Arsip untuk November, 2010

DITILANG ASOY GEBOY… Plat Nomor Anda sedikit tidak sesuai ‘Standar Kepokisan’?? Hati-hati Pokis Pencari Kesalahan Berkeliaran di Sekitar Anda!

Posted in ngomong berat, sepeda motor with tags , , , , , , , , , on 26 November 2010 by stafarda

Hari Rabu, 10/11/10, sekitar pukul 10.11, di jalan raya Ujungberung-Cileunyi – sekitar kampus UIN Bandung.

Waktu itu gue lagi mengendarai sepeda motor gue, Vixion merah, dengan atribut kendaraan lengkap – pakai helm fullface, STNK, dan SIM C – dari alun-alun Ujungberung ke arah Cileunyi.

Sewaktu gue melintas sebelum melewati kampus UIN (dari arah alun-alun Ujungberung), ternyata sedang ada razia kendaraan oleh pokis. Karena merasa atribut kendaraan gue lengkap, gue santai aja melewati mereka terus berkendara ke arah bundaran Cileunyi. Dan memang, gue bahkan tidak dilirik oleh seorang pokis pun.

Setelah menyelesaikan sedikit urusan di sekitar kampus UIN, gue pun bermaksud kembali pulang ke rumah. Maka, gue pun memacu kendaraan ke arah alun-alun Ujungberung. Tepat setelah gue melewati kampus UIN, ternyata razia masih ada. Karena gue merasa tidak punya salah, maka gue menurunkan kecepatan kendaraan, dan pelan-pelan santai merayap menuju area razia pokis. Para pokis terlihat seperti berbaris di pinggir jalan, “berkonsentrasi” menatap dan scanning setiap pengendara motor yang melewati mereka – ibarat seorang ular yang sedang mengawasi mangsanya. Gue sih tetap bersikap santai – toh gue merasa tidak ada kesalahan.

Eh tidak dinyana, tidak diduga… ternyata salah seorang pokis kemudian melambaikan tangannya ke arah gue – bukan bermaksud “high five” atau menyapa gue – tapi tentu berniat menyuruh gue menepi untuk diperiksa SIM dan STNK.

Akhirnya gue dengan santai menepikan sepeda motor ke pinggir trotoar.

“Selamat pagi dek”, kata pokis.

Gue cuekin aja, gak gue jawab, sambil merogoh dompet dan mengeluarkan SIM-C dan STNK. Terus gue sodorkan ke pokis nya.
Pokis nya memerhatikan SIM dan STNK sejenak, terus katanya “Plat nomor anda tidak sesuai dengan ‘standar kepokisan’ ya. Jadi adek saya tilang”.

Terus dia ngeluarin surat tilang dari kantongnya, sambil menarik pulpen dari sepatu boot hitam nya (jrit, norak banget emang para pokis, masa pulpen ditaruh di sepatu boot?? Ckckck norak!)

Memang, gue telah mengganti plat nomor gue dengan model plat nomor lain yang lebih estetis dan lebih enak dilihat, tapi plat nomor gue SAMA SEKALI ngga gue aneh-anehin, masih terbaca dengan JELAS dari jauh. Ini cekidot foto plat nomor gue itu…

Plat Nomor Sepeda Motor

Jelas, gue ngga terima kalau harus ditilang karena ‘plat nomor yang tidak sesuai standar kepokisan’ – menurut gue kesalahan KECIL gituuuuhhh… Apa sih yang salah kalau kita pengen sepeda motor kita terlihat sedikit menarik?? Masa sih harus DIWAJIBKAN memasang plat nomor dari pokis (yang kita dapat waktu membuat STNK baru) yang cat nya sama sekali TIDAK RAPI itu?? Apabila plat nomor gue masih JELAS TERBACA dari jauh – ngga kayak plat nomor ALAY gituh. Gue pun membantah,

“Tapi pak, saya liat di jalanan banyak juga yang plat nomor nya aneh-aneh, jauh lebih ‘ngga standar’ daripada plat nomor saya ini pak??”

“Yaa, mereka belum dapat giliran kepergok kami saja. Personil kami kan terbatas dek, tidak mungkin semua kendaraan yang plat nomor nya menyimpang bisa kami tindak sekaligus”.

Busyet dah, NGELES lagi nih pokis, pikir gue. Pokis itu pun kemudian membuka selembar kertas *kucel dan terlipat-lipat!* yang isinya ternyata pasal-pasal pelanggaran lalu lintas. Terus dia nunjukin pasal ‘yang gue langgar’, kira-kira bunyinya gini “Setiap kendaraan harus menggunakan atribut kendaraan yang sesuai peraturan, termasuk plat nomor yang berlabel kepokisan dan diterbitkan oleh samsat bersangkutan.” *Gak tau deh apakah itu benar peraturan dari kepokisan – atau tuh pokis nge PRINT SENDIRI tuh peraturan.
Bla bla bla, perdebatan kami berlanjut, tapi akhirnya gue nyerah dah…

“Yaudah deh pak, silakan tilang aja deh” kata gue.

“Baik, kalau begitu silakan adek ambil SIM nya di pengadilan negeri jalan riau” katanya sambil mencoret-coret ‘kertas dewa’nya.

Oke deh pak, kata gue dalam hati – tetep gue cuekin tuh pokis.
“Nanti hari jumat tanggal 19 (november) pukul 8 pagi ya” lanjut si pokis.

Gue udah pasrah, dengan gaya sok cool sambil melipat tangan di dada memerhatikan si pokis menorehkan tinta nya.

Mau tilang gue, silakan! Asal jangan nyuruh gue buka celana aja…
“Tidak boleh datang terlambat dek, kalau terlambat, adek harus *bla bla bla*” (gue ngga perhatiin dah dia ngomong apa, pokoknya kira-kira intinya harus datang tepat waktu ke sidangnya)

Gue still diam aja, cuek bebek!

“Ehm… Jangan lupa bawa uang yang cukup ya dek , kira-kira uang dendanya sekitar Rp.50 ribu…”

Gue tetap cool. Dalam hati gue, Iya deh pak, ntar kalau kurang duitnya, saya gadai deh nih celana kolor gue!

Tapi tiba-tiba si pokis menatap gue, terus ngomong gini,
“Gimana adek bisa menghadiri persidangan hari jumat jam 8 PAGI atau tidak?” (intonasi kata ‘pagi’ ditekankan oleh si pokis).

Kata gue, “Ya harus bisa lah pak!”
Tapi pokis ngomong lagi gini “Ya kalau ngga mau repot, selesaikan DI SINI aja dek”

Gubrak!

Ternyata UUD juga nih pokis, alias “ujung-ujungnya ‘di sini’ aja” .
Kampret, emang benar kan dugaan gue, ternyata nih pokis emang niatnya MAU CARI-CARI KESALAHAN gue doank! Busyet dah, kalau kesalahan gue GEDE MAH, gue ridho deh ditilang berapa miliar juga. Misalnya ditilang gara-gara gue mengendarai sepeda motor ngga pake roda, atau ngga bawa STNK/SIM malah bawa kartu tanda anggota PITIMOSS. Boleh dah, gue ridho!

Tapi ini, busyet dah…

Terus gue bilang “Gak usah deh pak, saya sidang aja. Kebetulan saya belum pernah ikut sidang, pengen tau rasanya gimana…”
“Sidang itu repot dek, lebih baik adek selesaikan di sini saja”. Busyet, malah maksa lagi nih pokis.

“Udah pak, ga usah. Sidang aja pak”

Pokis itu diam bentar, terus melanjutkan nulisnya. Sret sret sroootttt! (duh yang terakhir mah bukan suara guratan pulpen, itu mah suara ingus gue… 😛 )

“Yaudah ! Silakan tanda tangan di sini!” pokis berkata dengan jutek.
Yaudah gue tanda tangan,terus gue ambil surat tilang warna pink itu.

Terus gue starter motor gue, sebelum itu gue liat bet nama di seragam si pokis: FERY.

Gue teriak, “Ooh jadi nama bapak FERY yah??”
Si pokis menyahut dengan arogan, “Iya, kamu lihat saja di surat tilang itu ada nama lengkap saya!”

Gue Cuma ketawa dalam hati sambil memacu sepeda motor meninggalkan ‘area-X’ itu.

Hahahahaha…

Hallooww Pak Pokis FERY MANULLANG (supaya kedengaran keren, kita singkat dengan kata inisial “FM”) YANG TERHORMAT??

Aneh jika anda tidak sadar kalau kesalahan anda adalah “memaksa” saya (secara halus) untuk menyuap anda. Saya heran, apakah anda tidak membaca pasal yang bahkan ada di surat tilang yang anda hadiahkan pada saya, kalau anda lupa atau bahkan ngga pernah baca pasalnya, ini dengan baik hati saya perlihatkan untuk anda pasalnya (lihat pasal pertama)…

Pasal Peraturan pada Slip Tilang Lalu Lintas

Pasal Peraturan pada Slip Tilang Lalu Lintas

Dan FYI, ternyata setiap pokis berhak mendapatkan ‘uang terima kasih dari negara’ senilai Rp.10 ribu untuk setiap surat tilang yang masuk ke pengadilan. Artinya, ketika kita membayar denda tilang di sidang pengadilan, maka dari (misalnya) Rp.50 ribu yang kita setorkan ke kas negara, Rp.10 ribu rupiah masuk ke rekening pokis yang menilang kita. “Lumayan lah buat beli bakso”, begitu mungkin pikiran di dalam benak Pak Pokis FM YANG TERHORMAT.

Ckckck… Dasar Pokis… 

PESAN MORAL cerita:
Ketika harus melewati area razia pokis, JANGAN PERNAH MERASA bahwa kita bersih dan PASTI BEBAS dari kesalahan, karena yang namanya pokis lalu lintas sedang melakukan razia, mereka SELALU MENCARI-CARI KESALAHAN ANDA – sekecil apa pun kesalahan anda. Kalau perlu, sewaktu melewati razia – gak peduli apakah surat-surat kendaraan anda komplit, gak peduli apakah atribut kendaraan anda sudah sesuai aturan – tancap gas aja sewaktu melewati razia pokis. Semakin cepat anda melewati area razia, semakin kecil kemungkinan para pokis bisa menemukan kesalahan anda.

Mereka, para pokis lalu lintas, benar-benar menjalani profesi yang ‘LAME’. Mereka tidak punya penghasilan yang cukup baik, sehingga apabila mereka menginginkan pendapatan yang layak, mereka harus sedikit ‘KREATIF’. Dan kreativitas mereka disalurkan dengan cara mencari-cari kesalahan di area jalanan.

Sebenarnya tidak masalah apabila attitude para pokis lalu lintas cukup sopan dan mengayomi. Tapi ini?? Lagak mereka tengil, sok berkuasa, memaksa, dan sok hebat. Hah! Kalah jauh sama satpam di Toilet bank-bank. Coba liat satpam di bank, sedikit-sedikit senyum, sedikit-sedikit “silakan mas ganteng”, sedikit-sedikit “sini saya pijitin, sebelah mana yang pegal-pegal pak??”…

Sangat sopan bukan??

Lah ini pokis kita?? Itulah kenapa masyarakat ANTIPATI sama pokis. ATTITUDE alasannya.

*UPDATE TIPS:
Kalau akhirnya nasib menghendaki anda ditilang oleh polisi dan harus ke pengadilan, maka minta sang pokis untuk menahan STNK anda – jangan malah SIM anda yang ditahan!

Kenapa?

Karena ketika saat sidang di pengadilan, ruangan sidang para “pesakitan lalu lintas” yang ditahan antara SIM dengan STNK ternyata berbeda ruangan. Ruangan sidang SIM jauuuuhhhhhhh lebih banyak antrian dibandingkan Ruangan sidang STNK!

Sangat amat BERJUBEL sekali! Penuuhhh oleh manusia, berkeringat, di ruangan nan panas dan pengap, non-AC, dan tanpa Pengeras Suara! Betapa “canggih” nya fasilitas di pengadilan negara kita. Padahal kalau tung-itung, kalau di kota Bandung dalam seminggu ada 500 orang yang terkena tilang, dan kita ambil rata-rata tiap orang terkena denda Rp.50 ribu, maka seharusnya tiap bulan negara memeroleh pendapatan sekitar ( Rp.50 ribu x 500 orang x 4 minggu) = Rp.100 juta per bulan ! Itu kalau buat beli AC ruangan pengadilan dan Pengeras Suara (SPEAKER) bisa dapet berapa lusin ya????

Ckckckckckckc, jadi kemana sih larinya tuh uang denda??…. *geleng-geleng kepala saking takjubnya*

Iklan

[FUNNY!] Phyton and Mice Odd Friendship ! Even the mice make fun of the phyton by running at the phyton head :)

Posted in animal, lelucon with tags , , , , , , , on 22 November 2010 by stafarda

[FUNNY!] Phyton Snake-Mice Odd Friendship ! Even the mice make fun of the phyton by running at the phyton head 🙂

Ular Phyton Dipong sahabat Mencit

Ular Phyton Dipong sahabat Mencit

It is my snake (pet), an Indonesian Dipong Phyton, 2 months old. When i did feeding the phyton with little mice, the phyton got round from the mice. The more strange thing is, when the head of the phyton got bump with the mice’s head, the phyton looked so shock instead!

OMG… What a coward snake a Dipong Phyton is! Even my mother just laughed hard when she saw it! Haha… 😀

Check it out: The Best Taekwondo Taeguk I’ve ever Seen in the world !

Posted in martial art, ngomong santei with tags , , , , , , on 22 November 2010 by stafarda

Hmm… Hari ini, minggu 21 november 2010 di GOR Koni Bandung.
Gue baru aja selesai melakukan ujian kenaikan tingkat taekwondo ke GEUP-2. Ternyata ujian kali ini yang paling edan dibandingkan ujian kenaikan tingkat sebelumnya.

*tiba-tiba jadi pengen ngomong inggris :p *
When it was the Taeguk performing time, i think i did well, even the crowds at the tribune did yelling to me. I did Taeguk 6, Taeguk 5, and then Taeguk 2 (the last was choosed randomly by the sabeum-examiner). And then, i also did good when doing One-Step. I made a number of “my-own-move” 😉 . Also when it was the wood-board breaking times (The breaking has to be done by “Dwichagi” by the way).

But…
When i did sparring with my partner, yeah, you know what?? For couples of time, either me or my sparring-partner did crash our own leg each other… Because of it, I broke my right knee-bone, and i have an ankle injury, at my right-leg too! Those injuries make me can not walk well till a day after…

Hahaha, but still… I LOVE SPARRING! 😀

PS:
Thanks to those video of Taekwondo Taeguk below (i found it from youtube), especially for the taeguk performer. I learnt from your video, and you know what… Your movement is AWESOME men!!! It has incredible speed, power, and right body-movement.
THIS MOVEMENT IS THE BEST TAEKWONDO TAEGUK I’VE EVER SEEN in the world ! LOVE IT VERY MUCH!

Here is the video…

Taeguk 6 (Yuk Jang) :

Taeguk 5 (O jang) :

and for the rest of the taeguk, you can watch it from this youtube profile :
isritacarito

Adu Babi Liar VS Anjing Pitbull: Liar, Agresif, dan Penuh Tetesan Darah…

Posted in ngomong santei, traveling with tags , , , , , , , , , on 13 November 2010 by stafarda

Ini video yang berhasil kami rekam di sela-sela tipisnya daya baterai kamera…
*UPDATE 14/11/2010 dan update lagi 26/12/2011 : Seluruh VIDEO ADUAN INI ternyata DIBLOKIR oleh pihak youtube dengan alasan menampilkan VIOLENCE… WTF! Ckckck, kecewa banget gue ampe diblokir gitu…*

Peringatan Youtube terhadap video adu babi vs pitbull

Peringatan Youtube terhadap video adu babi vs pitbull

(Cerita Lengkap dapat dilihat di bagian bawah video)



Hari ini Minggu, tanggal 24 bulan 10 tahun 10

Seharian ini, tepatnya sedari pagi tadi, gue dan teman-teman di KMPA (keluarga mahasiswa pencinta alam) ada acara lapangan untuk kaderisasi calon anggota baru. Materinya yaitu NAVIGASI DARAT TERBUKA, di suatu daerah kebun teh yang indah di distrik (cielah.. distrik..) Parongpong, area Lembang… Karena kebun tehnya malu kalo disebut-sebut namanya di depan umum, kita sebut saja kebun teh tadi dengan inisial S!K*&*N*… (ehh itu inisial atau bukan sih?? 😛 )

Karena gue udah terbilang angkatan SENIOR di KMPA (haha… anggap aja itu sebutan halus untuk angkatan TUA 😛 ), jadinya gue, n temen-temen seangkatan gue yang sebenernya ngga penting-penting buat disebutin namanya, tapi yahh kasian lah gue lihat muka mereka dah melass banget pengen disebutin di cerita ini (wkwkwkwk…), yaitu sebut saja teman-teman gue itu bernama Maman, Jarwo, Sani, n Aldi. Akhirnya kami sang Lima Sekawan hanya jadi tukang recok aja di antara anggota muda KMPA lain yang sedang membimbing para calon anggota KMPA.

Singkat cerita, sebagai senior yang baik 😛 , sejak pukul 10 pagi kami berkeliling-keliling di area kebun teh nan indah itu, menengok progress kesuksusesan penyerapan nutrisi,eh salah, penyerapan materi navigasi darat oleh panitia kepada ke-32 orang calon anggota baru yang mengikuti materi hari ini. Intinya mah, ngeceng sebenarnya,hahaha… (Ngga ding, kita gak ada niat ngeceng kok… beneran! 🙂

Setelah capek menginspeksi kinerja panitia dan keliling-keliling kebun teh, dan berhubung Bang Jarwo belum makan pagi sejak sepuluh tahun yang lalu (pantesan badan maneh ceking wo…haha 😛 ), akhirnya sekitar pukul 12 siang kami memutuskan untuk kembali ke desa terdekat untuk sekedar menikmati lunch time (gayaa… makan gorengan ama baso di kampung aja pake istilah lunch!).

Tidak dinyana tak diduga, tepat di perbatasan terakhir antara desa dengan kebun teh, kami melihat banyak orang berkerumun di suatu lapangan rumput terbuka. Di pusat lapangan, terdapat semacam gelanggang yang dibangun dari bambu. Dari jauh, terdengar gonggongan-gonggongan anjing yang menyalak dengan liar. Anjing-anjing itu diikat pada pasak kayu yang kokoh.

Rasa penasaran merasuk hingga ke tulang… Akhirnya kami tidak dapat menahan diri untuk… kencing! Dan kami segera berlari menuju pohon terdekat untuk memuaskan hasrat menyemburkan air seni kami…

Oke, kembali ke tanktop. kami tidak dapat menahan diri untuk menghampiri lapangan rumput itu, hati kami bertanya-tanya: ADA APA??

Kami lalu menghampiri gelanggang di tengah lapangan rumput. Gelanggang itu berukuran sekitar 10 meter x 5 meter, dan dibuat dari bambu sepenuhnya. Di sekeliling gelanggang, dibangun semacam tribun penonton (tapi tidak ada tempat duduk – kita harus berdiri dan melongok ke dalam tribun – persis seperti kalau kita ngeliat buaya di kebun binatang). Tribun itu berada sekitar 2 meter dari atas permukaan tanah. Lalu kami melongokkan pandangan ke sela-sela bambu untuk melihat ke dalam gelanggang.

Dan ternyata, di dalam gelanggang itu terdapat seekor babi yang cukup besar -mungkin seukuran kambing ABG – , sedang berkubang di suatu genangan air kotor yang berwarna coklat keruh. Babi itu terlihat galak dan bengis, taringnya menonjol dari dalam mulutnya. Beberapa kali, babi itu mencoba untuk melompati pagar gelanggang (meloncat ke tribun penonton), mungkin ingin menakut-nakuti penonton yang sedang memprovokasi si babi lewat teriakan mereka.

Arena apakah ini?? Aku semakin penasaran.

Aku pun lalu bertanya ke seorang tukang siomay yang ngetem di pinggiran gelanggang itu.

“A’ bade aya naon ieu di dieu teh?” translate -> “Mas, mau ada apa sih di sini?”
“Oh eta mah bagong sareng anjing bade digelutkeun jang…” -> “Di sini bakal ada adu babi liar dengan anjing, mas ganteng…” *terserah anda mau percaya atau tidak dengan terjemahan kata terakhir…hahaha…*
Gila, gue makin penasaran pengen liat kayak apa kalo babi ama anjing dicipokin….

gue jadi pengen nonton. Cuma karena emang adu nya belum mulai, kami lalu makan baso dan gorengan dulu di warung dekat sana. Setelah selesai makan, sekitar jam 13 lewat kami beranjak menuju ke gelanggang.

Oke, sampe di sini mode serius on…

Setiba di gelanggang, masih penuh dengan gonggongan anjing di mana-mana. Anjing-anjing itu terlihat galak dan aktif. Lidah mereka terjulur panjang, serta anjing-anjing itu bernafas dengan cepat dan keras. Wah, sepertinya anjing-anjing ini sangat beringas. Jenisnya macam-macam, kebanyakan sih anjing jenis pitbull.

Kami lalu melongok ke dalam arena, wah si babi liar masih tetap di dalamnya, asik berendam dalam kubangan. Mata sebelah kanannya terlihat mengeluarkan darah, tapi sudah kering.

Aku lalu mengobrol dengan beberapa orang di sana. Ternyata aduannya masih belum dimulai, karena masih menunggu kesiapan beberapa pemilik anjing. “Tapi sebentar lagi kok a’ bakal dimulai”, kata mereka para penonton setia yang berada di sekitar gelanggang. Adu babi liar vs anjing pemburu ini ternyata hampir rutin diadakan di sana, sekitar 2 minggu sekali diadakan – tergantung apakah ada ‘stok’ babi liar atau tidak. Adapun babi liar yang saat ini akan diadu merupakan hasil buruan dari hutan di daerah Sumedang. Dan menurut mereka, babi yang ada saat ini berukuran cukup besar… Dan bakal jadi pertandingan yang seru, kata mereka.

Kami berlima lalu memutuskan untuk naik ke tribun penonton. tapi ternyata harus bayar tiket masuk cuy, Rp.3 ribu per orang. Abis membayar, kami lalu mencari spot menonton yang strategis. Kapasitas penonton sedikit kok, kalau diasumsikan di sekeliling tribun, penuh para penonton melongokkan kepala semua ke dalam arena, paling hanya muat sekitar 50 orang. Adapun yang nonton saat ini ada sekitar 20-an orang.

Beberapa saat kemudian, penonton mulai ribut dan berisik. Ternyata, aduan akan segera dimulai. Terlihat dari pintu bambu arena yang saat ini terbuka, seorang pawang terlihat kepayahan menggiring anjing peliharaannya masuk ke dalam gelanggang. Susah-payah dia menarik-narik ikat leher anjing itu. Anjing itu terlihat memberontak dan menyalak-nyalak, seolah-olah enggan untuk digiring masuk ke dalam arena. Tapi akhirnya, anjing itu berhasil dimasukkan ke dalam arena.

Wah gila, anjing ini ukurannya besar juga, Jenis pitbull. Mukanya jelek, bulunya mayoritas hitam. Lidahnya panjang dan menjulur. Serem pokoknya ngeliat. Gue jadi kasian dengan babinya, wah pasti nih babi abiss digigitin ma tuh anjing…batin gue. Terus terang, gue emang menyangka kalau babi pasti kalah kalau melawan anjing.

Setelah sang pawang berhasil menarik-narik tali leher dan menggiring anjingnya ke tengah arena, dia lalu melepas si anjing ke arah babi yang sedang asik berkubang. Gilaa, nih anjing tadi kayak malu-malu gitu masuk ke dalam arena, eh sekarang malah langsung beringas berlari memburu ke arah babi malang… Kebetulan, posisi gue nonton sangat strategis. Si babi berada tepat di bawah gue (gue berdiri tepat di atas kubangan babi) – posisi si babi hanya sekitar 3 meter di hadapan mata gue.

Dan wah, yang terjadi benar-benar di luar ekspektasi gue… Gue melihat kejadian yang sangat miris dan memilukan untuk dilihat secara langsung… Dua makhluk malang diadukan dengan sengaja oleh para manusia hanya untuk bersenang-senang, hanya untuk kepuasan sesaat. Anehnya, orang-orang yang menonton terlihat begitu bersemangat dan antusias melihat bagaimana kedua makhluk yang memang bernaluri liar berlaku saling serang dan saling gigit. Di manakah rasa miris, rasa tidak tega, dan rasa kasihan mereka melihat pembantaian itu?? Ini lebih parah daripada adu sabung ayam. Darah babi dan anjing berceceran membuat genangan air yang tadinya coklat, menjadi bercak-bercak kemerahan.

Oya, jadi begini ‘peraturan’nya… Babi liar yang ada di dalam arena akan diadu dengan anjing pemburu *yang memang sengaja dipelihara untuk hobi atau untuk berburu babi*. Apabila sang anjing berhasil menggigit badan si babi dan gigitannya tidak terlepas maka sang anjing akan dinyatakan ‘menang’. Tapi apabila sang anjing terluka parah, atau tidak berani lagi untuk melanjutkan ‘pertandingan’, maka anjing itu akan dibawa keluar dari arena dan dinyatakan ‘kalah’ – lalu dimasukanlah lagi anjing berikutnya untuk diadu dengan babi yang sama. Terus begitu sampai si babi liar tewas… Sadis kann???

Oke lanjut ceritanya. Si anjing pertama berlari memburu ke arah babi yang asik berkubang. Si babi pun sudah siap menyambut. Taring si anjing langsung berusaha menggigit moncong si babi, tapi babi itu memang kuat sekali. Dia langsung mengibaskan moncongnya dengan kuat ke arah muka si anjing. Pletakk!! Beuh, si anjing langsung terpelanting ke samping. Tidak mau menyerah, dia berusaha bangkit, Tapi, taring si babi telah menancap di punggung anjing itu, lalu si babi menyibakkan taringnya ke samping…. Dan… astaga!!! Kulit si anjing langsung robek besar dan terlihat lapisan kulit dalam nya yang kemerahan… Yakkss… Pertandingan terus berlanjut… Kemudian anjing itu terlihat kalah, bibirnya robek panjang hingga ke bawah mata, kulit di punggungnya terlihat mengelupas di beberapa tempat… Darah berceceran di arena, tapi anjing itu tidak mati, masih kuat berjalan keliling arena. Tapi nampaknya, nyalinya udah ciut. Dia tidak mau lagi menyerang babi itu, walaupun dipaksa oleh pawangnya,,,

Di sela-sela pertandingan, kulihat muka teman-temanku. Ekspresi mereka terlihat meringis tidak tega melihat itu…

Akhirnya, anjing itu dinyatakan kalah dan ditarik ke arena. Anjing pertama yang diadu dengan sang babi memang berbadan besar, tapi menurut penonton, anjing itu bodoh dan tidak pandai berkelahi. Menurut penonton fanatik di sebelah ku, anjing yang terluka tidak akan dibunuh. Tapi luka-luka nya akan dijahit dan diobati… Walaupun aku tidak begitu yakin apakah luka sebesar yang dialami anjing pertama itu bisa diobati hingga sembuh…

Anjing kedua juga kalah, dia badannya lebih kecil daripada yang pertama. Tapi lukanya lebih mendingan daripada anjing pertama. Hanya robek-robek kecil di sekujur punggungnya…

Anjing ketiga cerdas. Dia berhasil menggigit moncong samping kanan si babi dengan kokoh. Si babi tidak bisa berbuat apa-apa… Gimana bisa?? Kalau dia menyibakkan moncongnya, otomatis muka si babi bakal robek… Mau gigit pake taring pun tidak bisa, karena moncongnya telah digigit dengan kuat oleh si anjing. Mau nendang pake kaki juga mana bisa, kakinya pendek gitu. AKhirnya si babi cenderung diam pasrah. Si anjing ketiga pun dinyatakan menang. Lalu dipisahkan oleh panitia menggunakan tameng bambu…

Tapi si babi masih terlihat sehat. Menurut orang-orang, babi ini memang kuat. Biasanya, setelah diadu dengan anjing ketiga, biasanya seorang babi akan luka parah, atau bahkan mati…. Tapi ini tidak…

Gillaaa….

Untungnya, hujan deras turun… Arena aduan basah diguyur hujan. Pertandingan dihentikan untuk sementara…

Di sela istirahat, kami melihat ke sekeliling luar arena – di mana belasan anjing terikat – menunggu untuk diadu dengan babi. Kasian melihat anjing-anjing itu. Mereka seakan tahu bahwa mereka akan segera diadu dengan babi yang berbahaya. Bahkan, gonggongan mereka semakin menjadi-jadi saat melihat ‘rekan’ anjing yang tadi terluka parah diobati di hadapan mereka. Beberapa anjing terlihat berusaha menggigiti tali pengikat – seakan-akan ingin kabur dan bebas lepas dari paksaan beradu dengan babi…

Kami masih penasaran ingin melihat akhir pertandingan. Sayang, setelah menunggu hampir satu jam, hujan tidak juga berhenti… Akhirnya kami memutuskan untuk pulang…

Hmmm… gue masih surprised ngeliat kejadian itu… Gila, gak tega gue ngeliatnya…

Kebetulan, baterai kamera yang kami bawa lowbatt. sehingga kami tidak bisa merekam keseluruhan pertandingan.

TIPS Berhenti Merokok… Ala anakmoeda[wordpress]com

Posted in ngomong berat with tags , , , , , on 13 November 2010 by stafarda

Merokok harus diakui emang nikmaat… Buat yang bukan perokok, jangan protes untuk statement gue itu. Beneran kok, emang nikmat bangett… …Bangeetttt…. Setiap tarikan hirupannya, ketika asapnya merasuk ke dalam tenggorokan, rasa nikmat menjalar ke dalam setiap sel rongga dada. Apalagi kalau merokok abis makan, beuhh, rasa-rasanya mendingan gak makan tapi ngerokok, daripada gak makan tapi gak ngerokok (yaiyalah…). Kalo gak percaya nikmatnya ngerokok, cobain aja deh sebataang aja setiap hari, dijamin kamu bakal tau gimana nikmatnya… (Nah lho, katanya mau ngasi tips berenti ngerokok, eh kok malah ngegodain orang buat ngerokok??? wkwkwk)

Hmm tapi efeknya nih yang berbahaya…
Baru bentar jogging di sabuga, tapi nafas udah ngos-ngosan dan penuh desahan??
Duit Makan Kiriman Bonyok Selalu Ludes karena Bela-Belain dipake untuk Beli Rokok di Kios Rokok Bu Sutiyem??
Anda termasuk Perokok Tipe-A yang senang berbagi rokok dengan sahabat?? (maksudnya berbagi adalah MEMINTA sahabat untuk berbagi rokoknya 😛 )

Walaupun gue sendiri belum bisa berhenti ngerokok, tapi seenggaknya gue udah berusaha meminimalisir porsi rokok gue menjadi hanya 3 selop sehari (Busyet, meminimalisir atau memaksimalisir tuh??)… Tapi jangan putus asa dulu, ini gue punya tips sederhana dan canggih buat kalian yang pengen stop merokok…

1. Berhenti Bergaul dengan Teman-teman yang Merokok
Wah, gila, masa’ baru tips pertama, udah dikasi saran yang beraattttt banget untuk dilakukan… Hmmm emang sih berat, tapi gue yakin para perokok gak akan bisa tahan godaan kalo sewaktu ngobrol dan bercanda ama temen-temen lo yang perokok, terus ngeliat mereka menghirup asap dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan raut wajah penuh kepuasan…. Pasti Sange dan mupeng banget bawaannya!!! Jadi pengen juga “nyicip-nyicip” kan? Yakin gue! Makanya, cepet-cepet berhenti bergaul dengan temen-temen yang perokok! (Hahaha, Mampus,, gak punya temen deh lo… 😛 )

2. Lakukan Self-Hypnosis untuk Berhenti Merokok
Tau Hipnotis kan?? Itu tuuh, yang suka dilakuin si Uya Kuya di Tipi – yang sering ngebuat pasangan muda-mudi ABABIL (ABG Labil) itu putus dan berantem gara-gara hipnotisnya si Kuya mengungkap semua kegombalan mereka selama ini.
Nah, ini percaya atau tidak percaya, senjata paling ampuh buat berhenti ngerokok… Caranya self-hypnotis?? Gampang aja, instruksikan alam bawah sadar anda untuk mengambilkan laptop anda, terus nyalain n pasang modem, buka modzila rubahapi terus masuk ke web google dan ketik deh “cara self-hypnosis”. Baca dan resapi maknanya hingga meresap ke dalam “deep thinking zone” anda, dijamin anda akan jago dalam melakukan self-hypnosis… Wkwkwk becanda, self-hypnosis gak bisa gue terangkan di sini karena konsepnya cukup panjang untuk dijelaskan 🙂

3. Jangan nonton program TV yang Disponsori Rokok
Nonton acara yang disponsori rokok bisa ngebuat kita jadi pengen ngerokok cuy… Gimana ngga, pas nonton acaranya, dikit-dikit dengar merk rokok kesayangan disebutin oleh pembawa acaranya… Lagi nonton bola Liga Super Indonesia, ehh mbak-mbak pemandu Kuis nya bilang “Selamat anda mendapatkan uang tunai satu juta rupiah dipotong pajak 200 persen.. Hadiah anda dan acara ini disponsori oleh Djarum Pentul… Pria Punya Selera…”

4. Minta Pacar untuk Memarahi Setiap Kali Kita Merokok
Waahh, kalo ini mah dijamin setiap pacar kita pasti bakal dengan senang hati dan riang gembira ngelakuin hal itu untuk kita (tapi klo tips yang ini gue belum tau tingkat keampuhan nya-maklum lagi single, haha). “Demi kebahagian sang tautan hati, apa sih yang ngga bakal aku lakukan buat kamu??” Ciahhhahaha, mungkin itu yang bakal mereka bilang waktu kamu minta mereka untuk ngawasin kamu untuk berhenti merokok… Kalo perlu, minta mereka untuk menabok, eeh salah, mencium pipi kamu setiap kali kamu ketauan merokok… (Halah, itu mah NGAREEPPP namanya… Malah jadinya kita kesenangan pengen ngisep terus, wkwkwk)
Tapi gimana donk kalo pacar aku juga perokok berat, juragan pabrik rokok, pedagang asongan, atau bencong sapoy yang suka ngisep “Rokok Ijo”??? Huahahaha, gampaanngggg! PUTUSIN AJA LAH, gitu aja kok repoott?? (mohon dilafalkan ala Gus Dur gadungan – yang di acara guyon politik di metro tipi itu loh 😛 )

4. Hidup Sendiri di Tengah Hutan Setahun Penuh
Hhmmm, ini emang cara yang paling ekstriim untuk berhenti merokok. Khusus buat anda yang udah desperate banget udah ngejalanin tips 1 hingga 4, tapi tidak membuahkan anak, mungkin ada kesalahan dalam sistem reproduksi anda… Mungkin anda kurang melakukan foreplay dan terlalu terburu-buru pengen cepat “tembus”… (Nah lho, kok jadi mirip artikelnya Dokter Boyke yaa?? Hahaha)
Ya benar, ambil ransel anda, bawa dan packing HANYA sleeping bag, golok, garam, dan korek. Jangan ajak siapa-siapa. Terus pergi ke Terminal Ledeng, naek angkot yang akan membawa anda ke area hutan Situ Lembang (gak usah jauh-jauh dulu). Silakan SURVIVAL di sana ala Cast Away – jangan pulang kalau belum setahun penuh, Kalau beruntung, anda akan menemukan ular-ular yang sedap untuk DISANTAP!!! Huahahahaha (ketawa ala orang freak)…

Ya, itulah segudang tips nan AMPUH dari gue – tidak usah berterima kasih dan pake sujud segala, tips dari gue itu sih belum seberapa kok (alah, Ge-er banget ya gue… Hahaha)

Intinya: DISIPLIN.

-doakan saya juga supaya bisa STOP MEROKOK ya!!!-
stafarda

Namaku Wahyudi, Kelas V SD Sewukan (cerita pengungsian Merapi)

Posted in ngomong santei with tags , , , , , on 2 November 2010 by stafarda

Meneruskan suatu cerita dari message group FB “Equator Indonesia”…

=============================================================================
Fajar Suryo Isworo 02 November at 18:25 Reply • Report
Namaku Wahyudi, Kelas V SD Sewukan..

Siang ini seperti hari biasa yang kulalui ditengah pengungsian SD Sewukan Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kab. Magelang. Sebenarnya rumahku bukan disini tetapi di sebuah dusunq yang terletak kurang lebih 7 km dari puncak Merapi. Terpaksa aku harus mengungsi ke sini,,ke Sekolah ini..aku tidak bisa sekolah..karena sekolahku hanya berjarak 7 km dari Pundak Merapi..begtu mungkin wahyudi Berujar dalam Benaknya. Wahyudi adalah seorang diantara ribuan anak2 dipengungsian yang ada di lereng Merapi yang meliputi kab. Magelang,Sleman,Boyolali

Ya..ternyata memang Merapi memberikan dampak yang sangat luas bagi masyarakat yang tinggal di lerengnya. Sebagian besar mata mungkin lebih tertuju kepada Desa Hargobinangun, Kepuharjo sekitaran jalan kaliurang km 20 ke atas. Karena memang dampak Merapi terbesar lebih banyak dirasakan ke penduduk di sana. Namun kadang kita juga terlupa ada beberapa desa yang “terkesampingkan” karena Alhamdulillah awan panas tidak mengarah kesana yaitu sekitar Kab. Magelang.

Sehari kemarin saya mendapat tugas dari Satu Bumi FT-UGM untuk menghibur anak2 dipengunsian salah satunya lewat lomba menggambar. Apa daya 1 minggu dipengungsian membuat anak2 tersebut tidak sekolah dan mati gaya di pengungsian. Sebagian besar bantuan hanya berkutat pada logistic karena memang itu yang utama dan kehidupan sehari2 seperti MCK dll.

Namun ternyata melihat dari sorot pandang anak2 tersebut di pengungsian, yaa. Walaupun saya bukan orang dengan background psikolog..saya bisa menangkap penderitaan bathin yang begitu mengena pada mereka. “Kematigayaan” mereka sehari2 di pengungsian membuat mereka menjadi begitu trauma dengan bahaya Merapi..

“Ayo..anak2 semua berkumpul di sini kita mau ada lomba”..begitu Mbak Umi,,temanku berteriak mengumpul anak2 untuk lomba menggambar dan mewarnai. Woow,,rupanya antusiasmemereke begitu memuncak. Mungkin karena selama hamper 1 minggu di pengungsian tidak ada kegiatan yang berarti.Lomba dibagi menjadi tiga katogeri, TK – Kelas 1 SD Mewarnai, Kelas 2 – 3 SD mewarnai, Kelas IV – Kelas VI SD Menggambar. Pada lomba menggambar aku berikan tema pada mereka Yaitu, “Gunung Merapi dan Aktifitasnya”.

Namun lomba yang direncakan pada jam 13.00 agak molor hingga pukul 13.45. Kakak Koko teman saya yang bertugas sebagai frontliner di depan perangkat Desa Sewukan, nampaknya agak kesulitan untuk mendapat tempat anak2 lomba. Padahal cocotan koko sajane wes ampuh, tetapi gagal juga, karena kunci ruangan tempat untuk lomba dibawa salah satu perangkat Desa entah kemana.Lagiupula karena sementara ruang2 kelas dipakai untuk :”leyeh-leyeh mati gaya orang tuanya” jadi terpaksa lomba kami gelar di Tenda Pleton milik Garuda Indonesia. Hehehe..lumayanlah make tenda pleton milik perusahaan itu dari pada gak ada gunanya..Lomba pun dimulai, anak2 dengan tertib berusaha saya dan mbak umi kondisikan untuk duduk yang rapi. Sementara itu Anta,Wawan dan Adam membagi2kan kertas dan pensil serta crayon.

Lomba pun dimulai, karena waktu sudah menunjukan pukul 13.30, lomba hanya saya batasi 30 menit. “Tema gambarnya adalah Gunung Merapi dengan aktifitasnya ya adek2” teriakku menggunakan megacot. “gambarnya boleh dua gunung mas?” Tanya salah seorang peserta. Ada lagi yang lain “gambar2nya ada wedhus gembelnya ya mas”? Tanya yang lain lagi. Macam2 pertanyaan mereka yang timbul. Walupun hanya gambar gunung, tetapi dengan tema gunung Merapi kali ini tentunya bukan gunung yang biasa. Sementara itu lomba mewarnai berlangsung untuk anak2 tk hingga kelas 3 SD di tempat yang sama. Ramai sekali ketika itu. Hehehe..ada juga pemda berseragam ikut2an mengambil foto aktifitas kami. Ya mungkin lumayan buat laporan ke atas. Ada aktifitas nih pak di pengungsian. Ah bodo amat aku gak ambil pusing..monggo pak silahkan diambil fotonya,,bathinku..hehehe..

Waktu sudah menunjukan pukul 14.30, lomba harus segera kami akhiri. “ayo2..gambarnya dikumpulin adek2., yang mewarnai kumpul ke mbak umi sama mas anta,, kalo yang menggambar kumpulin ke mas fajar” sekali lagi aku berteriak menggunakan mengacot bahkan berulang-ulang, karena mereka masih asyik dengann aktifitasnya. Lumayan banyak juga..ada sekitar 150 anak yang mengikuti lomba kali ini. Gambar2 pun aku kumpulkan..wah banyak sekali..susah ini kalo penjurian aku sendiri. Akhirnya aku memutuskan ke Posko anak2 Satu Bumi..eee..kebetulan ada Mbah Jarod..Seniman serba bisa kita di Posko. “Mbah..tolong di nilai ni,,juara 1 ampe 5 mbah”..wah banyak sekali ternyata. Tadinya aku mau bikin system Datum saja..berdasarkan kelengkapan gambar dan kretatifitas. Namun karena bisa kelamaan. Langsung saja mbah jarod mengambil tumpukan gambar itu, dan langsung dilihatnya satu persatu. Hmmm dengan sekilas mbah jarod bisa mengambiil 10 terbaik, dari 150an, kemudian menyeleksinya hingga 5 terbaik. Alhasil juara pertama jatuh kepada Wahyudi, bocah yang saya ceritakan di awal tulisan..

Lengkap sekali gambar Wahyudi ini..ada gunung Merapi lengkap dengan lahar dan wedhus gembelnya, tak lupa juga jalur evakuasi, orang bawa ternak, dan orang dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka..tidak heran mbah Jarod mendaulatnya sebagai juara..hehe

Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, berarti sudah saatnya pengumuman para pemenang diselenggarakan. “Ayo ayo adek2 kita kumpul di tenda, mau ada pengumuman pemenang lomba nih” ujarku. Langsung saja tanpa menunggu waktu lama ratusan anak langsung menyerbu tenda. Perlu sedikit waktu untuk mengkondisikan anak2 duduk dengan tertib di dalam tenda. Akhirnya satu persatu pemenang pun di panggil ke depan olehku dan umi. Setelah hadiah dibagikan ada sedikit perubahan rencana. Koordinator posko Fawaz, memasrahkan hadiah hiburan berupa buku gambar dan buku tulis dibagikan pada semua peserta lomba. Awal mulany berjalan lancar . anak2 menunggu giliran dengan tertib. Namun pada akhirnya terjadi sdikit rebutan. Banyak orang tua yang anaknya tidak ikut lomba juga ikut2an minta hadiah ke panitia.. Waduuh..piye iki..alhasil..gak kebagian smua deh tuh peserta lomba..gimana lagi namanya sayang ama anak..dibela2in deh minta langsung ke kita walaupun anaknya gak ikutan lomba..hehehe..namun kasian juga ada anak yang gak kebagian..MasyaAllah tau nggak bro..dikasih bolpen satu aja senengnya minta ampun..setelah acara selesai ada orang tua lagi datang pada saya.. “mas, anakku ora kebagian bolpen ki mas..nangis ki”katanya padaku..anak itu pun menangis di gendongannya..”Ya udah bu ambil saja bolpen saya” (padahal buka bolpen hadiah lomba, Cuma bolpen faster yg tintanya mau abis)..eh siapa sangka anak itu langsung berhenti nangisnya..

Begitulah kisah kecil ini saya ceritakan sama temen2..kebutuhan psikologis semacam ini sangat dibutuhkan oleh anak2 di pengungsian..agar mereka tetap semangat belajar walaupun dalam keadaan bencana..kita smua gak boleh menutup mata, kita harus bantu sesama.

Bagi temen-temen yang mau ikut berpartisipasi dalam tanggap Merapi dapat menyalurkan bantuannya ke :

Ø No Rek Tujuan : Bank Mandiri a/n Rahmad Suyudi (0060005993484)
Ø No Rek Tujuan : Bank BCA a/n Gunawan Wahyudi (0373003104)
Ø No Rek Tujuan : Bank BNI a/n Dwi Sukma Pratiwi (0104601062)

Konfirmasi transfer silakan menghubungi Sdr. Anto (085747537752)
Punya tenaga dan waktu bisa bantu2 di posko,silahkan hub sdr. Jendul (081392501788)

Info lebih lanjut tenang satubumi tanggap bencana Merapi,silahkan klik di
http://www.satubumi.net/index.php?option=com_content&task=view&id=228&Itemid=1

Mengutip kata seorang teman “dimulai dari yg kecil ,dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang” mari kita bantu saudara2 kita…

-Fajar Suryo Isworo-

===========================================================================