Indahnya Bandung Utara : Bukit Tunggul dan Gunung Sanggara – Part 1


Pada postingan ini – dan pada berbagai postingan selanjutnya tentang catatan perjalanan ke suatu daerah tertentu – aku bakal menggunakan bahasa yang sedikit formal. Tidak menggunakan bahasa ala anak moeda yang biasanya aku gunakan pada postingan yang lain. Itu karena aku ingin meniru berbagai catatan perjalanan pribadi yang telah aku baca, di antaranya Catatan Harian Che Guevara ”The Motorcycle Diaries” (yang menceritakan perjalanan El Che dan seorang sahabatnya mengelilingi Amerika Selatan memakai sepeda motor), serta buku ”The Journey from Jakarta to Himalaya” karya Gola Gong (penulis novel fenomenal Balada Si Roy) yang menceritakan perjanannya keliling Asia. Itu supaya kisah perjalanan ini bisa dinikmati oleh lebih banyak orang, bukan hanya anak moeda seperti kita, hehe.

Untuk para petualang di daerah Bandung dan sekitarnya, pasti tidak akan asing dengan daerah Gunung Sanggara dan Bukit Tunggul. Puncak Bukit Tunggul bahkan merupakan dataran tertinggi yang berada di daerah Bandung dan sekitarnya. Bukit Tunggul dan Sanggara berada di dekat Gunung Manglayang – yang merupakan salah satu ujung timur dari paparan bukit Sesar Lembang yang membentang dari Timur ke Barat dan membentengi sisi utara Bandung. Adapun sisi ujung barat Sesar Lembang adalah daerah Gunung Batu yang seringkali digunakan sebagai area pemanjatan tebing, walaupun tidak sepopuler area pemanjatan tebing di Citatah.

Untuk mencapai daerah Bukit Tunggul, jika menggunakan kendaraan umum, kami biasanya berangkat dari kampus menggunakan angkot trayek Cicaheum-Ledeng (yang melewati gerbang belakang kampus) dengan ongkos Rp.2000 per orang. Dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit, turunlah di terminal Ledeng.

Dari terminal Ledeng, kami menaiki angkot jurusan St. Hall-Lembang yang berwarna cokelat. Setelah melalui jalanan yang berkelok-kelok menuju Lembang selama sekitar 30-40 menit dan ongkos seharga Rp.2500 per orang, kami turun di Pasar Panorama, Lembang. Di pasar Panorama inilah kami biasanya berbelanja kebutuhan camping kami, seperti rokok dan tembakau. Di pasar ini juga, ada kios sayur yang dijaga oleh seorang cewek seusia kami yang cantik dan manis – walaupun terlihat sedikit ’murni’ seperti wanita kota kecil pada umumnya. Hehe.

Dari Pasar Lembang, kita harus menuju Patrol. Patrol adalah terminal angkot terakhir kita menuju Bukit Tunggul. Tapi jangan bayangkan kalau terminal yang aku maksud sama seperti terminal di perkotaan. Terminal Patrol hanyalah sebuah petak di sebuah kelokan jalan yang hanya cukup diisi oleh dua hingga tiga mobil saja. Dengan dua kios warung di sekitarnya. Dan sebuah pangkalan ojek. Hanya ada satu-satunya trayek angkutan pedesaan yang menuju Patrol. Angkot Desa dengan jurusan Lembang-Patrol.

Untuk menuju Patrol, butuh waktu sekitar 45 menit dari Pasar Panorama. Selama di angkot, yang pasti penuh dengan penduduk desa setempat yang membawa berbagai barang dari pasar mulai dari sayur-mayur, kina, makan ternak, dll, kita akan melintasi daerah bebatuan Gunung Batu yang cukup mencolok dan terlihat dari kejauhan, kawasan gerbang menuju air terjun Maribaya, serta daerah pemukiman pedesaan yang sejuk dan terlihat tenteram. Bebukitan Sesar Lembang yang hijau dan indah membentang mengiringi perjalanan kita di sebelah selatan. Di sebelah utara, selalu terlihat puncak Bukit Tunggul yang berdiri tegak seakan menunggu kami, menantang untuk ditaklukkan. Jalan yang kita lalui itulah satu-satunya akses untuk menuju Bukit Tunggul jika menggunakan alat transportasi bermotor.

Setelah melalui perjalanan menaiki angkot pedesaan selama 45 menit, tibalah kita di daerah Patrol. Biaya angkot sekitar Rp.4000 per orang. Bisa kurang kalau datang berombongan – tergantung kemampuan negosiasi kita. Hehe. Sesampai di Patrol, kami seringkali singgah dulu di warung setempat. Sekedar ngopi dan ngobrol dengan sang pemilik warung. Pernah juga numpang nginap dan tidur di selasar warung tersebut.

Dari Patrol, kami harus berjalan kaki selama 2-3 jam untuk menuju Bukit Tunggul. Oya, kami pun pernah mencarter sebuah pick-up seharga Rp.75.000 sekali jalan, dari Patrol hingga jalan setapak menuju Sanggara, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Tapi lebih nikmat berjalan kaki. Sambil berpijak di jalanan desa yang berbatu dan rusak, serta seringkali tergenang air selepas hujan, kita dapat menghirup udara segar dan menikmati indahnya Sesar Lembang di sebelah kanan kita. Jika berjalan malam hari, bintang-bintang dapat terlihat indah sekali bertebaran di angkasa. Bahkan, karena langit yang begitu terbuka dan bebas dari polusi cahaya, kami sering sekali melihat bintang jatuh melintasi kepala kami. Entah itu meteor atau ilmu santet yang konon banyak dimiliki oleh penduduk Subang (sebelah utara Sanggara adalah kota Subang, yang dapat ditempuh dari Sanggara dengan berjalan kaki selama 3-4 jam menelusuri hutan). Selama perjalanan kaki dari Patrol, kita bakal dikelilingi oleh perkebunan kina yang telah ditanam sejak jaman kolonial. Kita juga bakal berpapasan dengan sebuah nisan untuk mengenang seseorang yang konon meninggal secara misterius di daerah perkebunan kina tersebut.

Setelah berjalan kaki sekitar 10 menit dari Patrol, kita akan tiba di Tugu Bukit Tunggul. Di tugu ini, terdapat sebuah pabrik yang mengolah susu agar siap diangkut dengan truk. Oya patut diketahui, daerah Patrol adalah sentra penghasil susu di Lembang. Tidak heran, kita bakal menjumpai banyak kandang sapi – itu jika kita turun gunung dari Bukit Tunggul ke arah barat daya.

– to be continued … –

ke “Indahnya Bandung Utara : Bukit Tunggul dan Gunung Sanggara – Part 2

8 Tanggapan to “Indahnya Bandung Utara : Bukit Tunggul dan Gunung Sanggara – Part 1”

  1. […] Part 2 Posted by stafarda under traveling | Tag: jalan-jalan |   – lanjutan dari “Indahnya Bandung Utara : Bukit Tunggul dan Gunung Sanggara – Part 1” […]

  2. aku ting gall di bkt

  3. wiwit ratna d Says:

    walah.. walah jadi kepengen juga naik, siapa yang mau naik aku ikut gabung nya… pliis

  4. hello there and thank you for your information – I have
    definitely picked up anything new from right here.
    I did however expertise a few technical points using this website,
    as I experienced to reload the website many
    times previous to I could get it to load properly. I
    had been wondering if your web host is OK? Not that
    I’m complaining, but slow loading instances times will sometimes affect your placement in google and can damage your high-quality score if advertising and marketing with Adwords. Well I’m adding this RSS to my e-mail and can
    look out for a lot more of your respective exciting content.

    Make sure you update this again very soon.

  5. Wonderful blog! Do you have any tips for aspiring
    writers? I’m hoping to start my own site soon but I’m a little lost on everything.
    Would you propose starting with a free platform like WordPress or go for
    a paid option? There are so many options out there that I’m totally overwhelmed .. Any suggestions? Cheers!

  6. Hurrah! After all I got a webpage from where I
    can in fact take useful information concerning
    my study and knowledge.

  7. I just like the helpful information you provide in
    your articles. I will bookmark your blog and check again right here regularly.

    I’m slightly sure I’ll be informed plenty of new stuff proper right here!
    Good luck for the next!

  8. I have been exploring for a bit for any high-quality articles or weblog posts on this sort of space
    . Exploring in Yahoo I eventually stumbled upon this web site.
    Reading this info So i am satisfied to show that I have a very good uncanny feeling I
    came upon just what I needed. I such a lot certainly
    will make sure to do not overlook this site and provides it a look regularly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: