Arsip untuk Juli, 2011

Inilah Alasan Kenapa Tidak Mau Salat

Posted in ngomong santei on 21 Juli 2011 by stafarda

Waktu usiaku 7 tahun, aku merasa tidak berkewajiban untuk menunaikan ibadah shalat. Karena dulu, aku percaya kalau katanya dosa anak yang belum baligh (dewasa) itu ditanggung oleh orang tua. Pasalnya, orang tua lah yang berkewajiban mendidik anaknya. Ya, sesekali aku shalat karena cinta pada orang tua. Takut kalau mereka harus masuk neraka karena aku tidak shalat. Padahal hakikatnya kalimat “dosa ditanggung oleh orang tua” itu adalah agar anak jadi rajin beribadah, karena biasanya anak-anak akan mencintai orang tuanya dan tidak mau kalau orang tuanya masuk neraka.

Menginjak usia 13 tahun, aku juga belum shalat. Lah, kan aku belum baligh. Jadi belum menanggung dosa sendiri. Masih ada orang tua yang bisa dijadikan tameng dari dosa-dosa. Lagipula di usia itu adalah saat yang paling enak untuk bermain dengan teman sebaya. Bermain sepak bola, kejar-kejaran.

Di usia 17 tahun, aku tahu aku sudah menanggung dosa sendiri. Karena sudah baligh, sudah mimpi “naik ke bulan”. Sebuah istilah yang aku tidak tahu apa artinya. Tapi aku baru “naik ke bulan” selama dua tahun. Jadi dosaku masih dua tahun, masih sedikit. Jadi, umur 20 tahun nanti lah aku akan mengganti shalat yang tertinggal itu.

Di usia 20 tahun, aku mulai mempertanyakan agamaku. Aku sudah masuk kuliah dan harus kritis. Jadi aku bertanya tentang tuhan, tentang kitab suci, tentang nabi dan tentang kebenaran dari semuanya. Aku tidak mungkin shalat dalam keadaan labil. Aku harus menemukan jati diriku.

Di usia 24 tahun, aku selesai kuliah. Agamaku telah mulai kuyakini. Tapi kini aku tengah sibuk mencari kerja. Jadi aku sibuk kesana kemari. Mencari lowongan, menyiapkan berkas lamaran. Dan itu melelahkan sekali. Aku tidak memiliki waktu untuk shalat. Shalat sih sebentar saja, tapi kadang terlalu sering menginterupsi.

Di usia 25 tahun. Aku belum mendapat kerja. Aku menggugat tuhan. Aku telah berusaha, tapi aku tidak mendapatkan. Aku jadi tidak mau shalat.

Di usia 27 tahun. Aku sudah bekerja di sebuah perusahaan ternama. Posisiku juga lumayan. Tapi, sibuknya bukan main. Sebentar-sebentar HP berdering. Lagi pula aku tengah pedekate dengan seorang gadis pujaan. Dengan seabrek kesibukan itu, mana sempat aku shalat.

Usiaku beranjak 30 ketika anak pertamaku lahir. Duh senangnya, karirku juga makin mapan. Namun, kesibukan makin merajai. Aku harus mengejar setiap kesempatan untuk masa depan keluargaku. Pertumbuhan anakku juga menyita perhatian yang besar, aku juga harus menyekolahkan anakku ke sekolah umum dan agama agar kelak ia berguna bagi bangsa dan agamanya.

Di usia 35, anak keduaku lahir. Dia wanita, cantik sekali. Bahkan sering aku memandikan dan menggantikan popoknya. Hidupku serasa lengkap sekali. Tapi, biaya hidup makin meningkat. Orang tuaku juga sudah mulai sakit-sakitan dan butuh biaya berobat. Aku harus makin rajin bekerja untuk menafkahi mereka. Sholat masih bisa kumulai di usia 40 nanti, pikirku.

Di usia 40, entah kenapa anakku tak seperti yang kuharapkan. Aku tak menyangka mereka bisa senakal itu. Bahkan anak pertamaku pernah tertangkap karena menghisap daun ganja. Daun surga katanya. Aku tak bisa konsentrasi untuk shalat. Ada saja yang membuat aku tak pernah melakukan ibadah utama itu.

45 tahun kujalani. Aku semakin lemah, tak sekuat dulu. Batuk sesekali mengeluarkan darah. Istriku mulai rajin berdandan, sayangnya dia berdandan saat keluar rumah saja. Di rumah, wajahnya tak pernah dipupur bedak sedikitpun. Aku merutuk, dosa apa yang telah aku lakukan hingga hidupku jadi begini?

Usiaku menginjak 55, aku berpikir kalau usia 60 nanti adalah waktu yang tepat untuk memulai shalat. Saat aku sudah pensiun dan aku akan tinggal di rumah saja. Saat itu adalah saat yang tepat sekali untuk menghabiskan hari tua dan beribadah sepenuhnya kepada tuhan.

Tapi aku sudah lupa bagaimana cara shalat. Aku lupa bacaannya. Aduh, aku harus mendatangkan seorang ustadz ke rumah seminggu 3 kali. Tapi aku tak kuat lagi untuk mengingat. Ingatanku tak setajam ketika dulu aku kerap juara lomba di kampus atau sekolah. Atau ketika manajer perusahaan salut pada tingkat kecerdasanku. Kali ini semua telah pudar. Jadi, apa yang diajarkan ustadz itu sering membal dari telingaku. Lagipula, badanku sudah tak begitu kuat untuk duduk lama-lama.

Kalau tidak salah, kali itu usiaku 59 tahun ketika istriku minta cerai. Alasannya tak lagi jelas kuingat, salah satunya katanya karena lututku tak kencang lagi bergoyang. Lucu ya? Entah kenapa juga dulu aku menikahinya, umurnya 20 tahun lebih muda dariku. Dia memang istri keduaku. Istri pertamaku dulu hilang, dibawa sahabatku.

Tak sampai usiaku 60, aku masih berusaha untuk shalat. Tapi serangan jantung membuat rumah mewahku ramai. Mereka terlihat menangis. Bahkan anak pertamaku yang membangkrutkan satu perusahaan keluargaku terlihat begitu tertekan. Ada kata yang sepertinya ingin dia ucap.

Terakhir aku akhirnya bisa shalat juga, sayangnya aku tidak shalat dengan gerakku sendiri. Aku hanya terbaring atau terbujur tepatnya. Dan orang-orang menyalatkanku.

=================================================================================

Artikel ini ngena banget ke gw, ngebuat gw sadar kalau kesibukan apa pun gak boleh ngebuat kita lalai melakukan salat… Alasan gw nge post ini supaya jadi reminder gw secara pribadi untuk tidak lagi sering melalaikan salat… 😦

sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/04/alasan-kenapa-aku-tidak-pernah-mau-shalat/

Iklan

Instalasi Network-Simulator 2.34 di Sistem Operasi Ubuntu 9.04

Posted in kuliah, ngomong berat, teknologi with tags , , , , , on 10 Juli 2011 by stafarda

SEKALI-SEKALI JADI GEEK AHH… #demi-TA-lulus-apapunkulakukan :p

Udah lama banget gw gak memposting sesuatu tentang teknologi informasi setelah sebelumnya cukup banyak ada di blog lama gw.

Akhirnya setelah bersusah payah tidur-tiduran sambil berleha-leha di kasur, perjuangan gw melakukan instalasi Network-Simulator 2 di sistem operasi Ubuntu 9.04 berhasil juga!

Yippieee !!!

Sekedar dokumentasi pribadi, dan sekalian sharing juga, gw pengen berbagi cerita tentang proses instalasi dan persiapan pribadi yang gw lakuin sejak dari awal menginstal sampai berhasilnya proses instalasi NS-2.

1.Untuk memudahkan proses instalasi dan download source, pastikan sistem operasi Ubuntu selalu memiliki koneksi ke internet.

Gw sendiri menggunakan koneksi internet memakai Modem Koneksi Broadband GSM (dari Telkomsel-Flash paket Unlimited). Cara mengaktifkan koneksi ini mudah :
Cukup plugin modemnya ke slot USB (akan otomatis terdeteksi oleh sistem operasi Ubuntu) > klik kanan di setting Connection (yang berada di pojok kanan atas jendela Ubuntu) > klik “Edit Connection” > klik Tab “Mobile Broadband” > klik “Add” .
Lalu muncul jendela “Set Up a Mobile Broadband Connection”. Setelah itu tinggak klik “Forward” sampai Finish, lalu modem bakal otomatis tersetting sesuai dengan layanan Mobile Broadband yang digunakan (Telkomsel Flash, IM2, atau lainnya). Lalu lakukan “Connect” menggunakan layanan internet yang anda gunakan.

2.Gunakan source repository yang menggunakan server lokal Indonesia (agar proses download tidak memakan waktu lama)
Caranya klik “System” (yang berada di pojok kiri atas jendela Ubuntu) > “Administration” > “Software Source” . Lalu muncul jendela Software Source. Klik tab “Other Software” > “Add”
Lalu masukkan alamat server repository lokal Indonesia (saya pribadi menggunakan server kambing.ui.edu – server ini selalu up-to-date dan tidak pernah bermasalah)
Lihat screenshot di bawah ini untuk jelasnya :

source download ubuntu indonesia

source download ubuntu indonesia

SUDAH ? Nah sekarang saatnya kita melakukan proses instalasi yang sebenarnya :
Instalasi Network Simulator 2 ! (Untuk seterusnya proses instalasi selalu menggunakan Terminal)

NOTE :
– Dalam berbagai langkah instalasi di bawah ini, anda akan sering diminta konfirmasi password untuk Super-User (Root). Ketikkan saja password Root anda dengan benar.
– Saya menggunakan username Ubuntu “gustaf”. Silakan ganti dengan username Ubuntu “yang-anda-gunakan-sendiri” !

3.Buka terminal : klik “Application” > “Accessories” > “Terminal”

4.Download source Network Simulator :
$ sudo wget http://downloads.sourceforge.net/project/nsnam/allinone/ns-allinone-2.34/ns-allinone-2.34.tar.gz

ATAU bisa melalui web browser, langsung direct download via alamat web berikut (saya menggunakan web browser Modzilla Firefox) : http://sourceforge.net/projects/nsnam/files/allinone/ns-allinone-2.34/ns-allinone-2.34.tar.gz/download
(tunggu proses download hingga selesai)

5.Lalu copy source hasil download “ns-allinone-2.34.tar.gz” ke folder /home/gustaf/ (jika anda belum menaruh file source hasil download tadi ke folder /home/gustaf/ :
$ cp ns-allinone-2.34.tar.gz /home/gustaf

6.Ekstrak source tersebut menggunakan perintah berikut :
$ sudo tar -xzvf ns-allinone-2.34.tar.gz
(tunggu sampai seluruh source telah diekstraksi, lalu akan muncul folder “ns-allinone-2.34” di direktori /home/gustaf/)

7.Masuklah ke direktori ns-allinone-2.34 :
$ cd ns-allinone-2.34

8.Download dan install beberapa library :
$ sudo apt-get install build-essential autoconf automake libxmu-dev
(tunggu proses download install sampai selesai)

9.Download dan install compiler “g++-4.3”:
$ sudo apt-get install g++-4.3
(tunggu proses download install sampai selesai)

Sampai proses ini, instalasi yang saya lakukan AMAN LANCAR TERKENDALI.
Lanjut!

10.Lakukan perintah instalasi :
$ ./install

Ah! Saya mendapatkan PESAN ERROR SEBAGAI BERIKUT !

——————————————————————————————–
otcl.o: In function `OTclDispatch’:
/home/bogdan/ns/ns-allinone-2.34/otcl-1.13/otcl.c:495: undefined reference to `__stack_chk_fail_local’
otcl.o: In function `Otcl_Init’:
/home/bogdan/ns/ns-allinone-2.34/otcl-1.13/otcl.c:2284: undefined reference to `__stack_chk_fail_local’
ld: libotcl.so: hidden symbol `__stack_chk_fail_local’ isn’t defined
ld: final link failed: Nonrepresentable section on output
make: *** [libotcl.so] Error 1
otcl-1.13 make failed! Exiting …
See http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-problems.html for problems
———————————————————————————————

Waduh bingung juga gw… Akhirnya setelah mondar mandir hilir mudik dengan mbah google, saya temukan juga solusinya, ini dia cekidot :

11.Masih di direktori /home/gustaf/ns-allinone-2.34, lakukan perintah berikut :
$ sudo CC=gcc-4.3 CXX=g++-4.3 ./install

DAN BERHASIL! Akhirnya muncul message berikut ini di jendela terminal :

———————————————————————————————-
Please put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/bin:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/unix:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tk8.4.18/unix

into your PATH environment; so that you’ll be able to run itm/tclsh/wish/xgraph.

IMPORTANT NOTICES:

(1) You MUST put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/otcl-1.13, /home/gustaf/ns-allinone-2.34/lib,

into your LD_LIBRARY_PATH environment variable.

If it complains about X libraries, add path to your X libraries

into LD_LIBRARY_PATH.

If you are using csh, you can set it like:

setenv LD_LIBRARY_PATH

If you are using sh, you can set it like:

export LD_LIBRARY_PATH=

(2) You MUST put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/library into your TCL_LIBRARY environmental

variable. Otherwise ns/nam will complain during startup.

After these steps, you can now run the ns validation suite with

cd ns-2.34; ./validate

For trouble shooting, please first read ns problems page

http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-problems.html. Also search the ns mailing list archive

for related posts.
——————————————————————————————–

YES!!! HIGH FIVE!!!
Goin to Next Step…

12.Konfigurasi PATH untuk aplikasi NS2 dan NAM (Network Animator), agar operating sistem mengetahui letak file eksekusi NS2 : (Tambahkan baris berikut di akhir file “bashrc”, jangan lupa ganti alamat “/home/gustaf/” dengan “/home/username-yang-anda-gunakan/”, bagian ini amat penting bos ! )

$ sudo gedit ~/.bashrc

—————————————————————————-
# LD_LIBRARY_PATH
OTCL_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/otcl-1.13
NS2_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/lib
X11_LIB=/gustaf/X11R6/lib
USR_LOCAL_LIB=/gustaf/local/lib
export LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:$OTCL_LIB:$NS2_LIB:$X11_LIB:$USR_LOCAL_LIB

# TCL_LIBRARY
TCL_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/library
USR_LIB=/gustaf/lib
export TCL_LIBRARY=$TCL_LIB:$USR_LIB

# PATH
XGRAPH=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/bin:/your/path/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/unix:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tk8.4.18/unix
NS=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34/
NAM=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/nam-1.14/
PATH=$PATH:$XGRAPH:$NS:$NAM
—————————————————————————–

13.Lakukan refresh file bashrc :
$ sudo source ~/.bashrc

14.TAHAP AKHIR dan Paling Lama! Yaitu proses validasi! (terlebih dahulu masuk ke direktori ns-2.34) :

$ cd /home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34 && ./validate

BERES ?? TANPA ERROR??

Jangan senang dulu, sekarang ambil nafas panjang, hembuskan, lalu say “Bismillah” , and then ketik perintah berikut :

15.$ cd /home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34/tcl/ex/ && ns simple.tcl

Lalu jika muncul gambar berikut :

Screenshot NAM dan NS-2

Screenshot NAM dan NS-2

SELAMAT ANDA BERHASIL !!!
🙂

16.(Opsional) Membuat link-command sendiri (symlink) agar ns dapat dieksekusi dari direktori mana saja dari terminal (tidak usah repot harus masuk ke folder ns-2 terlebih dahulu) :
$ sudo ln -s /home/gustaf/ns-allinone-2.33/ns-2.33/ns /usr/bin/ns

SEMOGA BERMANFAAT.

– genuinely made by anakmoeda.wordpress.com