4 Area Penyelaman (Dive Site) Terbaik di Bali


Halo anak muda!

Gw (dan teman-teman seangkatan lain di unit selam) dapat tugas dari senior-senior di unit selam untuk membuat pembahasan divesite di seluruh Indonesia. Gw kebagian untuk ngebahas seluk beluk penyelaman di divesite Bali. So, ini dia hasil cengkerama saya bersama Mbak Google, dan gw kompilasi di sini. Siapa tau ada yang tertarik menyelam di Bali, siapa tahu info ini bermanfaat. Gw sendiri pun belum pernah menyelam di Bali (moga-moga libur musim panas tahun ini bisa terwujud *caelah… hahaha* )

==============================================================================

Pulau Dewata, Bali. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang terkemuka di dunia, Bali memiliki sejumlah divesite berdaya tarik tinggi yang unik, indah, dan ramai dikunjungi oleh para diver dari seluruh penjuru dunia.
Apa saja divesite tersebut? Mari kita lihat.

1. BLUE LAGOON, PADANG BAY

Blue Lagoon dikenal pula dengan nama Baong Penyu, terletak di sebelah utara Silayukti Point. Blue Lagoon berupa teluk berpasir putih yang dipenuhi oleh karang yang dangkal, coral dan rumput laut jenis Acropora. Selain itu, sering juga terlihat makhluk lain yang menakjubkan seperti hiu, gurita, belut, crocodile fish, scorpion fish, dsb. Kondisi air di perairan Blue Lagoon sedikit dingin, suatu saat bisa mencapai suhu 20 derajat Celcius, namun secara rata-rata berkisar antara 25-28 derajat Celcius. Kedalaman perairan berkisar antara 5-20 meter, dengan tingkat visibility 10-20 meter.

– Lokasi Divesite :

– Akses dan Transportasi :
Blue Lagoon dapat ditempuh dari Bandara Ngurah Rai selama sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan taksi menuju pelabuhan Padang Bay.
Atau jika ingin murah, dari Bandara Ngurah Rai kita dapat menggunakan bemo jurusan Tegal. Dari terminal Tegal, naik angkot menuju Terminal Ubung kemudian menumpang bus dengan ongkos Rp.35.000,00 menuju Pelabuhan Padang Bay.
Dari Pelabuhan Padang Bay, kita menggunakan perahu boat atau kapal nelayan selama 5-10 menit untuk mencapai Blue Lagoon.

– Keunggulan dan Kekurangan Divesite :
Keunggulannya yaitu divesite ini memiliki perkembangan coral yang menakjubkan. Selain itu, warna lautnya pun berwarna kehijauan (tidak seperti namanya – Blue Lagoon alias Laguna Biru).
Kekurangannya yaitu pada waktu tertentu dalam setahun, pola gerak angin seringkali membawa sampah-sampah laut ke pantainya. Selain itu, plankton yang banyak terdapat di teluk ini mengurangi tingkat kejernihan dan pandangan dalam air.

– Estimasi Biaya Penyelaman :
Sekitar Rp.550.000,- (menggunakan jasa agen penyelaman)

– Contactable Person : Made Suwena; agen penyelaman Water Worlx

2. TULAMBEN BAY

Teluk Tulamben merupakan salah satu area penyelaman yang paling terkemuka di Bali. Tulamben merupakan zone biogeografis kelautan dunia yang memiliki diversitas kehidupan laut paling beragam. Kehidupan laut yang hidup di sini antara lain Big-eyed Trevally, gorgonian, sunfish, hingga hiu karang. Tingkat visibilitas di area ini antara 12-25 meter, dengan kedalaman air 3-40 meter (rata-rata 18 meter).

– Lokasi Divesite :

– Akses dan Transportasi :
Teluk Tulamben berada di tanjung timur laut pulau Bali, sekitar 100 km dari Denpasar. Untuk mencapai Teluk Tulamben menggunakan sarana angkutan umum sulit dan ribet karena Bali memang tidak memiliki sarana transportasi umum yang memadai untuk para backpacker.
Oleh karena itu, pilihan yang praktis dan relatif terjangkau adalah dengan memanfaatkan jasa Transport Service, mencarter kendaraan roda empat, atau menyewa sepeda motor. Akses dari Denpasar ke Teluk Tulamben dapat dicapai dalam waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

– Keunggulan dan Kekurangan Divesite :
Keunggulan area penyelaman Teluk Tulamben yaitu memiliki arus yang relatif ringan sehingga cukup nyaman saat melakukan diving. Cocok untuk diver pemula yang ingin menikmati kehidupan laut yang menakjubkan.
Selain itu, sedikit ke area tengah di bawah air Teluk Tulamben, terdapat kapal karam USAT Liberty yang tenggelam ditorpedo oleh Jepang di tahun 1942 sewaktu Perang Dunia II. Puing USAT Liberty berada di shelf berpasir hitam yang berada di kedalaman 6-30 meter di bawah permukaan laut, saat ini telah ditumbuhi oleh berbagai coral, sponge, dan menjadi tempat perlindungan berbagai jenis ikan, termasuk hiu karang.

– Estimasi Biaya Penyelaman :
Menggunakan jasa agen penyelaman sekitar Rp.300.000 untuk 1 jam penyelaman (sumber http://www.indobackpacker.com/milis-archive/2010/06/11/part-1/)

3. CRYSTAL BAY, NUSA PENIDA

Nusa Penida merupakan pulau yang terbesar dari 3 pulau besar di sebelah tenggara pulau Bali. Perairan di Nusa Penida agak dingin namun cukup jernih dengan kehidupan laut meliputi coral yang indah, ikan yang tak terhingga banyaknya, penyu, hiu, serta Mola-mola (sejenis sunfish). Tingkat visibilitas penyelaman di Nusa Penida cukup jernih berkisar antara 15-40 meter, dengan kedalaman perairan sekitar 6-40 meter, kontur slope, dengan suhu air pada kisaran 17–26 C serta arus air yang cukup kuat (karena berhubungan langsung dengan Samudera Hindia). Kawasan Nusa Penida merupakan areal diving dengan kondisi coral paling sehat di seluruh Bali.

Kekurangan Nusa Penida yaitu arus airnya yang kuat sehingga secara umum para diver pemula tidak begitu disarankan untuk menyelam di perairan ini. Namun, Nusa Penida tetap memiliki beberapa dive site yang cocok untuk pemula dan menawarkan keindahan panorama lautnya, diantaranya SD Point, Ped, Sental, serta beberapa spot di daerah utara Nusa Penida, termasuk diantaranya yaitu Crystal Bay.

– Lokasi Divesite :

Lokasi Nusa Penida dilihat dari peta Bali

Lokasi divesite Crystal Bay dilihat dari peta Kepulauan Nusa Penida

– Akses dan Transportasi :
Nusa Penida berada sekitar 17 km dari tanjung terdekat di pulau Bali. Pulau Nusa Penida dapat dijangkau dari Sanur, Kusamba dan Padang Bay. Dari Padang Bay naik boat atau kapal Ferry yg biasa disebut RORO ke Nusa Penida dengan biaya Rp 20.000 mulai dari pagi hari (sekitar jam 6). Lama perjalanan sekitar 1 jam. Boat tersebut hanya beroperasi hingga siang hari (sekitar pukul 2 siang). Atau dapat juga sewa boat dari Toyapakeh-Crystal Bay-PadangBay seharga Rp.750.000,00.

– Keunggulan dan Kekurangan Divesite :
Crystal Bay merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana kita dapat menikmati atraksi Mola-mola (ikan Bulan Raksasa) dengan panjang sekitar 3 meter. Airnya sangat jernih dan teluknya yang berkedalaman 10-50 meter sangat indah. Selain musim Mola-mola (pada bulan Juli-Oktober), menyelam di Crystal Bay akan tetap mengasyikkan karena lokasi ini sangat kaya terumbu karang dan kita bisa melihat berbagai jenis ikan karang (jenis Clownfish, Gatrins Oriental, Anthas, Angelfish, ikan Cochet).

Kekurangan Crystal Bay yaitu kondisi arus airnya yang tidak bisa diperkirakan. Sewaktu menyelam, kita harus membawa glove (sarung tangan) agar apabila sewaktu-waktu arus menjadi kuat, maka kita dapat berpegangan pada karang agar tidak terseret arus.

– Estimasi Biaya Penyelaman :
Sekitar Rp.750.000,00 dengan paket penyelaman menggunakan agen selam

4. JEMELUK, AMED

Amed berada di semenanjung timur laut pulau Bali. Amed merupakan kampung nelayan tradisional yang penduduknya bergantung pada penggaraman air laut dan perikanan. Amed memiliki kearifan lokalnya yang tetap bertahan di tengah arus wisatawan dan modernisasi.

Diving di Amed adalah tipe Shore dan Boat Diving, Reef Diving, dan Wall Diving. Tingkat visibilitasnya 15-25 meter, kondisi arus yang berkisar antara NOL hingga arus ringan, kedalaman 3-40 meter (rata-rata 18 meter). Di Amed, kita dapat melihat formasi Karang yang fantastis, serta penampakkan Hiu Wobbegong yang langka.

Amed menawarkan persewaan perahu yang bernama “Jukung”, yaitu perahu nelayan tradisional yang disewakan setelah para nelayan kembali dari memancing.

Dengan menggunakan Jukung selama 10 menit perjalanan, kita dapat tiba di salah satu dari 2 lokasi menyelam di Amed, yaitu Jemeluk yang berkedalaman 5-60 meter. Lokasi ini menawarkan Tebing Curam dan Piramida yang terdapat Gorgon, Terumbu Karang, Nudibranchs dan berbagai jenis Ikan Coral.

Di Tebing Curam, kita akan selalu menjumpai kura-kura, hiu abu-abu, hiu ujung hitam atau putih, ikan kerapu, wrasses, parrotfish punuk. Sementara di Piramida, terdapat karang buatan yang dibuat sekitar dua puluh tahun yang lalu yang dibangun setelah El Nino menarik banyak ikan karang untuk melindungi diri mereka sendiri tanpa melupakan predator mereka. Jarak penyelaman dilakukan sekitar 60 meter yang berujung di Tebing Curam yang kondisi perairannya sangat kontras dengan di Piramida.

– Lokasi Divesite :

– Akses dan Transportasi :
Pilihan yang praktis dan relatif terjangkau adalah dengan memanfaatkan jasa Transport Service, mencarter kendaraan roda empat, atau menyewa sepeda motor. Akses dari Denpasar ke Teluk Tulamben dapat dicapai dalam waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Dari Tulamben Bay, Amed dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit.

– Keunggulan dan Kekurangan Divesite :
Keunggulan divesite di Amed yaitu perairannya memiliki kondisi yang aman dan berarus ringan sehingga amat cocok diselami oleh diver pemula. Selain itu, suasana kampung nelayannya yang tentram dan tradisional menjadi daya tariknya yang khas, bahkan kita dapat membeli garam laut hasil penggaraman air laut yang dilakukan penduduk desa setempat.
Kekurangannya yaitu pasir di pantai Amed tidak begitu indah, pasirnya adalah jenis pasir pantai hitam, selain itu adanya aktivitas penduduk setempat sewaktu mencari ikan dan menggarami air laut sehingga tidak begitu nyaman jika berjemur atau duduk-duduk di pantai.

– Estimasi Biaya Penyelaman :
2 kali penyelaman di Amed kira-kira 70€ atau 80€ dengan peralatan lengkap (menggunakan agen penyelaman Balibreizhdivers)

– Contactable Person :
Agen penyelaman Balibreizhdivers. Email : balibreizhdivers@gmail.com, telepon +62361 281 201, HP +6281 338 732 713

Daftar Pustaka
http://www.baliving.com
http://divetheworldindonesia.com
http://travel.ninemsn.com.au/world/bali
http://aquamarinediving.com

~originally made by anakmoeda.wordpress.com . no plagiarism…

10 Tanggapan to “4 Area Penyelaman (Dive Site) Terbaik di Bali”

  1. Wow, pasti banyak lagi situs2 selam lainnya di Indonesia ya…😀
    Kalo dikelola dengan baik harusnya bisa menguntungkan….😦

  2. wah setau saya masih banyak banget divesite di indonesia yg lain… dan mayoritas tempat selamnya terkenal di kalangan peselam internasional krn keindahan perairannya… di bali aja udah segitu banyaknya

    sayang yang di luar bali lombok, tempat penyelaman nya belum terekspos dan belum dikelola dgn profesional. kalo bisa dikelola dengan baik pasti bakal profitable…

    *tapi saya malah seneng, soalnya saya pribadi cenderung ngga sepakat kalau objek alam dijadiin materi kapitalisme😛

  3. Tempat yang begitu eksotik… kapan ya bisa kesana,,,

  4. made suwena Says:

    Kompilasi yang menarik… saya yg ada di bali aja ga tau sedetail itu…
    Btw saya alumni Nautika dan POS G 10 ITB, kira2 10 tahun lalu, sekarang bekerja di Bali sebagai Instruktur diving…

  5. stafarda Says:

    @mas made.
    wow, salam kenal ya mas…

    wah kapan-kapan kalo anak2 nautika mau nyelam di bali, boleh donk main ke tempat beli made?? hehe…😛

  6. mantapppp….sangat informatif, kebetulan saya memang mau diving di tulamben weekend ini.
    maksih banyak ya informasinya
    salam kenal

  7. sayaaaa pengen ke bali..hehe
    tapi harus semester pendek😦

  8. @stafarda: kunjungi blog diving saya di http://mydivingbali.wordpress.com

  9. Bagi yang pecinta pantai dan sanset silahkan kunjungi ini
    pantai penida akan membawa anda seperti di surga karena keindahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: