Adu Babi Liar VS Anjing Pitbull: Liar, Agresif, dan Penuh Tetesan Darah…


Ini video yang berhasil kami rekam di sela-sela tipisnya daya baterai kamera…
*UPDATE 14/11/2010 dan update lagi 26/12/2011 : Seluruh VIDEO ADUAN INI ternyata DIBLOKIR oleh pihak youtube dengan alasan menampilkan VIOLENCE… WTF! Ckckck, kecewa banget gue ampe diblokir gitu…*

Peringatan Youtube terhadap video adu babi vs pitbull

Peringatan Youtube terhadap video adu babi vs pitbull

(Cerita Lengkap dapat dilihat di bagian bawah video)



Hari ini Minggu, tanggal 24 bulan 10 tahun 10

Seharian ini, tepatnya sedari pagi tadi, gue dan teman-teman di KMPA (keluarga mahasiswa pencinta alam) ada acara lapangan untuk kaderisasi calon anggota baru. Materinya yaitu NAVIGASI DARAT TERBUKA, di suatu daerah kebun teh yang indah di distrik (cielah.. distrik..) Parongpong, area Lembang… Karena kebun tehnya malu kalo disebut-sebut namanya di depan umum, kita sebut saja kebun teh tadi dengan inisial S!K*&*N*… (ehh itu inisial atau bukan sih?? :P )

Karena gue udah terbilang angkatan SENIOR di KMPA (haha… anggap aja itu sebutan halus untuk angkatan TUA :P ), jadinya gue, n temen-temen seangkatan gue yang sebenernya ngga penting-penting buat disebutin namanya, tapi yahh kasian lah gue lihat muka mereka dah melass banget pengen disebutin di cerita ini (wkwkwkwk…), yaitu sebut saja teman-teman gue itu bernama Maman, Jarwo, Sani, n Aldi. Akhirnya kami sang Lima Sekawan hanya jadi tukang recok aja di antara anggota muda KMPA lain yang sedang membimbing para calon anggota KMPA.

Singkat cerita, sebagai senior yang baik :P , sejak pukul 10 pagi kami berkeliling-keliling di area kebun teh nan indah itu, menengok progress kesuksusesan penyerapan nutrisi,eh salah, penyerapan materi navigasi darat oleh panitia kepada ke-32 orang calon anggota baru yang mengikuti materi hari ini. Intinya mah, ngeceng sebenarnya,hahaha… (Ngga ding, kita gak ada niat ngeceng kok… beneran! :)

Setelah capek menginspeksi kinerja panitia dan keliling-keliling kebun teh, dan berhubung Bang Jarwo belum makan pagi sejak sepuluh tahun yang lalu (pantesan badan maneh ceking wo…haha :P ), akhirnya sekitar pukul 12 siang kami memutuskan untuk kembali ke desa terdekat untuk sekedar menikmati lunch time (gayaa… makan gorengan ama baso di kampung aja pake istilah lunch!).

Tidak dinyana tak diduga, tepat di perbatasan terakhir antara desa dengan kebun teh, kami melihat banyak orang berkerumun di suatu lapangan rumput terbuka. Di pusat lapangan, terdapat semacam gelanggang yang dibangun dari bambu. Dari jauh, terdengar gonggongan-gonggongan anjing yang menyalak dengan liar. Anjing-anjing itu diikat pada pasak kayu yang kokoh.

Rasa penasaran merasuk hingga ke tulang… Akhirnya kami tidak dapat menahan diri untuk… kencing! Dan kami segera berlari menuju pohon terdekat untuk memuaskan hasrat menyemburkan air seni kami…

Oke, kembali ke tanktop. kami tidak dapat menahan diri untuk menghampiri lapangan rumput itu, hati kami bertanya-tanya: ADA APA??

Kami lalu menghampiri gelanggang di tengah lapangan rumput. Gelanggang itu berukuran sekitar 10 meter x 5 meter, dan dibuat dari bambu sepenuhnya. Di sekeliling gelanggang, dibangun semacam tribun penonton (tapi tidak ada tempat duduk – kita harus berdiri dan melongok ke dalam tribun – persis seperti kalau kita ngeliat buaya di kebun binatang). Tribun itu berada sekitar 2 meter dari atas permukaan tanah. Lalu kami melongokkan pandangan ke sela-sela bambu untuk melihat ke dalam gelanggang.

Dan ternyata, di dalam gelanggang itu terdapat seekor babi yang cukup besar -mungkin seukuran kambing ABG – , sedang berkubang di suatu genangan air kotor yang berwarna coklat keruh. Babi itu terlihat galak dan bengis, taringnya menonjol dari dalam mulutnya. Beberapa kali, babi itu mencoba untuk melompati pagar gelanggang (meloncat ke tribun penonton), mungkin ingin menakut-nakuti penonton yang sedang memprovokasi si babi lewat teriakan mereka.

Arena apakah ini?? Aku semakin penasaran.

Aku pun lalu bertanya ke seorang tukang siomay yang ngetem di pinggiran gelanggang itu.

“A’ bade aya naon ieu di dieu teh?” translate -> “Mas, mau ada apa sih di sini?”
“Oh eta mah bagong sareng anjing bade digelutkeun jang…” -> “Di sini bakal ada adu babi liar dengan anjing, mas ganteng…” *terserah anda mau percaya atau tidak dengan terjemahan kata terakhir…hahaha…*
Gila, gue makin penasaran pengen liat kayak apa kalo babi ama anjing dicipokin….

gue jadi pengen nonton. Cuma karena emang adu nya belum mulai, kami lalu makan baso dan gorengan dulu di warung dekat sana. Setelah selesai makan, sekitar jam 13 lewat kami beranjak menuju ke gelanggang.

Oke, sampe di sini mode serius on…

Setiba di gelanggang, masih penuh dengan gonggongan anjing di mana-mana. Anjing-anjing itu terlihat galak dan aktif. Lidah mereka terjulur panjang, serta anjing-anjing itu bernafas dengan cepat dan keras. Wah, sepertinya anjing-anjing ini sangat beringas. Jenisnya macam-macam, kebanyakan sih anjing jenis pitbull.

Kami lalu melongok ke dalam arena, wah si babi liar masih tetap di dalamnya, asik berendam dalam kubangan. Mata sebelah kanannya terlihat mengeluarkan darah, tapi sudah kering.

Aku lalu mengobrol dengan beberapa orang di sana. Ternyata aduannya masih belum dimulai, karena masih menunggu kesiapan beberapa pemilik anjing. “Tapi sebentar lagi kok a’ bakal dimulai”, kata mereka para penonton setia yang berada di sekitar gelanggang. Adu babi liar vs anjing pemburu ini ternyata hampir rutin diadakan di sana, sekitar 2 minggu sekali diadakan – tergantung apakah ada ‘stok’ babi liar atau tidak. Adapun babi liar yang saat ini akan diadu merupakan hasil buruan dari hutan di daerah Sumedang. Dan menurut mereka, babi yang ada saat ini berukuran cukup besar… Dan bakal jadi pertandingan yang seru, kata mereka.

Kami berlima lalu memutuskan untuk naik ke tribun penonton. tapi ternyata harus bayar tiket masuk cuy, Rp.3 ribu per orang. Abis membayar, kami lalu mencari spot menonton yang strategis. Kapasitas penonton sedikit kok, kalau diasumsikan di sekeliling tribun, penuh para penonton melongokkan kepala semua ke dalam arena, paling hanya muat sekitar 50 orang. Adapun yang nonton saat ini ada sekitar 20-an orang.

Beberapa saat kemudian, penonton mulai ribut dan berisik. Ternyata, aduan akan segera dimulai. Terlihat dari pintu bambu arena yang saat ini terbuka, seorang pawang terlihat kepayahan menggiring anjing peliharaannya masuk ke dalam gelanggang. Susah-payah dia menarik-narik ikat leher anjing itu. Anjing itu terlihat memberontak dan menyalak-nyalak, seolah-olah enggan untuk digiring masuk ke dalam arena. Tapi akhirnya, anjing itu berhasil dimasukkan ke dalam arena.

Wah gila, anjing ini ukurannya besar juga, Jenis pitbull. Mukanya jelek, bulunya mayoritas hitam. Lidahnya panjang dan menjulur. Serem pokoknya ngeliat. Gue jadi kasian dengan babinya, wah pasti nih babi abiss digigitin ma tuh anjing…batin gue. Terus terang, gue emang menyangka kalau babi pasti kalah kalau melawan anjing.

Setelah sang pawang berhasil menarik-narik tali leher dan menggiring anjingnya ke tengah arena, dia lalu melepas si anjing ke arah babi yang sedang asik berkubang. Gilaa, nih anjing tadi kayak malu-malu gitu masuk ke dalam arena, eh sekarang malah langsung beringas berlari memburu ke arah babi malang… Kebetulan, posisi gue nonton sangat strategis. Si babi berada tepat di bawah gue (gue berdiri tepat di atas kubangan babi) – posisi si babi hanya sekitar 3 meter di hadapan mata gue.

Dan wah, yang terjadi benar-benar di luar ekspektasi gue… Gue melihat kejadian yang sangat miris dan memilukan untuk dilihat secara langsung… Dua makhluk malang diadukan dengan sengaja oleh para manusia hanya untuk bersenang-senang, hanya untuk kepuasan sesaat. Anehnya, orang-orang yang menonton terlihat begitu bersemangat dan antusias melihat bagaimana kedua makhluk yang memang bernaluri liar berlaku saling serang dan saling gigit. Di manakah rasa miris, rasa tidak tega, dan rasa kasihan mereka melihat pembantaian itu?? Ini lebih parah daripada adu sabung ayam. Darah babi dan anjing berceceran membuat genangan air yang tadinya coklat, menjadi bercak-bercak kemerahan.

Oya, jadi begini ‘peraturan’nya… Babi liar yang ada di dalam arena akan diadu dengan anjing pemburu *yang memang sengaja dipelihara untuk hobi atau untuk berburu babi*. Apabila sang anjing berhasil menggigit badan si babi dan gigitannya tidak terlepas maka sang anjing akan dinyatakan ‘menang’. Tapi apabila sang anjing terluka parah, atau tidak berani lagi untuk melanjutkan ‘pertandingan’, maka anjing itu akan dibawa keluar dari arena dan dinyatakan ‘kalah’ – lalu dimasukanlah lagi anjing berikutnya untuk diadu dengan babi yang sama. Terus begitu sampai si babi liar tewas… Sadis kann???

Oke lanjut ceritanya. Si anjing pertama berlari memburu ke arah babi yang asik berkubang. Si babi pun sudah siap menyambut. Taring si anjing langsung berusaha menggigit moncong si babi, tapi babi itu memang kuat sekali. Dia langsung mengibaskan moncongnya dengan kuat ke arah muka si anjing. Pletakk!! Beuh, si anjing langsung terpelanting ke samping. Tidak mau menyerah, dia berusaha bangkit, Tapi, taring si babi telah menancap di punggung anjing itu, lalu si babi menyibakkan taringnya ke samping…. Dan… astaga!!! Kulit si anjing langsung robek besar dan terlihat lapisan kulit dalam nya yang kemerahan… Yakkss… Pertandingan terus berlanjut… Kemudian anjing itu terlihat kalah, bibirnya robek panjang hingga ke bawah mata, kulit di punggungnya terlihat mengelupas di beberapa tempat… Darah berceceran di arena, tapi anjing itu tidak mati, masih kuat berjalan keliling arena. Tapi nampaknya, nyalinya udah ciut. Dia tidak mau lagi menyerang babi itu, walaupun dipaksa oleh pawangnya,,,

Di sela-sela pertandingan, kulihat muka teman-temanku. Ekspresi mereka terlihat meringis tidak tega melihat itu…

Akhirnya, anjing itu dinyatakan kalah dan ditarik ke arena. Anjing pertama yang diadu dengan sang babi memang berbadan besar, tapi menurut penonton, anjing itu bodoh dan tidak pandai berkelahi. Menurut penonton fanatik di sebelah ku, anjing yang terluka tidak akan dibunuh. Tapi luka-luka nya akan dijahit dan diobati… Walaupun aku tidak begitu yakin apakah luka sebesar yang dialami anjing pertama itu bisa diobati hingga sembuh…

Anjing kedua juga kalah, dia badannya lebih kecil daripada yang pertama. Tapi lukanya lebih mendingan daripada anjing pertama. Hanya robek-robek kecil di sekujur punggungnya…

Anjing ketiga cerdas. Dia berhasil menggigit moncong samping kanan si babi dengan kokoh. Si babi tidak bisa berbuat apa-apa… Gimana bisa?? Kalau dia menyibakkan moncongnya, otomatis muka si babi bakal robek… Mau gigit pake taring pun tidak bisa, karena moncongnya telah digigit dengan kuat oleh si anjing. Mau nendang pake kaki juga mana bisa, kakinya pendek gitu. AKhirnya si babi cenderung diam pasrah. Si anjing ketiga pun dinyatakan menang. Lalu dipisahkan oleh panitia menggunakan tameng bambu…

Tapi si babi masih terlihat sehat. Menurut orang-orang, babi ini memang kuat. Biasanya, setelah diadu dengan anjing ketiga, biasanya seorang babi akan luka parah, atau bahkan mati…. Tapi ini tidak…

Gillaaa….

Untungnya, hujan deras turun… Arena aduan basah diguyur hujan. Pertandingan dihentikan untuk sementara…

Di sela istirahat, kami melihat ke sekeliling luar arena – di mana belasan anjing terikat – menunggu untuk diadu dengan babi. Kasian melihat anjing-anjing itu. Mereka seakan tahu bahwa mereka akan segera diadu dengan babi yang berbahaya. Bahkan, gonggongan mereka semakin menjadi-jadi saat melihat ‘rekan’ anjing yang tadi terluka parah diobati di hadapan mereka. Beberapa anjing terlihat berusaha menggigiti tali pengikat – seakan-akan ingin kabur dan bebas lepas dari paksaan beradu dengan babi…

Kami masih penasaran ingin melihat akhir pertandingan. Sayang, setelah menunggu hampir satu jam, hujan tidak juga berhenti… Akhirnya kami memutuskan untuk pulang…

Hmmm… gue masih surprised ngeliat kejadian itu… Gila, gak tega gue ngeliatnya…

Kebetulan, baterai kamera yang kami bawa lowbatt. sehingga kami tidak bisa merekam keseluruhan pertandingan.

About these ads

25 Tanggapan to “Adu Babi Liar VS Anjing Pitbull: Liar, Agresif, dan Penuh Tetesan Darah…”

  1. lo ga punya otak ya??manusia kok kayak hewan.dr yang gua liat di tulisan lu tuh nunjukin kalo lo ga punya otak.di amerika aja banyak organisasi yang larang.lo lagi sok2 bacot kayak gitu.mending berantem aja org lawan org.gua mau kok ladenin lo sampe mati

    Ini video yang berhasil kami rekam di sela-sela tipisnya daya baterai kamera…
    *UPDATE 14/11/2010 pukul 19.20: 3 Video Terakhir ternyata DIBLOKIR oleh pihak youtube dengan alasan menampilkan VIOLENCE… WTF! Cupu banget tuh yang nge report ke pihak youtube, baru juga liat via video streaming, gimana kalau lihat langsung di lokasi kejadian??? Bisa pingsan kaleeee…. Ckckck, kecewa banget gue ampe diblokir gitu…*

  2. @calvin
    seenaknya lo bilang orang lain GA PUNYA OTAK, KAYAK HEWAN, SOK2 BACOT.

    kalo emang lo punya nyali, gw ladenin tantangan lo. lo yang mulai nantangin gw berantem, sebagai cowo gw tentu menerima tantangan lo dengan senang hati. dah lama gw gak bikin bonyok anak orang.

    tapi gw gak yakin lo punya nyali utk itu, identitas lo di komen ini aja gak jelas. buktiin kalo lo bukan PENGECUT, message gw di facebook kalo emang lo jantan. link fb gw ada di sebelah kanan blog ini.

  3. @calvin

    yang bego dan gak punya otak itu siapa ??

    sang penulis disini posisi nya cuma menceritakan pengalaman yang dia punya….

    bukan pihak yang ikut mengadu anjing2 itu degan babi….

    jangan sok jagoan lah….

  4. very god

  5. Mas kl boleh tau alamt lengkapnya tmpt adu bagong itu dmn ya…? Trs waktunya kpn aja ya…?
    -thank’s-

  6. di sukawana mas, deket tower di kebon teh, biasanya sebulan sekali.. coba aja tanya ke penduduk desa sekitar tower kebon teh sukawana

  7. manteppp…
    emang miris mas bro… tapi tuh berawal dari tradisi berburu masyarakat utk menghalau hama babi..bisa jadi itu merupakan latian ato pemanasan bwt ajg2 pemburu sblum tugas beneran di hutan, klo pun nanti ada yg protes..gw yakin itu penyayang anjing..bukan penyayang babi..padahal kan babinya yg digilir dsini…btw..thx info nya…

  8. iya betul mas, babinya yang jadi korban…

    kasian aja sih liat babinya digilir oleh banyak anjing…ampe berdarah-darah dan mati…

