Teknik Telekomunikasi yang Menakjubkan :D


GW MERASA BERUNTUNG MENJADI MAHASISWA TEKNIK TELEKOMUNIKASI!!!😀

Karena di bidang ini, gw banyak belajar tentang analogi, pola pikir yang amat abstrak, namun aplikatif (harus dapat diterapkan). Serta jenius dan sangat sangat kreatif! Gw malah berpendapat bahwa bidang telekomunikasi adalah suatu SENI dan MAHAKARYA umat manusia yang paling hebat sepanjang sejarah peradaban manusia. Bisa dibilang melebihi hebatnya teknologi seni arsitektur di masa Renaissance berabad-abad dahulu😀

Dan lebih penting lagi, karena bidang ini adalah bidang teknik, maka pola pikir yang terbentuk pun sangat aplikatif, efektif, dan efisien (costless). Harus dapat menghasilkan suatu teknologi yang stabil dan berkualitas baik, dengan menekan cost dan biaya sekecil mungkin.

Seorang mahasiswa teknik telekomunikasi harus selalu dapat mengimajinasikan suatu “benda” yang kasat mata, tidak terlihat dan terasa oleh panca indera, namun fungsinya dan perannya dapat dirasakan oleh kehidupan manusia modern sehari-hari.

Teknologi yang diciptakan telah merefleksikan suatu tingkat kreativitas umat manusia dalam level tinggi. Menciptakan suatu standar komunikasi jarak jauh dari suatu hal yang tidak ada menjadi ada.

Misalnya, suatu paket data internet. Suatu paket data internet terdiri dari kode bilangan biner “0” dan “1”. Tapi jangan bayangkan angka “nol” dan “satu” benar-benar tertulis/tercetak di setiap paket data. Tiap paket data internet ditulis oleh spidol dengan label “0” dan “1”. Haha, tentu tidak seperti itu.

Kode biner “0” dan “1” tidak benar-benar nyata, itu hanya representasi dari tegangan listrik (volt) yang bernilai suatu tegangan tertentu “x” Volt (untuk kode biner “1”) dan “nol” Volt (untuk kode biner “0”) yang tiap volt tersebut ditransmisikan dalam suatu selang waktu yang diskrit. Diskrit artinya ada selang waktu tertentu sebelum tegangan listrik tersebut ditransmisikan. Inilah yang dinamakan teknik “pensinyalan” (signaling).

Selain itu, dalam bidang telekomunikasi pun, harus dibuat suatu protokol (kesepakatan) yang harus saling dipahami oleh teknologi yang diciptakan. Misalnya, apabila suatu teknologi menganggap bahwa “A” adalah “A”, maka teknologi lain pun harus menganggap bahwa “A” adalah “A”. Apabila teknologi lain menganggap “A” adalah “B”, maka tidak akan dapat tercipta suatu hubungan telekomunikasi.

Analoginya adalah seperti bahasa yang dimiliki oleh berbagai macam bangsa di dunia ini. Kita harus mengerti bahwa “ciao” dalam bahasa italia berarti adalah “selamat tinggal” dalam bahasa indonesia. Jika tidak terjadi kesepahaman antar 2 orang berbeda bahasa tersebut, maka tidak akan tercipta suatu pembicaraan yang “nyambung” , alias DC=disconnect. Itulah mengapa, di bidang telekomunikasi banyak standardisasi yang digunakan dan harus disepakati oleh para pencipta perangkat teknologi sedunia. Lembaga yang membuat standarnya pun bermacam-macam, ada RFC, ITU-T, ETSI, dan lainnya – biar proses komunikasi perangkat elektronik tidak kacau.

Misalnya dalam teknologi internet. Internet merupakan suatu teknologi hasil ciptaan manusia yang amat cerdas – memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri tanpa campur tangan manusia.

Router internet mampu untuk menganalisa rute komunikasi mana yang paling cepat dan efektif untuk dapat sampai ke server tujuan yang jaraknya beribu-ribu mil nun jauh di seberang benua. Router tersebut mampu menganalisa nya dengan menggunakan berbagai macam algoritma (menggunakan Algoritma Djikstra, atau lainnya) dan perhitungan matematis yang rumit. Dan setiap Router di dunia akan saling berkomunikasi satu sama lainnya agar selalu dapat menghasilkan rute yang paling cepat (minimize delay), serta murah (cost effective). Tanpa router yang cerdas, paket data akan selalu loss. Hebat bukan?

Kita analogikan yuk biar gak pusing. Misalnya, rute jaringan dianalogikan sebagai jalan lalu lintas. Dan Router adalah Polisi Lalu Lintas. Polisi Lalu Lintas pasti telah mengetahui rute jalan dalam suatu kota. Namun, ternyata saat itu adalah pagi hari, dan kondisi lalu lintas sedang macet di banyak titik jalan. Nah, agar kondisi lalu lintas tidak bertambah macet dengan semakin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan masuk ke suatu jalan yang sibuk dan macet, maka Polisi akan mengalihkan jalur kendaraan ke jalan alternatif lain yang relatif tidak padat. Untuk dapat melakukan pengalihan jalur, maka tiap unit Polisi harus saling berkomunikasi untuk mengetahui kondisi jalan di jalur lain – misalnya dengan menggunakan Walkie-Talkie, maupun CCTV yang dipasang di tiap jalan. Apabila polisi nya BEGO, maka kendaraan akan dimasukkan ke jalanan yang macet, akibatnya seorang pengendara akan semakin lama sampai ke tujuan karena masuk ke jalan yang padat. Lebih buruk lagi, apalagi terjadi TABRAKAN antar kendaraan. Tabrakan antar kendaraan inilah yang menganalogikan SIGNAL LOSS.

Dan tahukah kamu kalau tiap layanan yang kamu minta ke suatu operator telekomunikasi ternyata memiliki label layanan tersendiri??
Misalnya, kamu berlangganan paket Internet “Murah” dari suatu operator A. Nah, setiap paket data internet yang ditransmisikan dari laptop kamu ternyata akan dilabeli dengan label “Murah” oleh pihak operator. Jadi setiap kali kamu minta konek ke jaringan internet, maka setiap data/sinyal dari laptop kamu akan masuk ke server operator dengan label “Murah”. Label “Murah” ini punya prioritas yang lebih rendah daripada paket lain yang lebih “Mahal” atau “Premium”. Jadi sinyal internet kamu akan lebih sering mengalami diskonek, akan lebih lambat (delay) karena sumberdaya (resources) jaringan telekomunikasi akan lebih banyak diprioritaskan untuk paket “Mahal” atau “Premium”.

Analoginya gini, misalnya ada Ibu bernama LUNAMAYA lagi ngantri di counter suatu apotek mau beli obat untuk anaknya yang lagi sakit keras. Ibu LUNAMAYA ini cuma seorang ibu rumah tangga biasa. Nah, sudah 1 jam mengantri dan sudah tinggal ambil obat dari counter, eh tiba-tiba ada Ibu Ani SBY masuk juga ke apotek mau beli obat. Nah, karena Ibu Ani adalah istri Presiden, ya mau gak mau Ibu LUNAMAYA mengalah. Diserobotlah antriannya oleh Ibu Ani SBY. Udah beres Ibu Ani SBY beli obat, eeh dateng lagi Ibu Michel Obama mau beli obat kuat untuk suaminya. Waduh, karena Ibu Michel Obama ini istri Presiden USA, wah mau gak mau nih Ibu LUNAMAYA mengalah lagi membiarkan antriannya diserobot. Udah selesai Ibu Michel Obama beli obat, ada lagi mendadak datang MIYABI. Karena kalah pamor dari Miyabi, LUNAYAMA pun terpaksa menunggu mengantri lagi. Itulah kenapa Ibu LUNAMAYA harus nunggu ngantri obat selama 2 jam untuk bisa mendapatkan obat yang dia inginkan di apotek, sementara Ibu Ani, Ibu Michel Obama, dan Miyabi cuma mengantri 5 menit.

Dalam bidang telekomunikasi internet, hal tersebut dapat diterapkan pada Type of Service (TOS) untuk membedakan jenis dan prioritas layanan telekomunikasi. Pada paket data IP Header, TOS bit memiliki 4 kemungkinan kondisi, yaitu 1000, 0100, 0010, 0001, dan 0000. Dengan 1000 memiliki proritas tertinggi (premium), 0100, 0001, dan 0000 memiliki prioritas yang semakin rendah. Maka, setiap sinyal data yang dikirim dari laptop kita akan “ditempeli” (diselipkan) dengan kode biner (label) tersebut.

Selain pelabelan, dalam internet pun dikenal dengan IP Address. IP Address adalah suatu metode pengalamatan setiap komputer (PC), laptop, dan perangkat elektronik apa pun yang terhubung ke internet. IP Address ini (dalam versi IPv4) memiliki alamat yang identik, misalnya suatu PC memiliki IP address 167.205.3.260 maka tidak ada lagi PC lain yang boleh memiliki alamat IP address tersebut (dalam kasus IP Public yaa).

Misalnya, seorang ABG dari Bandung berniat melihat video Briptu Norman (yang skrg sudah pensiun jadi polisi, hehe) harus mengakses server youtube (yang secara fisik terletak di USA) untuk dapat menonton video goyang India Briptu Norman. Maka, komputer milik ABG tersebut harus mengirim alamat server youtube (yang di harddisknya memiliki link video Norman) dengan alamat IP tepat. Lalu akhirnya sinyal data pun sampai ke server youtube di USA. Nah, agar sinyal video di harddisknya bisa sampai ke PC milik ABG di Bandung, maka server youtube harus memiliki alamat IP address PC milik sang ABG.

Pusing? Kita analogikan (lagi??).

Analoginya begini. Anggap teknologi internet/HP/telepon belum ditemukan. Misalnya seorang anak di Jakarta yang sedang berulang tahun berniat mengirim surat ke Amerika. Isi suratnya adalah meminta Kado Boneka dari Om nya yang bekerja di Amerika. Maka, alamat tujuan di surat itu harus jelas dan identik sesuai alamatnya di Amerika. Tidak mungkin suratnya diniatkan dikirim ke Amerika, tapi alamat yang tertulis berada di Nigeria. Tidak akan sampe-sampe tuh surat.

Nah, akhirnya surat anak kecil itu sampai juga di rumah om nya di Amerika. Maka, agar Sang Om bisa mengirim Kado Boneka nya, si Om harus punya alamat lengkap sang anak di Jakarta tersebut. Kalo alamatnya tidak tertera, maka Kado Boneka itu nggak akan sampai di tangan sang Anak.

Begitulah kira-kira berbagai macam pola pikir amat kreatif yang diterapkan di dunia telekomunikasi.

Kita manusia memang dianugerahi oleh Tuhan akal yang cerdas dan kreatif ya! Saya saja yang telah menjadi mahasiswa Teknik Telekomunikasi selama 5 tahun lebih sampai saat ini masih terkagum-kagum dengan teknologi yang ditemukan oleh para peneliti jenius itu…

Hebat yaa orang-orang itu?? *Maksudnya penemu bidang telekomunikasi, Bukan gw! Gw mah masih bego gini, lulus jadi sarjana teknik telekomunikasi aja udah nunggak 1,5 tahun.. Hahaha…*😀

-oleh stafarda, ditulis di sela-sela mengerjakan penelitian Tugas Akhir dalam rangka mewujudkan impiannya wisuda sarjana teknik di bulan april 2012- :p

11 Tanggapan to “Teknik Telekomunikasi yang Menakjubkan :D”

  1. thanks untuk apa ya mas? saya gak ngerti…🙂

  2. y= i agree
    if : x=y, then x ={
    bravo pooh, dari kesederhanaan panca indrawi menuju kompleksitas dengan bahasa metaforik yang puitis, serupa schedio, dan rhytm of painnya algorithm, kamulah yang bisa menjawab ambiguitas saya terhadap simplicity yang mengagumkan ini} ;
    else, {set dah pooh, ngomong apa l sbnrnya pooh…};

  3. jadi staf, bisa tolongin gantiin tos gw itu jadi yang sekelas queen of england…

  4. artikel yang sangat menakjubkan pula😀
    belajarnya apa sih teknik telekomunikasi? fisika bukan?😀
    semoga segera wisuda yaa

  5. waah teknik telekomunikasi ngga belajar fisika (murni) mas… sama sepertinya cabang engineering (teknik) lainnya, kita kebanyakan membahas penerapan rumus (dr sains), kurva, grafik, dan penerapan teori ilmu sains.

    telekomunikasi ada 2 cabang keilmuan (kalo di kampus saya ITB): radio (satelit, radar, gelombang pemancar, dll) dan telematika (belajar teori internet, jaringan komputer, dan OSI layer pada layer-2 hingga layer-5)

    utk telematika (keilmuan saya) kebanyakan sih hal abstrak dan metafora yang butuh imaginasi dan mengkhayal buat ngertiinnya…hehhe

    amiin makasih doanya

  6. “jadi staf, bisa tolongin gantiin tos gw itu jadi yang sekelas queen of england…” –>> hahaha ini cus bukan broo??

  7. nice algorithm cus! hahaha…
    *sama gw juga kaga ngarti gw ngecablak apaan tuh cuss…sama kaga ngertinya gw dengan istilah shedio, rythm of pain yg lo cablakin… :p

  8. Amira Cita Says:

    klo cewek kuliaj jurusan ini kira-kira bakal susah survive ga? maksudnya inikan teknik gitu

  9. survive donk… jurusan elektro/telco mah masih standar aja, multi gender

    kalo yg agak keras tuh jurusan kebumian, sebangsa geologi, tambang, minyak… baru tough.
    kalo elektro mah biasa aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: