara menjamu setiap PA yang mampir ke sekre kami dengan baik. Ya, sebelum kesadaran untuk menjamu dengan baik itu muncul, kita memang harus pernah merasa dijamu dengan baik. Itulah yang mungkin kurang dimiliki oleh anggota kami yang lainnya.
Kami berfoto dan bermain-main dengan ombak dengan riang. Pada sekitar pukul 13, kami pun diajak Jo berangkat ke Goa Gong. Kami menempuh jarak sekitar 20 km dari Pantai Serau ke Goa Gong. Ternyata Goa Gong adalah sebuah goa yang dijadikan tempat wisata oleh pemerintah Pacitan. Bagiku, goa ini terkesan aneh dan dibuat-buat. Kami memasuki goa ini sejauh sekitar 20 meter ke bawah permukaan tanah. Di goa ini, telah dibuat tangga dengan pegangannya. Lampu-lampu dengan berbagai warna bertebaran di dalam goa. Ada pula kipas angin besar yang suaranya berisik di beberapa tempat. Intinya, goa ini menjadi jauh dari menarik bagi kami – apa mungkin karena kami seorang pecinta alam yang menyukai alam yang natural?? Entahlah, yang jelas memang tidak ada yang cukup menarik di area wisata Goa Gong. Walaupun di area wisata Goa Gong ada juga tempat pemandian air panas yang tidak sempat kami kunjungi.
Pukul setengah 3 sore, kami beranjak dari area parkir wana wisata Goa Gong menuju Solo. Kami memang harus bergegas karena kami harus berada di stasiun Solojebres pukul 8 malam agar tidak ketinggalan kereta Kahuripan menuju Bandung.
Setelah sempat mampir untuk makan Soto Ayam beberapa saat setelah melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, kami pun memacu sepeda motor kami menuju Solo. Akulah yang menyetir sepeda motor Supra-X dan membonceng Rahman. Jalanan yang mulus serta kondisi kendaraan yang sepi membuatku memacu sepeda motor dengan kencang. Bahkan beberapa kali aku mencapai kecepatan 110 km/jam, untuk mencoba secepat apa motor yang aku pacu dapat bergerak. Hasilnya kecepatan tertinggi yang dapat kucapai sekitar 115 km/jam. Sepanjang perjalanan, kami memang memacu sepeda motor kami dengan kencang. Kami begitu menikmati touring kami kali ini. Sangat menyenangkan dapat memacu adrenalin dengan memacu dan mengebutkan motor kami secepat yang kami bisa. Tapi kami tidak menyempatkan diri untuk mengisi bensin. Alhasil, sepeda motorku kehabisan bensin sesaat setelah melewati perbatasan kota Solo. Untung saja aku masih sempat memberitahu Heri dan Gian. Mereka yang kemudian membelikan kami bensin dengan botol Aqua 1,5 liter.
Setelah mengisi bensin, kami pun tiba di sekre Govala sekitar pukul setengah 6 sore. Setelah melihat speedometer, ternyata jarak tempuh dari Pacitan hingga Solo adalah 140 km! Artinya, hari itu kami telah menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 280 km!!! Jarak yang tidak kubayangkan sebelumnya. Hari itu, Jo telah membawaku melakukan perjalanan dengan sepeda motor terjauh yang pernah kulakukan sebelumnya – apalagi ditempuh hanya dalam waktu satu hari. Gile bener…
Kami segera mandi kemudian berkemas-kemas. Kami pun sempat melihat-lihat foto kami pada hari itu dan berkomentar serampangan. Lalu kami pergi dari sekre Govala menuju stasiun Solojebres pada pukul setengah 8 dengan diantar naik motor oleh Sembur, Dani, Jo, Muhsin, dan Peni. Kami berlima pun berpamitan dengan mereka setelah kereta Kahuripan diumumkan akan segera tiba. Sementara itu, Muhsin tetap tinggal di Solo karena ia harus berangkat ke Jogja esok harinya. Sekitar pukul 20.10, kereta Kahuripan dengan tujuan Padalarang pun berangkat dari Stasiun Solojebres. Kami pun naik kereta itu dan mencari posisi di gerbong terdepan.
Aku tertidur selama perjalanan hingga keesokan harinya. Aldi dan Dinna tiba-tiba telah berada di lantai di samping tempat dudukku. Mereka ternyata naik kereta dari Stasiun Jogja dan setelah bersms-an dengan anak-anak segera bergegas ke gerbong terdepan. Kami pun tiba di Stasiun Kiaracondong pada sekitar pukul 9 pagi. Setelah mencarter angkot dari Kircon, kami pun tiba dengan sehat walafiat di SEL pada pukul 10.
Yah, liburan kali ini cukup berkesan bagiku.
All in one vacation.
Setelah mendaki gunung setinggi 3265 mdpl, kami lalu bermain ombak di pesisir pantai berketinggian 0 mdpl, bahkan kemudian masuk ke bawah tanah di Goa Gong sedalam 20 meter, lalu kemudian melakukan Touring bersepeda motor sejauh 280 km pulang-pergi. Semua itu dilakukan hanya dalam waktu 2 hari saja…
From 3265 to zero, then negative mdpl…

Berhati-hatilah : Banyak Jebakan di Review of Terms Facebook

Posted in ngomong berat dengan kaitan (tags) , , , , , on 6 Agustus 2009 by stafarda

Facebook : anak muda jaman sekarang sering menyingkatnya jadi fesbuk, atau FB (ef-be) memang sangat populer saat ini. Layanan gratis dengan tingkat kecanggihan aplikasi yang sangat modern dan interaktif benar-benar telah membuat addict para pengguna fesbuk. Tiada hari tanpa gonta-ganti status fesbuk. Sampe-sampe waktu lagi boker (alias berak) sekalipun tetap mereka cantumin di status akun fesbuk mereka masing-masing. Misalnya, “Kok berak gw susah keluarnya yah???…” Atau gini, “Duhh mencret deh gue…”

Tapi siapa sangka, ternyata di balik aplikasi super-canggih yang gratisan tersebut, ternyata pihak pengelola facebook tidak begitu saja memberikan program aplikasi social-networking nya secara cuma-cuma. Di balik itu, ternyata mereka memanfaatkan kita untuk kepentingan mereka (baca: mungkin juga kepentingan pihak Amerika atau zionis Yahudi).

Loh kok bisa?? Gimana caranya?? Pasti di antara anak muda pembaca blog ini, ada yang bertanya kayak gitu. Untuk tahu jawabannya, baca aja artikel di bawah ini :

——————————————————————————————————-

Dewasa ini situs-situs jejaring social banyak bertaburan di internet, seperti: Facebook,Friendster,Yuwie,My Space,dll. Setiap kali kita melakukan regestrasi atau ikut bergabung pertama-tama kita akan disuguhi dengan apa yang namanya Term of Use atau Content Policy. Term of Use atau Content Policy adalah Suatu aturan yang dibuat oleh pihak pertama untuk mengikat pihak kedua (end user) agar mengikuti apapun yang menjadi konsekuensi ketika end user mengikuti, mendaftar ataupun menggunakan layanan dari pihak pertama.

Kebanyakan aturan tersebut isinya banyak menimbulkan kerugian pada end user atau pengguna. Apalagi kebanyakan end user itu tidak membaca details isi dari Term of Use tersebut. Lebih-lebih di Indonesia yang masyarakatnya masih alergi dengan penggunaan kata-kata berbahasa inggris jadi tanpa membaca atau barangkali di lihat aja tidak, ujuk-ujuk langsung Agree dan Ok. Padahal dengan mengklik agree atau ok berarti itu tanda setuju terhadap aturan-aturan yang berlaku pada layanan tersebut.

Kontrovesi-kontrovesi isi term of use sudah dimulai dari awal paragraph. Misalnya pada bagian Bahasan aturan awal “Term of Use” è

“We reserve the right, at our sole discretion, to change, modify, add, or delete portions of these Terms of Use at any time without further notice. If we do this, we will post the changes to these Terms of Use on this page and will indicate at the top of this page the date these terms were last revised.” Kurang lebih artinya “Kami memiliki hak, kami kebijakannya sendiri, mengubah, memodifikasi, menambah, atau menghapus bagian dari Ketentuan Penggunaan ini setiap saat tanpa pemberitahuan lebih lanjut”. Kontrovesi itu terletak Facebook berhak mengubah,menambah, atau menghapus bagian dari isi Term of Use tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Disini sangat merugikan pihak kedua atau end user karena secara hukum end user telah mengalami kekalahan dahulu.

Kontroversi tidak berhenti sampai disitu, saya mencoba mereview satu persatu isi dari Term of Use Facebook.
1. “Your continued use of the Service or the Site after any such changes constitutes your acceptance of the new Terms of Use. If you do not agree to abide by these or any future Terms of Use, do not use or access (or continue to use or access) the Service or the Site. It is your responsibility to regularly check the Site to determine if there have been changes to these Terms of Use and to review such changes.”
Artinya kurang lebih Jika Anda tidak setuju untuk mematuhi ini atau masa depan Ketentuan Penggunaan, tidak menggunakan atau mengakses (atau terus menggunakan atau mengakses) Layanan atau Situs. Merupakan tanggung jawab Anda untuk secara teratur memeriksa Situs untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan Ketentuan Penggunaan ini dan untuk meninjau perubahan.

Kontroversi disini terletak pada end user diwajibkan selalu mengecek isi term of use karena pihak Facebook Inc. melakukan perubahan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebagian end user pasti malas mengecek ulang term of use tersebut disinilah kelihaian pihak Facebook membaca celah tersebut dan mungkin pihak facebook mengambil keuntungan dari isi term of use tersebut.

2. User Content Posted on the Site
Pada bahasan ini juga menimbulkan kontroversi isinya kurang lebih seperti ini “When you post User Content to the Site, you authorize and direct us to make such copies thereof as we deem necessary in order to facilitate the posting and storage of the User Content on the Site. By posting User Content to any part of the Site, you automatically grant, and you represent and warrant that you have the right to grant, to the Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive, transferable, fully paid, worldwide license (with the right to sublicense) to use, copy, publicly
perform, publicly display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part) and distribute such User Content for any purpose, commercial, advertising, or otherwise, on or in connection with the Site or the promotion thereof, to prepare derivative works of, or incorporate into other works, such User Content, and to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may remove your User Content from the Site at any time. If you choose to remove your User Content, the license granted above will automatically expire, however you acknowledge that the Company may retain archived copies of your User Content. Facebook does not assert any ownership over your User Content; rather, as between us and you, subject to the rights granted to us in these Terms, you retain full ownership of all of your User Content and any intellectual property rights or other proprietary rights associated with your User Content.”

Kurang lebih artinya “Saat Anda posting sesuatu baik gambar atau apapun ke facebook, maka Anda mengizinkan facebook mengcopy untuk tujuan apapun. Dengan memposting sesuatu ke facebook maka secara otomatis Anda telah memberikannya kepada facebook dimana, tidak dapat ditarik kembali, terus menerus, non eksklusif, dapat dipindah tangankan, dianggap lunas, utk dipergunakan dimanapun diseluruh dunia, untuk dicopy, ditampilkan pada publik, reformat, dikutip (seluruhnya atau sebagian) dan didistribusikan untuk tujuan apapun, secara komersial, iklan, dan sebagainya. Jika Anda memutuskan untuk menghapusnya, facebook dapat menyimpan copynya dan mempergunakannya untuk tujuan apapun.“

Kontrovesi disini terletak pada Facebook berhak memiliki atau mengcopy, dipindah tangankan segala sesuatu yang end user upload ke Facebook. Sesuatu yang di upload ke facebook tela menjadi bagian milik dari facebook dan dapat dipindahtangankan dan facebook dapat mempergunakannya apapun tujuannya. Walaupun end user telah menghapusnya facebook telah memilikinya.
Berhati-hatilah!!!!!

Sumber : file berekstensi doc hasil browsing teman saya

——————————————————————————————————–

So, sadarkah kamu kalau kita telah ditipu mentah-mentah oleh para petinggi facebook itu???

Ngga ada yang cuma-cuma di dunia ini, Bung! HARI GINII MAU GRATISAN???

Slm,

-pengguna fesbuk yang pengen anak muda indonesia punya aplikasi social-networking sendiri-

Isi Blog Klaim Pertanggungjawaban Bom Marriot-Ritz

Posted in ngomong berat dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , , on 30 Juli 2009 by stafarda

Blog berisi klaim pertanggungjawaban Bom Marriot-Ritz ternyata sudah dipublikasikan sejak tanggal 18 Juli 2009, yaitu sehari setelah terjadi ledakan di hotel JW Marriott & Ritz Carlton. Hanya saja baru booming di publik beberapa hari terakhir.

Buat yang belum tau seperti apa pesan dari blog yang berisi motif pemboman JW Marriot dan Ritz Charlton yang katanya dibuat oleh antek-antek Nurdin M Top, silakan di baca di bawah ini :

————————————————————————————————————————————————-

MEDIA TANDZIM AL QO”IDAH INDONESIA

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO”IDAH INDONESIA

ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH

DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo”idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum”at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.

Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

Dan sungguh benar firman Allah :

فَلَمۡ تَقۡتُلُوهُمۡ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمۡ‌ۚ وَمَا رَمَيۡتَ إِذۡ رَمَيۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ‌ۚ وَلِيُبۡلِىَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡهُ بَلَآءً حَسَنًا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ۬ (سورة الأنفال : 17).

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).

Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta”ala :

قَـٰتِلُوهُمۡ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ بِأَيۡدِيڪُمۡ وَيُخۡزِهِمۡ وَيَنصُرۡكُمۡ عَلَيۡهِمۡ وَيَشۡفِ صُدُورَ قَوۡمٍ۬ مُّؤۡمِنِينَ (سورة التوبة : 14).

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”.(QS. Attaubah : 14).

Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta”ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.

Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo”idah Indonesia

Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO”IDAH INDONESIA

ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH

DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo”idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum”at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

وَمَڪَرُواْ وَمَڪَرَ ٱللَّهُ‌ۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَـٰكِرِينَ (سورة ال عمران : 54).

“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).

Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :

1. Sebagai Qishos (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala” (Loyalitas) dan Baro” (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala”nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini
5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo”idah Indonesia

Abu Mu”awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

Diposkan oleh mediaislam di 22:05
————————————————————————————————————————————————

Gw gak akan komentar atau nyumpahin apa-apa lagi…

Pelaku pemboman dan penulis blog itu udah banyak banget mendapet komentar yang menghina mereka. Kalau mau lihat komen-komennya, silakan langsung klik blog aslinya di sini

Lucu-lucu loh komentarnya, dan kalau dipikir-pikir emang banyak benernya juga… Salah satunya komentar yang gw inget adalah komentar Mr. yang bilang kalau pertandingan kedua antara Malaysia dan Manchester United yang diadakan di stadion Malaysia dibayar pake duit dari Indonesia

slm,

-anak muda pengutuk pelaku pemboman-

Budi, teruslah bermain bola.

Posted in lelucon, ngomong santei dengan kaitan (tags) , , , , , , on 30 Juli 2009 by stafarda

Gw liat slogan lucu waktu gw melintas di jalan raya menuju Ampera kemarin…
Nih dia :

Three : Budi teruslah bermain bola.

Three : Budi teruslah bermain bola.

Mungkin kepanjangannya ini kali ya:
“Budi, teruslah bermain bola. meski hotel Budi di bom…
Huehehehe

-anak muda yg akan tetap main bola-

Profil Rahasia PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)

Posted in Bisnis, teknologi dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , , , , , , on 28 Juli 2009 by stafarda

Siapa tahu ada yang lagi nyari info tentang profil PT Telkom, nih gw kasih profilnya yang di copy dari laporan Kerja Praktek gw di Telkom Divre I Palembang…

————————————————————————————————————————————————–

Profil PT. Telkom Divisi Regional I (Sumatera) Kandatel Sumbagsel Palembang

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.

Pada awalnya dikenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dengan nama “JAWATAN”. Pada tahun 1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel),PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Dan pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Pada tanggal 14 November 1995 di resmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai nama perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

TELKOM merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya(3,23%) oleh investor dalam negeri. TELKOM juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

TELKOM menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wire line), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/internet serta jasa multimedia lainnya.

Tahun 2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT INDOSAT sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dan INDOSAT. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

Dalam meningkatkan usahanya serta memberikan proteksi yang sesuai dengan keinginan masyarakat, PT.Telkom telah membuka kantor-kantor Cabang dan Perwakilan yang terdapat di berbagai regional yang terdiri dari : 7 DIVRE yaitu Divre 1 Sumatera, Divre 2 Jakarta, Divre 3 Jawa Barat, Divre 4 Jawa Tengah & DI.Yogyakarta, Divre 5 Jawa Timur, Divre 6 Kalimantan, Divre 7 Kawasan Timur Indonesia.

PT. Telkom Juga mempunyai anak perusahaan seperti, Telkomsel, Telkomvision/Indonusa, Infomedia, Graha Sarana Duta / GSD, Patrakom, Bangtelindo, PT FINNET Indonesia.

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM”, “Perseroan”, “Perusahaan” atau “Kami” ) adalah perusahaan penyelenggara jasa layanan dan jaringan paling lengkap terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, mayoritas saham biasa TELKOM (52,47%) dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sedangkan sisanya sebesar 47,53% dimiliki oleh masyarakat (publik). Saham TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan diperdagangkan tanpa tercatat (Publicly Offered Without Listing) di Jepang. Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 Rp.6.900 dengan nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp.139.104 miliaratau 12,92% dari kapitalisasi pasar BEI.

Berikut adalah beberapa layanan telekomunikasi TELKOM:
Telepon
1. Telepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang hingga kini masih menjadi monopoli TELKOM di Indonesia
2. Telkom Flexi, layanan telepon fixed wireless CDMA

Data/Internet
1. TELKOMNet Instan, layanan akses internet dial up
2. TELKOMNet Astinet, layanan akses internet berlangganan dengan fokus perusahaan
3. Speedy, layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broad band) menggunakan teknologi ADSL
4. e-Business (i-deal, i-manage, i-Settle, i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, TELKOMWeb Plazatron)
5. Solusi Enterprise- INFONET
6. TELKOMLink DINAccess
——————————————————————————————————-

Tambahan Informasi tentang PT. Telkom dari sini :

Gajinya Menggiurkan

Gaji besar, perusahaan besar, dan jenjang karier jelas adalah tiga alasan utama BUMN telekomunikasi ini menjadi incaran para karyawan.

Gaji direksi Telkom mencapai Rp108 juta per bulan! Angka ini jelas menggiurkan. Tak salah anggapan banyak orang bahwa gaji di BUMN telekomunikasi ini pasti besar. Hal itu pula yang membuat perusahaan yang berdiri sejak 1882 ini menjadi idaman para karyawan sebagai tempat bekerja.

Sejak tahun 2001 Telkom selalu masuk dalam daftar peringkat atas perusahaan idaman karyawan dalam riset Warta Ekonomi. Demikian juga tahun ini. Hasil riset Warta Ekonomi pada 2006 menunjukkan 3% dari 1.000 responden mengidamkan bekerja di Telkom. Dari angka tersebut, 48,44% menyebutkan alasan karena penghasilan di Telkom tinggi, 24,54% karena Telkom merupakan perusahaan besar, dan 13,84% karena jenjang karier di perusahaan pelat merah ini jelas.

Nanang Harjendra, asisten manajer analis bisnis PT Telkom Tbk., menuturkan penghasilan yang ia terima memang lebih besar dibandingkan di perusahaan lain yang sejenis. “Tidak terlalu tinggi, tetapi memang lebih tinggi sedikit,” ujar pria yang telah berkarier selama 10 tahun di Telkom itu. Dari sisi kesejahteraan pun, menurut dia, Telkom lebih unggul. “Sesakit dan separah apa pun kondisi kesehatan kita, tetap ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. Berbeda dengan di tempat lain yang ada limitnya.”

Mengenai jenjang karier, pria berusia 34 tahun itu mengungkapkan bahwa di Telkom juga sangat menjanjikan. Ia mencontohkan salah satu rekan seangkatannya yang dalam 10 tahun telah berhasil menjadi vice-president.
Secara performa, perusahaan yang sahamnya terdaftar di New York Stock Exchange, London Stock Exchange, dan Tokyo Stock Exchange ini memang menghasilkan keuntungan yang besar. Pada semester I 2006, Telkom berhasil membukukan laba bersih Rp5,8 triliun atau naik 53% dibanding laba bersih pada periode yang sama tahun 2005. Telkom pun mematok target tinggi pada tahun 2010, yaitu memperoleh kapitalisasi pasar senilai US$30 miliar.

Tahun ini Telkom juga telah meraih beberapa prestasi bergengsi, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satunya adalah keberhasilan Telkom duduk di peringkat ke-12 dalam deretan perusahaan teknologi informasi (TI) terbaik di dunia versi majalah BusinessWeek. Pemeringkatan itu berdasarkan kinerja perusahaan-perusaha an TI di dunia sesuai laporan keuangannya. Telkom berhasil mengungguli perusahaan TI ternama di dunia seperti Google, Accenture, dan juga Dell.
——————————————————————————————————-

Trus di mana bagian ‘profil rahasianya’ ???

Laporan KP nya sebenernya cuma diperuntukkan buat dosen pembimbing Kerja Praktek di kampus, jadinya gw bilang profil ini ‘rahasia’, hihihi…

piss,

kopirite by  -anak muda yg jadi tertarik bekerja di Telkom-

myminicity[dot]com : Game Online Berbasis Web Sejenis Sims City

Posted in games, ngomong santei dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , on 28 Juli 2009 by stafarda

Gw lagi maen game online city-building MyMiniCity yang ada di alamat http://anak-muda.myminicity.com
MyMiniCity adalah game sejenis Sims City, hanya bedanya MyMiniCity berbasis web. Tujuan game ini adalah membangun sebuah kota yang canggih lengkap dengan infrastruktur, industri dan transportasi. Buat penggemar games Sims City, wajib nyobain maen game ini.

Contoh kota bisa dilihat di sini.
http://anak-muda.myminicity.com/

Setiap ada yang berkunjung ke http://anak-muda.myminicity.com, populasi penduduk di kota itu akan bertambah 1 orang. Untuk membangun infrastruktur, diperlukan jumlah populasi kota yang memenuhi kuota untuk membangun infrastruktur tersebut. Intinya, semakin banyak yang ngeklik kota itu, maka kota itu semakin lama akan makin maju.

Buat yang berminat maen game MyMiniCity ini, silakan daftar di
http://anak-muda.myminicity.com

kopirite by anak muda

com”]Game Online myminicity[dot]com

Belajar Bahasa Sunda : Wasta Buah-Buahan ti abjad A-Z

Posted in lelucon dengan kaitan (tags) , , , , , , , , , , on 27 Juli 2009 by stafarda

Belajar Bahasa Sunda yuukkk….

————————————————————————————————————————————————–

First Lesson : Nama buah dari A – Z dlm bahasa Sunda

“A” …Apel!”

“B?” “Buah Apel”

“C?” “Ceuk aing ge kan apel!”

“D?” “Dibejaan teh apel!”

“E?” “Ehhh apel koplok!”

“F?” “Fruit op apel!”

“G?” “Geus nyaho apel!”

“H?” “Heueuh apel bongek!”

“I?” “Ituh-ituh geura…kan apel!”

“J?” “Jelas-jelas apel keneh!”

“K?” “Kehed teh dibejaan apel!”

“L?” “Lain titatadi teh apel?”

“M?” “Monyong teh..geus nyaho apel!”

“N?” “Nu kitu teh apel!”

“O?” “Ooooh…Apel geuningan?”

“P?” “Pan apel keneh!”

“Q..?” “Qitu-Qitu ge jawabanna apel yeuh!”

“R?” “Rarasaan apel keneh-apel keneh!”

“S?” “Sabodo teuing, nu penting apel!”

“T?” “Tuh kan ku aing bejaan oge apel!”

“U?” “Urang mah dah jawabanna hayang apel!”

“V” “Vikir ku maneh, apel keneh!”

“W?” “Wayahna jawabanna apel nya?”

“X?” “Xira-xira mah apel, euy!”

“Y?” “Yaaaa….apel atuh!”

“Z?” “Zibeza`an teh… APEL blegug!!!!”

———————————————————————————————————

pail ieu dicandak ti milis smpn1cimahi@yahoogroups.com jeung atos diedit sakeudik…