  9. Aan Bagero Says:

    Pure Pitbull emang sdh kodrat nya lahir,besar dan mati sbg seorang fighter sejati,jalan hidup mereka seperti seorang samurai yg wajib melayani tuannya dan mereka bangga jika bsa melayani tuannya walau nyawa sekalipun dan mereka tak akan pernah menyesal,lebih dri itu tujuan dri pada pit fighting adl. menjaga dan memurnikan kualitas daripada PUREBREED GAMEDOG yg mencakup GAMENESS,STABLLE DISPOSITION dan TOTALLY FEARLESS,ke 3 hal tsb. sgt berguna bagi trah pitbull dlm menjalankan segala aspek kehidupannya,entah sbg guard dog ato family dog dan ke 3 hal tsb. bsa hilang jika pitbull disilangkan dgn anjing/pitbull yg yg tidak memiliki kualitas atas ke 3 hal tsb.anda dpt byangkan seekor pitbull dgn kekuatan gigitan 2000psi tpi tidak memiliki STABLLE DISPOTITION / kestabilan tempramen yg bagus menggigit anda ato kerabat keluarga anda cma gara2 diajak bercanda,apa jadinya??? jadi layak ato tidak nya seekor pitbull di jadikan breeding stock memang harus melalui tekanan dri PIT itu sendri sesuai namanya PITBULL,dan skr sdh ada rule2 yg baku dan sgt ketat dlm proses PIT itu sendiri yg di beri nama CAJUN RULE,sebelum bertanding pitbull tsb.ditempa selama min.3bln baik fisik,mental dan asupan gizi layaknya seorang petinju yg akan naik ring,jadi bagi yg kurang paham akan pemahaman ttg tujuan dripada PIT jgan asal ngmng dan koar2 ngawur serta memaki asal,ntar anda akan malu sendiri….

  10. stafarda Says:

    tulisan ini dibuat memang dari sudut pandang person yg gak kenal dan gak tahu apa itu PIT, kalau memang ada penjelasannya yg lebih lanjut ya monggo diceritakan proses nya seperti apa, kalau memang ada rule dan prosesnya yg baku, ya silakan dibuat counter post atau klarifikasi dr tulisan ini, ok masbro…

  11. Aan Bagero Says:

    Ok masbro….

  12. purnomo Says:

    Txs banget atas ulasan beritanya, yang ditulis apa adanya seru banget akan lebih baik ada juga foto2nya sekedar meluruskan bahwa penulis hanya menceritakan keadaan sebenarnya hanya sebagai penonton bukan pelaku. . Malahan kita diberikan informasi yg tidak ditutupi terus berkarya teman saluut

  13. Wanrhidho Says:

    seru juga tch, dulu gue biasa ikut berburu babi (Bedul) cos seru bwngt, tapi kalo babi (Bedul) pas lari kearah aku, aku pasti yg paling duluan manjat pohon, cos ak cuma ikut seru2an az…. Heeee

  14. ronny hutapea Says:

    klo liat dari sadis2an emg keliatannya sadis sih mas.. tapi klo pure PIT tubuh mereka itu emg uda di rancang buat nahan sakit.
    contohnya aja saya waktu pertama milih pitbul saya pegang kuliat leher bagian atas sama pangkal ekor, trs di angkat sampe gk napak tanah, klo dia tenang aja. brarti emg mental dan bodynya sip.
    tp semua tergantung pemiliknya. mau pnya pitbull buat gmn. kita kan punya akal sehat yah balik ke akal sehat masing2 aja … tp keren buat ulasannya *two thumbs*

  15. stafarda Says:

    oke makasih mas komennya, nambah pengetahuan ttg pitbull… :)

  16. orang tolol yang adu bagong kaya gitu ,emang takdir nya buat jadi fighter ,cuma emang ada takdir nya di adu gitu ?anjing ama babi hewan liar kalee ,biarin lah hidup di alam liar ,ga usah di adu2 aja ,manusia aja sini gua adu sama harimau satu kandang ,berani apa ga ,bangsat ,pantesan orang indo ga ada yang maju ,di luar negri ini semua di larang tau ga .

  17. naif lo toan….

  18. toan@ gwe plihara 5 anjing pitbul,sini lo,biar pitbull gua lihat cara tuannya bonyokoin lo.

  19. untuk komunitas JIRUNG…pit bull kalian sebenernya hanya alat untuk berjudi aja…mending loe pada,tarung ama gue aja sini…

  20. ide bagus…mas bro gue jg pelihara pitbull,gue main sport n ajax,berburu…gg ada yg namanya JIRUNG .ANJING ADUAN…
    “biar pitbull loe liat tuannya bonyok2 di hajar org…hahahahaaaaa

  21. hoax bagaimana om?
    videonya memang di blokir oleh youtube karena dianggap violence, dan akun youtube saya kena ban selama 6 bulan

  22. Ga cuman dijabar aja,dibali juga ada fight pitbull,termasuk saya panitia nya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: