Aku seorang Elang


Ayah… Ibu…

Aku adalah seekor elang, yang akan terbang tinggi melintasi negeri nan luas ini
Aku tak tahan lagi untuk terbang mengepakkan kedua sayapku
Berhasrat melihat-lihat seluruh negeri
Terbang mandiri menuju garis horizon di ujung sana

Ayah… Ibu…
Aku tidak akan terus berada di sarang yang hangat ini
Suatu saat, Aku akan mencari tebing lain nun jauh di sana
Mengumpulkan satu persatu onggokan ranting kering
Merajutnya menjadi sarang baru milikku

Ayah… Ibu…
Maafkan aku, suatu saat
aku harus pergi meninggalkan kalian
yang sudah mulai menua
dengan sayap dan paruh yang telah mengkerut karena usia

Ayah… Ibu…
Saat ini, aku sadar
Aku hanyalah seorang Elang muda
yang terus menerus jatuh dan jatuh dari tebing ini
untuk belajar terbang dan mengepakkan sayap

Ayah… Ibu…
Dari pandangan elang muda ini,
aku bisa melihat samudera biru nan luas terbentang
aku dapat menatap puncak gunung nun jauh di sana
kota yang penuh dengan lampu nan gemerlap
serta desa dengan kebun dan sawah yang kehijauan

Aku harus terbang ke sana, wahai ayah… ibu…
Elangmu ini harus terbang mengepakkan kedua sayapnya
untuk menjadi elang yang hebat dan kuat

Ayah… Ibu…
Aku berjanji, akan menjadi seorang elang yang tangguh
Akan kulibas seluruh hujan badai yang menerpa buluku
Akan kusingkirkan debu yang masuk ke kelopak mataku
Akan kutahan angin kencang yang menghantam sayapku
Akan kusuarakan lengkingan tinggi nan gagah dari tenggorokanku
yang akan menggentarkan setiap musuhku

Dan kelak, aku akan pulang kembali ke sarang ini,
Akan kubawakan cacing dan ikan yang banyak
Dengan paruhku, akan kuelus lembut setiap bulu kalian
Akan kuciptakan sarang ini tercipta dari untaian ranting dandelion

Itu janjiku… Ayah… Ibu…
Terima kasih untuk segalanya
Telah menjadikanku Elang Muda dan Gagah
dan saat ini Aku siap menyambut dunia
Aku berjanji akan menjadi Raja Elang yang disegani

2 Tanggapan to “Aku seorang Elang”

  1. Elang itu hebat, kemampuan melihatnya amat tajam dan seperti teleskop.🙂

  2. […] tua dan tidak akan pernah meminta uang sepeser pun kepada orang tuaku apabila aku telah bekerja (https://anakmoeda.wordpress.com/2011/11/02/aku-seorang-elang/) Dan itu selalu berusaha kupegang teguh hingga saat […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: