Karakter dosen-dosen telekomunikasi itb


Buat semua mahasiswa elektro n telekomunikasi itebe, terutama angkatan 2008 yang baru aja masuk ke jurusan, di bawah ini adalah karakter dosen-dosen telco, terutama dosen telco yang ngajar semester genap 2008/2009 kemaren. Itung-itung persiapan sebelum ketemu muka dengan dosen tersebut, baca baik-baik hasil pengamatan gw tentang karakter mereka. Sapa tau bisa ngebantu kalian untuk kuliah dgn optimal, maksimal, dan spesial😉 .Atau moga bermanfaat juga buat tipe mahasiswa yg suka milih-milih dosen …

1. Effrina (Pengolahan Sinyal)
Bu Effrina adalah dosen yang fair dan idealis. Apa yang kita lakukan, itulah yang akan kita peroleh. Misalnya, nilai ujian kamu jelek atau kamu terlambat mengumpulkan tugas/kuis, ya kamu akan mendapat hasil yang sesuai dengan yang kemampuan dan apa yang telah kamu lakukan itu. Tidak ada toleransi akan keteledoran kita.
Sistem penilaian (setelah gw ngambil mata kuliah Pengolahan Sinyal selama 2 semester berturut-turut) adalah dari nilai 5 Nilai Kuis Tertinggi (dari 6 kali Kuis dan 1 nilai rata-rata Tugas/PR) 50% dan UTS 50%, dan diperoleh nilai NAS. Nilai rata-rata tugas/PR hanya diberi bobot yang sama dengan satu kali kuis (dihitung sebagai satu kali nilai Kuis). Kalau masih belum puas, silakan ikut UAS dengan bobot NAS 50% dan UAS 50%. Absen tidak ngaruh.
Kesimpulannya, silakan datang hanya pada saat kuis dan UTS saja. Kalau mau, ngga usah dateng kuliah atau ngerjain tugas/PR. Tapi, awas kuis sering diadakan mendadak, alias jadwalnya tidak pasti.

2. Chairunnisa (Medan Elektromagnetik I)
Bu Nissa adalah dosen yang emosinya terkadang tidak stabil (sedikit jutek). Karena hal itu, ia tidak menerima respek yang sangat baik dari mahasiswa.
Penilaiannya sebenarnya tidak terlalu jelas (pada matkul Medan EL I), UTS I dan UTS II diambil rata-rata nilainya (mungkin 50-50 %). Lalu didapat nilai NU. Lalu dari total 4-5 kali Kuis, diambil 2-3 nilai Kuis yang terbaik. Nah, nilai rata-rata Kuis ini akan ditambahkan ke nilai NU, sehingga didapat nilai NAS (udah keluar indeks huruf nilai). Kalau belum puas silakan ikut UAS.
Untuk dosen Bu Nissa, saran saya adalah datang kuliahnya secara teratur. Karena ia dosen yang cara mengajarnya sistematis. Lalu selalu ikutlah Kuis. Enaknya, kuis hampir pasti direncakan (tidak pernah diadakan mendadak). Absen setau saya tidak begitu pengaruh (yah minimal 80% ada tandatangan lah) 

3. Hamonangan (Komunikasi Data)
Terus terang, Pak Monang adalah dosen yang paling aneh selama saya kuliah di sini. Sebenarnya ia cukup jelas dalam menerangkan suatu materi kuliah. Sayangnya, ia sangat jarang hadir mengajar (setidaknya saat saya diajar oleh dia). Dan tanpa alasan yang jelas. Pernah suatu ketika, kita bertanya kepada dia, “kenapa bapak jarang dateng kuliah?”. Dan pak Monang Cuma cengar-cengir saja. Bayangkan, sejak pertengahan semester (sejak UTS – minggu kedelapan), ia hanya masuk sekali sampai minggu terakhir perkuliahan (minggu ke-15). Anehnya, pada saat telah masuk jadwal UAS, ia malah sibuk mengadakan kuliah pengganti, dan memberi bejibun tugas/PR.
Penilaiannya, tugas/PR hanya dapat porsi kecil (sekitar 10%). Begitu pun kehadiran (sekitar 5%). Porsi besar dimiliki oleh UTS (35%) dan UAS (50%). Anehnya, nilai UTS dan UAS para mahasiswa sangat tinggi. Pernah suatu waktu, dari total 70an mahasiswa peserta matkul Komdat, hanya 2 orang yang dapat nilai B. Sisanya (sekitar 70 orang) mendapat nilai A!!! Dosen ajaib.
Tambahan, dosen ini sangat fleksibel. Pernah, saya membujuk Pak Monang untuk memberi takehome UTS setelah kami selesai melaksakan UTS itu (UTS yang saya tidak bisa ngerjainnya). Maksudnya sih untuk tambahan nilai. Dan ia setuju saja.
Saran saya, kerjain tugas klo ada. Gak usah dateng kuliah klo emang gak niat. Tapi kudu hadir pas UTS dan UAS.

4. Ahmad Fuad Mas’ud (Elektronika)
Pak Fuad adalah dosen yang sangat idealis. Tapi Pak Fuad adalah salah satu dosen favorit gw selama kuliah di ITB. Dosennya sangat sistematis dan jelas dalam mengajar. Ia selalu hadir dalam setiap jadwal kuliah. Malahan, ia sering memberikan waktu tambahan kuliah. Suara nya pun ngebass equalizer sehingga enak didengar.
Tapi, Pak Fuad hanya cocok untuk mahasiswa yang rajin. Pasalnya, ia sering memberikan tugas dan kuis – yang sangat berpengaruh ke nilai. Setidaknya, selama satu semester, ia memberikan 6-7 kali PR yang harus dikerjakan dalam waktu seminggu. Serta 4-5 kali kuis yang diadakan setiap menyelesaikan suatu topik / bab kuliah. Enaknya, PR dan kuisnya selalu terjadwal sehingga tidak dadakan.
Setiap kali tidak mengumpulkan PR atau tidak hadir kuis, maka nilai DNA maksimal akan turun satu grade. Misalnya, kamu gak ngumpulin PR satu kali, maka nilai maksimal kamu adalah AB. Trus kalo kamu gak hadir sekali lagi kuis, maka DNA maksimal turun jadi B, dst. Jadi, jangan harap dapat nilai A jika pernah sekali gak ngumpulin PR/kuis, walaupun nilai UTS dan UAS kamu sempurna alias dapet 100. Klo lagi gak niat ngerjain PR / kuis, minimal kamu ngumpulin cover nya. Sehingga nilai PR / kuis kamu dapet 0, tapi tidak mendapat penurunan grade maksimal itu.
Absen pun harus dipenuhi minimal 80% (walaupun Pak Fuad sendiri sering lupa membawa lembar absensi mahasiswa).
Untuk dosen pak Fuad, saran saya datanglah kuliahnya secara rutin, karena dosennya enak klo lagi ngajar. Tapi klo kamu tipe mahasiswa males, dateng aja minimal sekali seminggu ketika kuliah 2 jam. Dan langsung isi absen sampai penuh😉
Tapi klo kuis atau PR harus dikerjakan. Tapi jangan khawatir, jika kamu males ngerjain PR. Gw punya triknya yang bisa memberikan kamu nilai PR sempurna tanpa harus ngerjain. Tapi itu rahasia. Klo mau tau, PM aja gw.
Kembali ke laptop. Tapi saran gw, jangan pernah ragu ngerjain PR sendiri. Karena PR nya merupakan tipe soal yang sangat mungkin keluar di Kuis ataupun UTS/UAS.

5. Dicky Hermawan (PPKN)
Sebenernya, selama semester kemaren, pak Dicky tidak pernah datang mengajar. Kuliah PPKN selalu diisi oleh asistennya, seorang ibu-ibu. Untuk kuliah ini, tidak ada UTS tertulis. Yang ada hanya presentasi kelompok. Satu-satunya momen di mana gw menggoreskan tinta pulpen utk kuliah PPKN adalah ketika UAS. Dan ngga tanggung-tanggung, langsung kudu nulis 3 halaman folio full… Absen ngaruh banget, dari 15 kali absen, maksimal 3 kali ngga absen. Tapi awas, jgn nitip absen, resikonya gede. Soalnya si ibu asisten seringkali manggil nama satu-persatu setip kuliah akan berakhir. Tapi, jangan khawatir, kuliahnya bentar gak pernah nyampe sejam (padahal bobot 2 sks). Trus tinggal dengerin si ibu ngejelasin slide. Nyantei lah hehe

6. Leo Hari Wiryatno (Matematika Teknik)
Pak Leo enak banget jelasin kuliahnya. Asal lo dengerin yang bener, pasti ngerti lah. Udah gitu, ngasih nilainya paling enak dibandingin dosen lainnya. Absen sama sekali ngga ngaruh… Trus kuliahnya cuma dengerin dia ceramah aja, gak ada latian ngerjain soal. Beliau juga cuma 2-3 kali doang ngadain kuis. Tapi hati-hati, kuisnya sering dadakan cuy!

7. Iskandar (Sistem Komunikasi)
Dosen ini cuma menerangkan slide setiap kuliah. Selama semester kemaren, cuma ngadain sekali kuis sama 2 kali tugas (klo ngga salah inget😛 ). Absen kayaknya ngaruh deh. Ngasih nilainya fair, tapi pas ujian enak. Pengawasannya ngga begitu ketat, jadi bisa kerjasama dengan yang lain. Hehe😛

8 Tanggapan to “Karakter dosen-dosen telekomunikasi itb”

  1. Lam kenal,hehehehe dosen macem2 sptny dmn2 spt itu

  2. stafarda Says:

    iya, masih banyak lagi yg kayak gitu,,,
    apalagi klo dosennya banyak proyekan, bisa lebi parah lagi, huehehe

    eh nak elektro jg ya?? darimana??

  3. arema😀

  4. dosen jg manusia he….he….

  5. waw, 5 dari 7 dosen di sini pernah ngajar saya.
    Saye Teknik Elektro subjur Elektronika ITB tahun 2007.
    Salam kenal.
    Situ angkatan tahun berapa??

  6. Ow, baru baca. Angkatan 2008 ternyata. Heheh…
    Nice blog, guys..^_^

  7. Hihihihi… memang beragam dosen di ITB..😀
    Saya plano 2006, adik saya ada STEI 2009, tapi mau masuk ke IF.:mrgreen:

  8. nauth11 Says:

    hati2 ngepost yang seperti ini.. bisa dibaca siapapun, takutnya ada yang tersinggung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: