Only a Matter of Time

Only a matter of time.

Sebuah lagu dari band progressive metal terbaik sepanjang masa, sebuah band yang paling kufavoritkan melebihi band apa pun yang bergelimpangan di jagat musik raya. Band dengan gitaris jenius beraransemen melodic yang luar biasa. Lantunan dan perpaduan harmonis dari tangga nada metal dan jazzy fusion *menurut gw* disertai lirik-lirik yang sangat berbobot, puitis, dan dalam. Dream Theater.

A suited man smiled said,
“It’s just a matter of time.
You can have the world at your feet by tomorrow
just sign on this line.”
Hold tight… limelight!
Approaching the paramount
with the sun in our eyes

It’s just a matter of time. You can have the world at your feet, just sign on this line.

“Semua hanyalah masalah waktu. Kau akan memiliki seluruh dunia berada di bawah kaki kita, ikutilah jalan yang telah kamu tempuh.”

Luar biasa.

Bait pertama dari lagu ini sangat menggugah jiwaku. Ya, semuanya hanyalah masalah waktu. Konsisten dan teguh dalam menempuh jalan hidup yang telah kita putuskan. Itulah jalan hidup seorang ksatria sejati.

Seperti tulisanku di posting sebelumnya, aku punya cita-cita. Aku punya suatu mimpi. Mimpi yang bakal selalu aku pegang teguh sampai kapan pun. Bara api ini tidak akan pernah padam! Suatu saat, jika waktunya tiba, lihat saja, aku akan mengobarkan bara api itu menjadi pelita yang menerangi jalan hidupku, menjadi api unggun yang menghangatkan setiap langkahku, serta memanaskan, membakar, dan menghancurleburkan seluruh obstacle yang menghalangiku!

Mimpi itu akan selalu terpancang di pikiranku. Seperti diibaratkan oleh penulis novel “5 cm” Donny Dirgantara, insya allah mimpi itu akan selalu ada, tergantung 5 cm di depan mataku. Membuat segala pandanganku tertuju padanya. Ke mana pun tatapan ini tertuju, ke arah mana pun kepala ini menoleh, ke tempat mana saja kaki ini melangkah, mimpi itu akan selalu ada dan eksis 5 cm di depan mataku. Tetap akan selalu hidup, walaupun masih berbentuk bara api saat ini.

Para pendaki gunung dan penempuh rimba pasti tahu, bara api tidak akan pernah padam dan habis. Sekalinya suatu ranting (dikotil) terbakar dan menjadi bara api, selamanya dia memiliki potensi untuk menjadi besar. Dengan beberapa tiupan dari mulut atau angin yang berhembus, bara itu akan segera menjadi besar.

Itulah mimpi yang ada di pikiranku. Mimpi itu lah sang bara yang berasal dari ranting tumbuhan dikotil, mengendap di pikiranku. Hingga saatnya tiba.

Memiliki perusahaanku sendiri.

Itulah mimpiku yang paling hakiki.

Menjadi miliuner masa depan.

Dalam 10 tahun mendatang, saat itu akan tiba. Gong itu akan berdentang. Saat di mana aku melangkah meniupkan bara api ini.

Saat itu jika Allah memberiku waktu, usiaku akan 35 tahun.

Sambil tetap meniti karir di perusahaan, di usia itu aku akan mulai merintis perusahaan itu. Hingga kemudian saat umurku mencapai 40 tahun, keputusan krusial itu akan kuketokkan palunya.

Resign dari perusahaan, dan totalitas meniupkan angin sekencang-kencangnya menyalakan sang bara api perusahaan.

Kenapa harus 40 tahun? Saat kuceritakan pada sobatku, dia bertanya seperti itu. Entahlah, aku pun tidak tahu jawabannya. Yang jelas, aku percaya, usia 40 tahun adalah usia emas bagi seorang pria.

Apakah kalian pernah bertanya-tanya, kenapa Nabi Muhammad diangkat menjadi nabi di usia 40 tahun?

Aku pun seperti itu, mempertanyakan hal yang sama.

Walaupun aku bukan seorang yang patuh dan taat beribadah, tapi aku percaya bahwa Nabi Muhammad adalah teladan umat manusia.

Bukan, aku bukan sok religius! Aku sungguh-sungguh.

Sejak kecil, aku sangat suka membaca buku. Buku apapun pasti aku lahap sejak kelas 2 SD. Aku ingat benar, saat aku kelas 2 SD, omku yang bekerja di pemerintahan kota Bandung (dia alumni STPDN), membawa 2 kardus besar buku-buku perpustakaan – isinya bisa ratusan buku. Buku-buku pemerintah yang “tidak diperjualbelikan”. Entah dari mana om ku peroleh buku-buku itu, nyolong dari perpustakaan mana gw ga ngerti. Yang jelas, sejak umur segitulah aku mulai gemar membaca buku. Ratusan buku itu abis kulalap dalam 1 bulan.

Hobi itu terus berlanjut hingga SMA. Aku paling suka buku science popular. Astronomi, Fisika, Biologi, adalah jenis buku science yang aku senengi.

Saat aku SMA, aku mulai baca buku Harun Yahya. Dan saat itulah, aku semakin percaya kalau dunia ini diciptakan dengan maha sempurna dan maha teliti oleh Penciptanya. Dan penciptanya adalah yang menurunkan Nabi Muhammad menjadi rasul di muka bumi.

Serius. Aku ga sedang membual. Aku sungguh-sungguh percaya itu. Pasti ada sesuatu alasan yang kuat dan hebat kenapa Allah baru mengangkat Nabi Muhammad menjadi nabi pada usia itu.

Itulah kenapa aku percaya, pasti ada sesuatu di balik usia 40 tahun. Mungkin saat usia itulah, kematangan seorang pria dicapai. Saat di mana mental seorang pria telah teruji, pengalaman telah banyak dicicipi, dan jaringan pertemanan telah menyebar luas.

Saat di mana seorang pria telah memiliki jiwa dan mentalitas seorang ksatria sejati.

Tapi tentu saja kematangan mental hanya bisa diperoleh dengan catatan, pria itu  telah dengan konsisten berbuat dan mengambil konsekuensi dari keputusan yang dia ambil di usia-usianya sebelumnya. Bukan dengan cara berleha-leha dan mengongkangkan kakinya, bersandar di pundak orang lain.

Sejak aku berada di tingkat akhir kuliah, aku selalu bertekad dalam hati, aku harus merantau jauh dari orang tua dan tidak akan pernah meminta uang sepeser pun kepada orang tuaku apabila aku telah bekerja (https://anakmoeda.wordpress.com/2011/11/02/aku-seorang-elang/) Dan itu selalu berusaha kupegang teguh hingga saat ini.

Walaupun sesekali mamaku memberiku uang, aku tidak bisa menolaknya. Bukan karena aku ingin uang itu, tapi karena aku tidak ingin mamaku kecewa jika aku menolak pemberiannya.

Jadi kawan, tolong ingatkan aku, 15 tahun mendatang, jika aku belum mengambil keputusan itu, ingatkan aku untuk resign dari perusahaan. Walaupun aku tahu, tanpa kalian ingatkan pun, keputusan itu akan terjadi. Insya allah.

Agustus ini, usiaku tepat seperempat abad. 25 tahun sudah. Banyak yang bilang, Agustus adalah bulan hebat. Bulan ke-8. Bagi kepercayaan Tiongkok (bangsa tertua di dunia), ‘8’ adalah angka keberuntungan, tersusun dari lingkaran tanpa sudut akhir, terus membentuk satu siklus, dalam bahasa China angka ini memiliki arti tumbuh-berkembang pesat. Indonesia merdeka di bulan Agustus. Agustus pula adalah zodiaknya para Leo, singa yang merajai segala hewan.

Aku pun lahir di tahun 1988. Banyak angka 8 kan? Haha *maksa*. Tahun itu adalah tahunnya para Naga. Shio Naga. Suatu shio yang juga dipercaya bangsa Tiongkok adalah raja segala raja binatang. Shio Naga adalah tahun kelahirannya para pengusaha dan pemimpin hebat. Itu menurut kepercayaan bangsa Tiongkok (Chineese) lho, bukan kata gw. Gw sih diiyain aja, toh bagus buat kepercayaan diri mental. Haha.

Golongan darahku pun ‘O’. Menurut kepercayaan bangsa Jepang, anak-anak keturunan Raja Matahari, golongan darah ‘O’ adalah golongan darah milik para pemimpin besar. Bangsa Jepang sangat percaya pada pengkotakkan karakter manusia berdasarkan golongan darah. Pemimpin dan perdana menteri mereka selalu dipilih dari orang-orang bergolongan darah ‘O’. Haha.

Balik lagi ke laptop. Usiaku saat ini 25 tahun. Bukan saatnya lagi memang untuk berhura-hura. Hura-hura cukup diakhiri sampai aku wisuda. Setelah itu adalah masanya menatap masa depan.

Dan aku putuskan, sejak aku wisuda, aku harus belajar menjalani hidup dengan bekerja professional di perusahaan besar https://anakmoeda.wordpress.com/2012/08/27/baru-lulus-kuliah-mau-dibawa-kemana-hidup-lo/.

Aku percaya, masa bekerja di perusahaan (swasta yaah) adalah proses pematangan mental. Proses dalam bergulat keluar dari kepompong, untuk berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Masa menjadi ulat adalah saat menjadi kanak-kanak (SD sd SMA) yang isinya hanya senang-senang saja, masa menjadi kepompong adalah di masa kuliah, saat di mana kita mulai sedikit meninggalkan kehura-huraan dan mulai agak ‘serius’ menjalani hidup (walaupun masih banyak sekali hura-huranya, haha). Dan masa setelah wisuda dan bekerja adalah masa kita mulai bergulat keluar dari kepompong menuju dunia nyata nan luas di luar sana.

Ada yang pernah dengar cerita kepompong? Alkisah ada seorang calon kupu-kupu yang berusaha keluar dengan susah-payah dari kepompongnya. Kemudian seorang anak kecil melihat usaha calon kupu-kupu itu, dan dia lalu merasa kasihan. Dia kemudian merobek kepompong itu dengan gunting, dengan maksud agar calon kupu-kupu bisa dengan mudah keluar dari kepompongnya dan terbang dengan indah mengepakkan sayap-sayapnya yang berwarna-warni.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata setelah kepompongnya berhasil digunting, calon kupu-kupu malah jatuh ke tanah, menggelepak sesaat, kemudian mati. Sayap-sayapnya ternyata masih belum cukup kuat untuk terbang. Ternyata, saat kupu-kupu itu berjam-jam bergulat keluar dari kepomponglah, kupu-kupu itu berlatih menguatkan sayapnya.

Itulah yang menurutku hakikat manusia juga. Aku saat ini masih berusaha keluar dari kepompong yang membelungguku, berusaha keluar melihat dunia nan luas. Namun, aku harus bersabar, agar sayap-sayapku kuat terbang nantinya.

Masa aku bergulat keluar dari kepompong, memperkuat sayap-sayapku agar bisa terbang dengan indah nantinya, adalah masa-masa aku bekerja professional seperti yang saat ini aku jalani. Jika saatnya tiba nanti, saat usiaku 40 tahun, sayap-sayapku insya allah akan telah kuat sekuat-kuatnya untuk terbang melepaskan dari kepompong, merambah langit luas nan memukau di luar kepompong sana.

Aku sungguh beruntung. Entahlah. Dia sangat memberiku jalan, walaupun aku sering lupa pada-Nya. Walaupun aku selalu bermaksiat dan berbuat dosa.

Dari 8000 orang yang melamar menjadi Management Trainee di perusahaan tempatku bekerja saat ini, aku terpilih menjadi salah satu dari 18 Management Trainee. Dan bahkan, perusahaan yang menerimaku adalah berbasis bisnisnya, bukan berbasis tekniknya. Teman-teman seangkatan MT-ku seluruhnya memiliki background akademik bisnis. Ada yang dari SBM ITB, Management UI, UGM, Prasetya Mulya, Akuntansi Unpar, International Relation Unpad, Aussie, Scotland UK, dan sekolah bisnis Belanda.

Sedangkan aku? Anak teknik. Elektro pula. Jauh amat dari bau-bau bisnis. Tapi entahlah, kenapa aku bisa diterima, padahal pasti masih banyak ribuan calon lainnya yang berlatar belakang bisnis. Alhamdulillah.

Aku bersyukur ada di perusahaan multinasional ini. Ditempatkan di divisi Retail Marketing. Tempat di mana wawasanku benar-benar terbuka. Di sinilah di mana passion bisnisku menyatu dengan keseharian professionalitasku.

Berbeda dengan saat aku bekerja di XL Axiata, saat itu pasti setiap hari full selama 9 jam, aku pasti berada di head office. Lingkup pergaulan terkungkung, setiap hari berurusan dengan divisi yang itu-itu saja. Ketemu orang-orang yang sama. Orang-orang divisi product development, orang-orang marketing, orang-orang divisi IT, engineering… Ah!

Tapi di sini, aku bertemu dengan orang-orang terbaik di bidangnya. Perusahaan ini multinasional yang tumbuh dengan sangat cepat berkurva eksponensial, tidak menerima fresh graduate (kecuali dari program MT). Sehingga karyawannya seluruhnya berpengalaman di bidangnya masing-masing. Aku bisa menyerap banyak ilmu dan pengalaman mereka dengan keseharianku bekerja di sini. Mereka juga dengan senang hati memberiku saran apabila ada hasil kerjaku yang masih kurang memenuhi ekspektasi mereka.

Aku bekerja di Samsung Electronics Ind (SEIN)-Sales. Berbeda dengan SEIN-P (production) di Cikarang, yang berurusan dengan produksi alat elektronik (engineering) di pabrik, SEIN-S hanya berurusan dengan sales & marketing. SEIN-S seluruhnya mengenai jualan, marketing, jualan, marketing, dst., revenue, RoI (return of investment), Market Growth, Market Share, Retail Mapping, Selling-Out, Selling-In/Through, Rental Cost, MoU (letter of understanding/agreement), product knowledge, how to watch-out competitor, dsb.  

Negosiasi bisnis, meeting koordinasi dengan partner, project management, controlling vendor, analisis performance store, product strategy, marketing, dsb dsb adalah makanan sehari-hari. Setiap saat aku selalu bertemu dengan manusia, dengan orang-orang baru. Aku belajar bagaimana menghadapi dan menjaga hubungan baik dengan partner, mengendalikan contractor, bernegosiasi dengan pemilik toko, landlord (mall/land management), berusaha perform yang terbaik tanpa menjilat atasan dan boss, tight scheduling, berkoordinasi dengan para agent dan sales promotor toko-toko di seluruh Indonesia, banyak sekali aspek bisnis yang kupelajari di divisi dan perusahaan ini.

Berbeda dengan jika aku tetap bergelut di bidang teknik. Ah, pasti setiap hari aku berurusan dengan mesin. Komputer, jaringan, router, chip elektronika. Hmm, bagaimana bisa aku belajar bisnis jika tetap berkarir di dunia teknik. Aku berusaha blak-blakan lho.

Bahkan, karena ini adalah perusahaan multinasional berbasis sales & marketing, aku sering berurusan dengan perwakilan dari RHQ (regional head quarter) dari Singapura. Para kokoh-cici chineese singapura, bule-bule kantor RQH (berasal dari Australia, UK, Italy, Irlandia), orang Korea juga tentunya, sering sekali berkunjung ke kantor subsidiary Indonesia. Itu benar-benar melatih bahasa Inggrisku dengan baik. Memaksaku untuk berbicara dan bercakap dalam bahasa Inggris, meeting dalam bahasa Inggris, dan segala halnya dalam English.

Bekerja di sini seolah-olah adalah simulasi dari memiliki perusahaan sendiri. Dan nilai plusnya, aku sering melakukan business travel (untuk mengordinasikan toko-toko ekslusif Samsung) di seluruh Indonesia. Bandung, Bali, Manado, Surabaya, Jogja, Palembang… Bali bahkan aku sudah 2x datangi dalam waktu 2 bulan. Kalau Jabodetabek mah udah makanan sehari-hari lah. Jakarta, Tangerang, Bekasi, sering sekali aku gilir, sampai-sampai sekarang aku sudah hafal sebagian besar rute jalanannya. Semoga dalam waktu dekat bisa training ke Singapura & Korea Selatan. Amin.

Selain menyerap banyak ilmu di perusahaan ini, Juli tahun depan pun aku bertekad untuk segera kuliah S2 mengambil magister bisnis/management, jika tidak di Prasetya Mulya, ya di MBA ITB. Aku sebenarnya berminat sekali mengambil S2 MM di Prasmul, sayang kampusnya jauh sekali di Cilandak, kantorku di daerah Sudirman. Bisa gila aku kalau setiap Senin, Rabu, Jumat harus pulang dari kantor untuk kuliah sore jam6 magrib. Macetnya itu loh, Jakarta tau sendiri lah… Apalagi jam pulang kantor… Jadi aku beralih, sangat berhasrat kuliah MBA di ITB saja, dekat sih di daerah Patra Kuningan. Abis pulang kantor, 15 menit bisa langsung sampe kampus, kuliah di sana. Apalagi kalau fly-over tanah abang-kasablanka udah jadi. Hmmm sedaaap…. Lagipula program MBA ITB ini hanya satu-satunya di Indonesia, yang lainnya bergelar beda, Magister Management (MM), dan kultur akademiknya pasti sudah familiar kualami semenjak kuliah di Bandung dulu. Bisa jadi nilai plus untukku yang bertekad lulus cumlaude untuk S2 ini. Ga akan kubiarkan wisuda kedua kalinya di Sabuga ini biasa-biasa aja seperti wisuda S1 ku dulu.

Sayang, harus menunggu Juli tahun depan. Karena syaratnya harus berpengalaman kerja minimal 2 tahun. Coba kalau 1 tahun aja, sekarang pasti udah aku ambil program MBA-nya.

Kemudian, setelah lulus MBA di usia 28 tahun, usia 29 tahun aku berencana married. Insya allah dengan pacarku saat ini, Amin. Saat itu, insya allah dia sudah lulus beasiswa dari bank BCA, meneruskan ke program esktensi sarjana ekonomi di Trisakti, lulus ikatan dinas BCA, dan boleh mulai married.

Ya, it’s only a matter of time.  You can have the world at your feet by tomorrow, just sign on this line. “Ini hanyalah soal waktu. Kamu akan memiliki dunia berada di bawah kakimu suatu saat nanti, yang perlu kamu lakukan adalah jalani jalan yang telah kau tempuh”

Hold tight… limelight! Approaching the paramount with the sun in our eyes “Berpeganganlah dengan kuat, jadilah pusat perhatian! Dekatilah puncak itu dengan matahari terpancar dari matamu”

You can deviate from the commonplace, only to fall back in line. “Kamu dapat menyimpang dari tempat yang biasa, hanya untuk jatuh kembali ke tempat yang sama”

I understand mine’s a risky plan and your system can’t miss. But is security after all a cause or symptom of happiness? “AKu mengerti pilihanku adalah rencana yang penuh risiko, dan sistem yang kamu miliki tak akan pernah gagal. Tapi apakah rasa aman, pada akhirnya bisa menghasilkan kebahagiaan?”

Brave, yet afraid, his eyes on horizon in a steady-set gaze. A mariner soon from an open cocoon, takes a moment to summon his courage, to stifle his grave apprehension and trembling, approaches the surf. “Dengan berani, namun disertai rasa takut, matanya berada di horizon dalam tatapan yang diam. Pelaut itu segera keluar dari kepompongnya, diam sebentar untuk mengumpulkan keberaniannya, mengubur segala ketakutan dan rasa gemetarnya, untuk berjalan menuju ombak.

Even when plans fall to pieces, I can still find the courage with promise I’ve found in my faith, “Bahkan saat seluruh rencana gagal berkeping-keping, aku akan tetap menemukan keberanian disertai janji yang kutanamkan dalam kepercayaanku”

And if spirit’s a sign… Then it’s only a matter of time… Only a matter of time… “Dan apabila semangat adalah pertandanya… Maka ini hanyalah soal waktu… Hanyalah waktu…”

– Only a Matter of Time, a song from Dream Theater –Image

 

 

Advertisements

Baru Lulus Kuliah? Mau Dibawa Kemana Hidup Lo??

Note: TULISAN INI DIBUAT UNTUK SHARING – KARENA GW YAKIN, PASTI BANYAK PARA LULUSAN KAMPUS MUDA DI LUAR SANA YANG BINGUNG AKAN DIBAWA KE MANA HIDUPNYA SETELAH LULUS.
DAN TULISAN INI BANYAK BERCERITA SECARA PERSONAL, KARENA BERDASARKAN PEMIKIRAN DAN PENGALAMAN PRIBADI GW SENDIRI.

Pada saat menjelang gw diwisuda – setelah 5,5 tahun menjadi mahasiswa (hampir) abadi di kampus – gw masih bingung, mau dibawa hidup gw setelah gw lulus dari kampus gajah ini?

Terus terang, pada dasar lubuk hati gw yang terdalam, gw enggan untuk melepas status sebagai mahasiswa.
Kenapa? Sebagai mahasiswa, gw bisa bebas-sebebasnya berekspresi, masih bebas dari tuntutan kewajiban untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas diri gw, masih bebas traveling ke mana pun gw mau, bebas melakukan apa saja yang gw suka, bebas melakukan hobi-hobi gw yang bejibun – dan tetap mendapat uang saku dari orang tua…

Haha, memang terkesan kekanak-kanakan, tapi why not?? Alhamdulillah keluarga gw bukan orang yang susah, jadi gw memang gak ada tuntutan untuk cepat-cepat lulus. Selain itu, kenapa harus cepat-cepat lulus, kalo gw memang menikmati kehidupan gw di kampus??

Tapi jujur, yang gw nikmati di kampus bukanlah kehidupan akademisnya (kuliah, praktikum, tugas, dll), tapi justru kehidupan ekstra kurikulernya. Gw senang sekali ikut berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa – wah banyak sekali komunitas-komunitas (termasuk organisasi kemahasiswaan) yang gw ikutin. Ada belasan unit/komunitas kampus yang gw aktif ikuti kegiatannya – tapi hanya kegiatan dan kegiatan kumpul-kumpulnya, kalau rapat-rapat serius rasanya males buat partisipasi. Hahaha.

Gw sangat menikmati ikut kegiatan-kegiatan itu.

Gw pikir, lebih baik berlama-lama sepuasnya menikmati hidup selagi masih menjadi mahasiswa, melakukan apa pun yang masih ingin berhasrat untuk kita lakukan, daripada setelah lulus kuliah tidak ikhlas, berkeluh-kesah akan pekerjaan yang memberatkan, dan selalu berpikir lebih enak menjadi mahasiswa…

Mending puas-puasin menjadi mahasiswa selagi kebebasan ada di tangan kita, kemudian setelah segala hasrat terpuaskan, baru TOTALITAS memasuki dunia nyata (yang katanya keras dan kejam). Naik gununglah, travelinglah, berorganisasilah, nongkrong-nongkrong lah sepuasnya, ikutin segala kegiatan (yang positif tentunya) di kampus.

Kecuali menjadi Gamers yaa, menurut gw itu adalah hal paling MEMBUANG WAKTU dan NYAMPAH untuk dilakukan.

Jangan lakukan itu.

Setelah gw puas menjalani 5 tahun lebih kehidupan kampus, gw mulai tidak betah. Teman-teman sepermainan gw mulai banyak yang hilang dari kampus. Teman main gw udah gak sebanyak dulu lagi. Gw mulai merasa agak kesepian. Teman-teman main gw kebanyakan adik-adik angkatan gw, ada yang bahkan beda angkatan sampe 5 tahun di bawah gw!

Gw mendengar dari obrolan (dan tweet-tweet) teman-teman gw yang mulai memasuki dunia kerja. Gw mulai iri. Gw mulai sangat berhasrat untuk lulus, gw ingin merasakan pula kehidupan dunia kerja yang sepertinya penuh tantangan. Hati gw mulai memberontak.

PEER-PRESSURE memang signifikan perannya ya! 😀

Teman-teman gw sudah banyak yang kuliah lagi di luar negeri, ada pula yang menjadi karyawan professional yang mereka bercerita tentang negosiasi, presentasi, penjualan mereka, bos-bos mereka, gaji mereka… Nampaknya mereka mengalami banyak hal menarik di luar sana.

Sedangkan gw masih saja di ITB, berkutat dengan kehidupan di Bandung. Masih nongkrong dan jalan-jalan saja, bersama adik-adik kelas, yang bahkan angkatannya berbeda 5 tahun dengan gw!

Barulah gw BERTEKAD untuk lulus. Gw inget banget, wisuda ITB Oktober 2011. Saat itu wish-night HME ITB, gw liat seremoni-seremoni yang diadain anak-anak himpunan. Terus saat gw juga bertugas sebagai protokoler wisuda di SABUGA yang prosesinya begitu indah, gw berjanji dalam hati “Gw harus lulus April 2012! Apapun yang terjadi!”

Sejak saat itu, gw mulai mengerjakan TA gw (sebelumnya sama sekali gak pernah gw sentuh TA gw itu). Gw mulai mengajak teman-teman seperjuangan gw di jurusan (terutama yang satu dosen bimbingan) & di KMPA: terutama Alam & Maman untuk mengerjakan bareng TA.

Sering sekali kami bertiga pergi ke kafe (mostly di Gampoeng Aceh, Dago) untuk begadang sampe pagi, duduk dalam satu meja kafe mengerjakan TA bersama-sama. Walaupun TA kami sama sekali berbeda topic (tentu saja, karena kami juga berbeda jurusan!) tapi kegiatan itu benar-benar saling membantu kami – terutama aspek teknis dalam hal edit mengedit file word/excel TA kami. Hahaha.

Dan akhirnya, kami bertiga lulus dan WISUDA bareng di Sabuga ITB, tanggal 14 April 2012. Alam, Maman, lo benar-benar sahabat terbaik gw… Sampe awal masuk kuliah, mendaki banyak gunung dan hutan bareng, 6 tahun bersahabat dan berbagi suka-duka, hingga lulus kuliah pun barengan! 😀

Setelah sidang TA (gw inget banget, awal Maret 2012), gw mulai berpikir, scenario apa yang paling baik buat diri gw setelah gw wisuda?

Ada beberapa skenario yg ada di benak gw… Semuanya gw timbang dengan masak-masak…

Skenario #1, apakah mengambil S2?

Gw pikir, tentu tidak! Gw kuliah S1 saja sudah malas rasanya, apalagi mau lanjut kuliah S2??
Gw memang berhasrat untuk kuliah lagi, tapi jika dan hanya jika mengambil MBA (master of business administration).

Tapi tidak langsung setelah gw lulus. Gw pengen mendalami kehidupan dunia kerja professional yang sesungguhnya, kemudian barulah setelah mengetahui apa sih yang sebenarnya terjadi di dunia kerja, setelah itu mengambil MBA adalah pilihan yang terbaik.

Bayangkan bedanya, belajar dengan hanya MENGETAHUI TEORI, TEORI , dan TEORI… Dibandingkan dengan terlebih dahulu MEMAHAMI PRAKTEK langsung yang terjadi di dunia nyata, kemudian dilanjutkan dengan MEMPELAJARI TEORI yang seharusnya.

Skenario seperti itu sangatlah POWERFUL!

Jadi, Skenario #1 dicoret dari kemungkinan hidup yang gw jalanin setelah wisuda.

Skenario #2, Menikah.

OH MEN. This is definitely out of the box! Out!

Skenario #3, Entrepreneur.

Ya, menjadi entrepreneur memang menggelayuti benak gw. Kebebasan berekspresi. Kebebasan waktu dan perasaan. Tantangan untuk berkembang dengan kemampuan sendiri. Wah ini benar-benar menggiurkan hati gw!

Tapi, gw pikir, tidak untuk saat ini.

Menjadi entrepreneur butuh modal yang besar. Gw berbicara bukan hanya tentang Modal Uang. Tapi juga Modal Mental, Modal Pengetahuan, Modal Social Link, dan tentu saja PENGALAMAN.

Tanpa itu, sama saja seperti mati konyol.

Butuh mental yang seperti baja untuk bisa langsung sukses menjadi entrepreneur. Kecuali kalo lo mau buka usaha jual mie ayam pinggir jalan. Itu saja banyak tantangannya. Sogokan untuk preman jalanan, persaingan dengan tukang mie ayam lain, digusur Satpol PP, dsb. Apalagi usaha yang modalnya puluhan/ratusan juta…

Kecuali lo anak SBM yang bisa pinjem duit bokap lo yang bejibun buat mendirikan usaha.

Atau lo punya kemampuan membuat business plan dan bisa presentasi yang memukau untuk menarik investor.

Atau lo udah berpengalaman berjualan paruh waktu selama menjadi mahasiswa.

Bayangkan, kita yang masih hijau, polos, lugu, masih memiliki mental ‘mahasiswa’ langsung terjun menjadi entrepreneur. Wah, kalo gak cukup cerdas, kita bisa-bisa ditipu orang lain, jualan gak laku, bangkrut, dan lain-lain.

Makanya, gw SANGAT SALUT dengan teman-teman gw yang bisa langsung memilih menjadi entrepreneur setelah lulus.

Selain itu, gw juga sangat sayang dengan ilmu yang susah-susah gw timba di jurusan. Bayangkan, gw udah kuliah 5 tahun lebih untuk belajar ilmu ELEKTRO, eh tau-tau setelah lulus, ilmu gw gak dipake sama sekali!

OH MEN. Ngapain gw kuliah di jurusan gw kalo begitu??

Kalo ada yang bilang: yang dipake di dunia kerja itu bukan ilmu lo, tapi cara berpikir sebagai seorang engineer.

AH BULLSHIT.

Kata ada yang ngomong gitu, tuh orang berarti udah menyia-nyiakan ilmunya, sama aja dengan kurang menghargai keilmuannya sendiri yang diperolehnya selama kuliah.

Yah, mungkin gw berpikir begitu karena gw juga anak Elektro – banyak tawaran pekerjaan untuk engineer elektro. Mungkin bakal berbeda kalo gw anak jurusan astronomi, misalnya.

Dan, scenario #3 gw coret juga dari daftar gw. Gw memilih untuk mencari pengalaman, modal mental, dan ilmu professional terlebih dahulu. Baru setelah itu berkecimpung memiliki bisnis pribadi.

Skenario #4, bekerja di perusahaan kecil.

Terus terang, scenario ini juga ada di benak gw. Dengan bekerja di perusahaan kecil, gw secara langsung bisa belajar membangun bisnis dari embrionya. Belajar dari sang pemilik perusahaan, banyak hal yang akan gw ketahui tentang cara-cara mendirikan bisnis, tetek bengeknya, perizinannya, suap-menyuapnya, produksinya, dsb.

Tapi, rasanya ada hasrat dalam jiwa ini yang berbeda.

Gw pengen kerja di perusahaan besar!

Bukan soal GENGSI, atau tidak hanya soal GAJI (walaupun akhirnya salah satu pertimbangan besarnya adalah tentang gaji).

Tapi gw ingin membuktikan pada diri gw sendiri, apakah gw memang punya kapabilitas untuk menjadi bagian dari suatu perusahaan besar??! Dan apabila berhasil menjadi bagiannya, apakah gw bisa bertahan dan terus maju di tengah keberadaan orang-orang cerdas itu??! (karyawan perusahaan besar, pasti karyawannya cerdas-cerdas – asumsi pribadi)

Itu jadi tantangan besar bagi gw. Menanti untuk gw taklukkan.

Tidak gampang untuk dapat diterima menjadi karyawan suatu perusahaan besar (multinasional). Mereka pasti punya system rekrutmen karyawan yang ketat, apalagi pastilah banyak para jobseeker yang pengen sekali bekerja untuk mereka.

Dengan menjadi karyawan perusahaan besar/multinasional, itu menjadi pembuktian bagi diri gw sendiri akan kapabilitas gw pribadi. Dengan memiliki pembuktian, maka hal itu akan meningkatkan (boosting) kepercayaan diri dan confident pribadi. Itu bakal jadi bekal untuk masa depan gw.

Maka, Skenario #5 lah yang gw ambil: berkarir di perusahaan SWASTA besar/multinasional – bukan PNS/DEPARTEMEN PEMERINTAH/BUMN.

Kenapa bukan di PNS/Departemen Pemerintahan/BUMN??

Itu karena ‘doktrin’ dari Bapak gw.

Menurutnya, bekerja di PNS/DEPARTEMEN PEMERINTAHAN/BUMN bakal sangat MONOTON – terlebih-lebih lagi menjadi PNS, atau pegawai departemen.

Berdasarkan pengamatan Bapak, (Bapakdan Mama gw juga PNS), menjadi PNS/Departemen Pemerintahan tidak ada ilmunya. Kebanyakan hanyalah magabut (magabut=makan gaji buta). Padahal, sebagai seorang yang masih muda, ilmu dan pengalaman sangat penting untuk digali sebanyak-banyaknya.

Dan kenapa bukan BUMN?? Bukankah banyak juga perusahaan BUMN yang besar dan mampu mensejahterakan karyawannya??

Bapak gw bilang, “kalau kamu kerja di BUMN, gak akan jadi KAYA kamu. Hidup kamu bakal terus menerus jadi karyawan. Kamu bakal terbuai terus menjadi karyawan BUMN, karena memang fasilitas karyawan BUMN (Telkom, Pertamina, dll) sangat baik – tapi skillnya bisnisnya kurang. Dan kamu bakal terus berada di zona nyaman, sampai kamu pensiun kelak. Tidak ada tantangannya. Lihatnya orang-orang kaya kenalan Bapak, semuanya Pengusaha! Sudah, cari kerjalah kamu di swasta!”

Oke, itu kata bokap gw.

Tapi tentu saja gw gak mentah-mentah mencerna pendapatnya. Aku berpikir… Merenung… Dan banyak hal benarnya yang diucapkan Bapak gw.

Apalagi, gw pernah dengar cerita. Karyawan BUMN biasanya pergaulannya terbatas – hanya di lingkungan kerjanya saja. Itu-itu saja. Jika dia karyawan Telkom, maka pergaulan sehari-hari dan di luar kantor pun hanya dengan karyawan Telkom… Mau main tenis? Dengan orang-orang telkom… Mau jalan-jalan? Dengan karyawan sekantor… Sulit untuk mengembangkan diri.

Akhirnya, jadi PNS/Departemen Pemerintah/BUMN tidak gw pertimbangkan lagi.

Oke fix. Gw harus mencari perusahaan swasta!

Kemudian, muncul kebimbangan lainnya.

Di bidang perusahaan manakah gw harus berkecimpung??

Bidang yang ada di benak gw waktu itu adalah:
– TELEKOMUNIKASI
– ELEKTRO
– BANK
– PERTAMBANGAN, atau O&G (oil&gas, alias perminyakan).

Untuk bidang perbankan, setelah konsultasi dengan ayah gw, dan berbincang dengan beberapa teman yang berkarir di bank – gw memilih untuk mencoret daftar perusahaan perbankan dari scenario gw.

Kerja di bank ternyata kurang spesifik dengan keilmuan gw (karena bank kebanyakan menerima pelamar dari all major-segala jurusan), apalagi gajinya pun standar (tidak begitu besar), dan ternyata banyak teman gw yang sering lembur karena deadline pekerjaan.

Banyak teman-teman gw yang resign dari pekerjaan di perbankan. Bahkan, ada yang rela membuat ijazah baru dalam bahasa inggris ke Tata Usaha jurusan, dan membiarkan ijazah aslinya ditahan pihak bank, demi untuk mencari pekerjaan lain di luar perbankan.

Selain itu, ada juga teman gw yang pengen mencari pekerjaan di bidang keilmuannya. Seperti temen gw anak Fisika Teknik, dia diterima di ODP Bank Mandiri sudah ampir setahun. Tapi dia tidak ikhlas bekerja di sana karena bidang keilmuannya sangat sedikit terpakai.

Oke karena pengalaman-pengalaman itu, gw mencoret perbankan dari list gw.

Kemudian list berikutnya, bidang Pertambangan/O&G (oil and gas, alias perminyakan).

Di pertambangan/O&G, beban kerjanya berat. Mereka harus tinggal berbulan-bulan di tempat terpencil, jauh dari peradaban. Kemudian pekerjaannya sangat terfokus, mereka seakan-akan menjadi buruh yang dibayar dengan gaji tinggi. Mereka gak bisa belajar hal-hal lainnya selain job description dari peran mereka di site. Mereka gak akan bisa belajar aspek bisnisnya, gak bisa ikut komunitas-komunitas yang positif untuk meningkatkan nilai kualitas diri – kebanyakan berada dalam lingkungan terkucil di site.

Yang hanya bisa mereka lakukan adalah, (untuk pekerja system rooster) bekerja di site yang terpencil selama 4-5 minggu, kemudian libur total 1-2 minggu. Kemudian selama libur 1-2 minggu itu, lo foya-foya dan hedon di kota. Makan mewah, nonton bioskop seharian penuh, hedonism… Kalau yang jomblo, kemudian bergalau ria, curhat dengan teman-temannya kalau di site nggak ada cewe, dsb. Hahaha.

Dan yang paling disayangkan, pergaulan mereka di luar perusahaan terbatas sekali – hanya dengan kawan-kawan lamanya yang itu-itu saja. Setiap mereka berlibur (off) dan main ke kota, yang diajak main hanyalah keluarga atau kawan-kawan lama mereka dulu selama di kampus. Itu-itu lagi. Ngga ada kemajuan…

Di kota, saat liburan, para pekerja tambang/O&G (mostly tambang) akan melakukan sepuasnya apa yang mereka inginkan, memuaskan hasrat yang ngga terpuaskan di tempat terpencil – karena mereka sadar sepenuhnya, setelah balik lagi ke site terpencil itu, mereka harus kembali berkutat dengan kebosanan dan kejenuhan.

Memang sih, gajinya tinggi (tentu saja, beban kerjanya di site berat). Untuk perusahaan pertambangan, fresh graduate gaji rata-rata 6-8 juta BERSIH, kalau perusahaan O&G sekitar belasan juta (10-15 juta) BERSIH.

Tapi emangnya lo mau terus-terusan jadi KULI???

Gw sih gak mau. *walaupun tergiur juga sih dengan gajinya yang gila* :9

Lanjut. Bidang Elektro.

Gw gak begitu ngerti masalah elektronika, kontrol, power, transmisi daya, robotika… Mata kuliah dengan tema-tema seperti itu selalu gw ngulang. Hahaha.

Jadi gw skip deh bekerja di bidang elektro.

Jadi… Tinggal tersisa telekomunikasi…

Gw berpikir, gw kan kuliah di bidang telekomunikasi. Sangat bermanfaat jika akhirnya gw bisa menerapkan ilmu yang gw dapet selama kuliah.

Apalagi kalau kita anak ITB.

Reputasi lulusan ITB kan baik, banyak yang sukses (walaupun ada juga yang gagal-bergantung mental masing-masing juga). Apalagi kalau kita berkarir di bidang keilmuan yang sesuai. Itu bakal menjadi MODAL yang sangat tinggi untuk dihargai dan melejit di perusahaan kita.

Ibaratnya lo kuliah di ITB, sama dengan anak lulusan AKPOL/AKMIL. Anak lulusan AKPOL/AKMIL bakal cepat melejit karirnya karena mereka memang diproyeksikan untuk menjadi petinggi-petinggi di militer/kepolisian. Selain memang karena input dari ITB/AKPOL/AKMIL memang berasal dari bibit-bibit unggul yang otaknya (kebanyakan) encer ya… *sori gak maksud narsis, tapi tulisan ini memang sangat personal*

Selain itu, katanya, bidang telekomunikasi juga menjanjikan. Salah satu bidang profesi yang berbayaran tinggi – hanya kalah dengan bayaran orang-orang di bidang Oil & Gas.

Tapi selain itu gw berharap ditempatkan di daerah perkotaan besar. Alasannya gak lain dan gak bukan, agar gw bisa bergabung dengan berbagai komunitasnya yang ada di dalamnya.

Gw pengen mengenal dan belajar banyak dari orang hebat (yang kebanyakan berkumpul di kota besar). Gw pengen banyak belajar aspek bisnis, sembari gw pengen menggeluti lagi hobi-hobi gw. Sembari belajar secara professional menerapkan keilmuan yang gw miliki.

Maka, pilihannya yang gw harapkan adalah:
– Berkarir di perusahaan besar/multinasional (sebagai tantangan dan pembuktian diri)

– Di bidang telekomunikasi (agar keilmuan yang gw dapatkan selama di kampus tidak sia-sia)

– Di kota besar (selain Bandung – karena gw sangat ingin pergi MERANTAU – dan bukan kota yang ‘lebih kecil’ dari Bandung – maka satu-satunya pilihan adalah di Jakarta, atau syukur-syukur dapet di luar negeri) karena gw ingin banyak belajar dari komunitas-komunitas orang-orang hebat di dalamnya.

Alhamdulillah, berkat izin-Nya, gw dapat ketiga-ketiganya.

DIA memang hebat. Dikasihnya jalan bagi gw untuk berada di sini – di tempat gw berada saat ini.

Bahkan DIA memberi lebih.

Gw ditempatkan di unit kerja yang banyak terlibat dengan aspek bisnis (tidak langsung terlibat dalam hal teknis/engineering) – lebih seperti pekerjaan lulusan Teknik Industri. Itu untungnya bekerja di operator telekomunikasi-lebih terbuka kesempatan untuk belajar aspek bisnisnya. Selain itu, DIA bahkan menempatkan gw di perusahaan yang bervisi dinamis, dan berjiwa muda. Benar-benar cocok dengan karakter gw pribadi.

Dan gw gak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan-Nya. Insya Allah.

Aku seorang Elang

Ayah… Ibu…

Aku adalah seekor elang, yang akan terbang tinggi melintasi negeri nan luas ini
Aku tak tahan lagi untuk terbang mengepakkan kedua sayapku
Berhasrat melihat-lihat seluruh negeri
Terbang mandiri menuju garis horizon di ujung sana

Ayah… Ibu…
Aku tidak akan terus berada di sarang yang hangat ini
Suatu saat, Aku akan mencari tebing lain nun jauh di sana
Mengumpulkan satu persatu onggokan ranting kering
Merajutnya menjadi sarang baru milikku

Ayah… Ibu…
Maafkan aku, suatu saat
aku harus pergi meninggalkan kalian
yang sudah mulai menua
dengan sayap dan paruh yang telah mengkerut karena usia

Ayah… Ibu…
Saat ini, aku sadar
Aku hanyalah seorang Elang muda
yang terus menerus jatuh dan jatuh dari tebing ini
untuk belajar terbang dan mengepakkan sayap

Ayah… Ibu…
Dari pandangan elang muda ini,
aku bisa melihat samudera biru nan luas terbentang
aku dapat menatap puncak gunung nun jauh di sana
kota yang penuh dengan lampu nan gemerlap
serta desa dengan kebun dan sawah yang kehijauan

Aku harus terbang ke sana, wahai ayah… ibu…
Elangmu ini harus terbang mengepakkan kedua sayapnya
untuk menjadi elang yang hebat dan kuat

Ayah… Ibu…
Aku berjanji, akan menjadi seorang elang yang tangguh
Akan kulibas seluruh hujan badai yang menerpa buluku
Akan kusingkirkan debu yang masuk ke kelopak mataku
Akan kutahan angin kencang yang menghantam sayapku
Akan kusuarakan lengkingan tinggi nan gagah dari tenggorokanku
yang akan menggentarkan setiap musuhku

Dan kelak, aku akan pulang kembali ke sarang ini,
Akan kubawakan cacing dan ikan yang banyak
Dengan paruhku, akan kuelus lembut setiap bulu kalian
Akan kuciptakan sarang ini tercipta dari untaian ranting dandelion

Itu janjiku… Ayah… Ibu…
Terima kasih untuk segalanya
Telah menjadikanku Elang Muda dan Gagah
dan saat ini Aku siap menyambut dunia
Aku berjanji akan menjadi Raja Elang yang disegani

Akademi Junior FC Barcelona: “La Cantera” – Pencetak Maestro Sepakbola Dunia

Timnas Indonesia sudah dipastikan gagal masuk Piala Dunia 2014. Lagi-lagi. Kompetisi instan, pengurus PSSI yang bermental amburadul, dan kurangnya manajemen profesional dalam pendidikan pemain sepakbola usia dini menjadi akar permasalahan. Seharusnya (mungkin) pendidikan olahraga (dan terutama sepakbola) di negeri kita harus mencontoh profesionalitas dan integritas dari pendidikan usia dini milik tim terbaik dunia saat ini: FC Barcelona.

FC Barcelona, memiliki banyak pemain handal dunia yang mereka dapatkan tanpa harga sama sekali – karena Akademi Junior mereka lah yang telah menemukan, membina, dan mengembangkan para bakat terbaik di Spanyol sejak usia dini. Bukan hanya dari skill mereka menggocek si kulit bundar, namun juga dari sikap dan mental mereka di luar lapangan.

“La Cantera”. Begitulah Akademi Junior milik FC Barcelona disebut dalam bahasa Spanyol, yang artinya “Sang Tambang”. Akademi ini membina para calon bibit pemain sejak usia dini. Untuk diundang menjadi bibit binaan La Cantera pun tidak sembarangan anak. Hanya pemain junior yang sangat berbakat yang bisa menjadi bagian dari La Cantera, dengan tes masuk yang sangat ketat. 3 dari pemain terbaik dunia saat ini: Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez merupakan hasil binaan dari La Cantera.

Selain itu, terdapat nama beken seperti Cesc Fabregas (yang sejak musim ini kembali merumput bersama FC Barcelona), Pepe Reina (kiper andalan Liverpool), Mikel Arteta (midfielder Everton), Pep Guardiola (salah satu midfielder terbaik di masanya, yang saat ini menjadi manager legendaris FC Barcelona), Luis Enrique (mantan kapten FC Barcelona, yang saat ini menjadi pelatih AS Roma), Bojan Krckic (saat ini merumput di AS Roma), dan banyak lagi pemain handal dilahirkan di sini.

Bahkan di line-up FC Barcelona saat ini, terdapat pula nama-nama asli produk binaan FC Barcelona Junior, yaitu kiper Victor Valdez, bek Charles Puyol, Gerard Pique, midfielder Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, pemain depan Lionel Messi, serta Pedro.

TIm Muda FC Barcelona (tahun 1999). Cesc Fabregas (bawah, paling kiri), dan Gerard Pique (atas, kedua dari kiri)

TIm Muda FC Barcelona (tahun 1999). Cesc Fabregas (bawah, paling kiri), dan Gerard Pique (atas, kedua dari kiri)

LALU DI MANAKAH LA CANTERA, TEMPAT PARA PEMAIN MUDA BINAAN FC BARCELONA DIBINA?

Tepat di sisi stadion Nou Camp, terdapat suatu bangunan sederhana yang menjadi Kawah Candradimuka bagi para pemain cilik FC Barcelona. Bangunan itu disebut dengan nama “La Masia”. Bangunan ini yang aslinya merupakan bangunan pertanian yang telah dibangun sejak tahun 1702 (abad ke-18), diubah menjadi suatu Boarding House pada tahun 1979 untuk mengakomodasi pembinaan para pemain muda Barcelona.

La Masia (lingkaran merah), Kawahcandradimuka pemain muda FC Barcelona, tepat berada di sisi stadion Nou Camp

La Masia (lingkaran merah), Kawahcandradimuka pemain muda FC Barcelona, tepat berada di sisi stadion Nou Camp

Orang asing sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke area asrama La Masia.

Para pemain junior yang telah berusia lebih dari 13 tahun yang bertempat tinggal jauh dari asrama La Masia, harus tinggal menetap di sini, agar konsentrasi para pemain junior tersebut tidak terganggu oleh perjalanan melelahkan dari dan ke La Masia. Biasanya, pemain berusia 13 tahun akan berlatih selama 6 jam seminggu dan melakukan pertandingan 1×90 menit pada akhir pekan.

Untungnya, sistem asrama (Boarding House) ternyata memungkinan klub untuk membina tidak hanya skill bermain sepakbola saja, tapi juga gaya hidup dan sikap mereka, termasuk menu makanan sehat dan tidur cukup. Para pemain muda tinggal, tidur, dan makan bersama di pondok asrama La Masia. Mereka mengerjakan PR di perpustakaan yang luas serta memiliki ruang bermain dengan Table-Football, Biliar, dan Playstation.

Pola makan mereka diatur oleh para ahli gizi handal. Menu sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan sudah disediakan oleh para ahli gizi mereka, dan tentu saja dengan cita rasa yang pas di lidah. Tidak sembarangan makanan boleh mereka konsumsi. Para profesional di La Masia sadar bahwa asupan makanan dan gizi akan menentukan kondisi fisik dan inteligensi para bibit muda mereka. Mereka paham bahwa para bibit muda mereka butuh asupan nutrisi terbaik dalam masa pertumbuhan pesat mereka.

Tidak seperti para pemain di Indonesia yang mungkin setiap hari masih makan Indomie 2 bungkus, sambel terasi, kerupuk, baso, dan lainnya ya? 🙂

Setiap pagi, para pemain muda diangkut oleh bus untuk bersekolah di sekolah lokal terbaik. Pihak klub sadar bahwa menyelesaikan pendidikan dengan baik sangat penting bagi anak didik mereka.

See? Pendidikan tetap penting karena hal itu akan merangsang kemampuan berpikir (inteligensia) seorang pemain sepakbola. Kemampuan inteligensia yang baik akan membentuk kemampuan mengendalikan emosi yang baik pula. Di Indonesia, banyak pemain sepakbola lokal yang kurang memiliki kemampuan inteligensia dan mengendalikan emosi dengan baik. Mereka “kurang” cerdas.

Selesai bersekolah pada pukul 2siang, mereka kembali ke asrama untuk makan siang, kemudian beristirahat sejenak sebelum berlatih sepakbola pada pukul 5sore selama 1,5 jam. Kemudian lanjut mengerjakan PR dengan bantuan tutor privat. Setelah makan malam, mereka punya waktu bercengkerama sejenak sebelum tidur pada pukul 9 malam. Tidak lupa, sebelum tidur, mereka melakukan doa dan ibadah bersama-sama.

“Kami membina para pemain muda untuk menjadi ORANG BAIK (good people) dengan gaya hidup sehat dan membantu mereka untuk hidup bahagia dengan cara hidup mereka,” kata Albert Capellas, koordinator senior di La Cantera. “Saat penting bagi kami agar para pemain muda memiliki respek terhadap orang lain. Mereka harus menjadi GOOD PEOPLE, seorang GENTLEMEN.”

Pemain muda FC Barcelona sedang beribadah di geraja (sekitar tahun 1997). Andres Iniesta kecil (kedua dari kiri), serta Pepe Reina (kedua dari kanan) sedang bernyanyi carol

Pemain muda FC Barcelona sedang beribadah di geraja (sekitar tahun 1997). Andres Iniesta kecil (kedua dari kiri), serta Pepe Reina (kedua dari kanan) sedang bernyanyi carol

“Ketika mereka bertanding sepakbola, kami menekankan para pemain untuk bermain dengan 3 prinsip penting,” kata Capellas, “Pertama, mereka harus menjadi anggota tim yang saling mendukung, (kedua) melakukan Foul (pelanggaran) yang sedikit, dan (ketiga) jangan terlalu agresif dalam bermain.”

“Lalu mereka harus mencoba sekuat tenaga untuk menang dengan cara bermain cantik, lebih kreatif menciptakan peluang, dan melakukan Attacking Football. Dan tentu saja pada akhirnya mereka harus memenangkan Papan Skor pertandingan,” lanjut Capellas, “tapi kami tidak ingin menang apabila kami bermain kotor.”

Kiper Liverpool Reina mulai tinggal di La Masia sejak usia 13 tahun. “Mereka mengatakan bahwa kami tidak hanya tumbuh sebagai pemain sepakbola di La Masia, tetapi juga sebagai pribadi yang baik, dan itu benar,” katanya. “Anda bisa belajar untuk menghormati orang lain dan juga untuk mempertajam ide-ide Anda. Saya tumbuh jauh lebih cepat di sana.”

NAMUN BAGI SEORANG ANAK BERUSIA 12-13 TAHUN YANG TINGGAL JAUH DARI KELUARGA DAN ORANG TUA, TANPA DORONGAN MORIL YANG BAIK, HAL ITU AKAN MENJADI SANGAT SULIT.

Pemain tengah Everton, Mikel Arteta, salah satu teman Reina di La Masia, telah meninggalkan orang tua dan lima saudaranya di Basque (salah satu provinsi di Spanyol) sejak usia 15 tahun untuk mengejar mimpinya berkarir sebagai pemain sepakbola profesional.

“Aku pernah sangat merindukan orang tua dan saudara saya, dan seringkali pada malam hari aku menangis bercucuran air mata hingga tertidur karena rindu kampung halaman,” katanya.

Andres Iniesta pun begitu. Ia tinggal di La Masia sejak usia 12 karena bakatnya yang luar biasa. Iniesta pindah dari desanya di Fuentealbilla (pusat Spanyol). Salah seorang pelatih La Cantera masih ingat trauma Iniesta setiap hari Minggu – saat orangtuanya akan kembali ke Fuentealbilla setelah menghabiskan akhir pekan bersama Iniesta remaja.

“Dia sangat dekat dengan keluarganya dan setiap perpisahan dengan orang tuanya di akhir pekan akan menjadi drama kecil yang mengharukan,” kenang Albert Benaiges, pelatih yang akan menjadi seperti seorang godfather bagi Iniesta muda.

“Andres akan menangis dan ia menghabiskan banyak waktu di rumah saya. Dan setiap kali ibu saya melihat Iniesta tersenyum saat ini, ibu saya selalu membuat lelucon, karena dia ingat betapa Iniesta menderita di hari terdahulu.”

Andres Iniesta pun ikut curhat. “Namun, setiap kali aku merasa sedih dan ingin pulang ke kampung halaman, aku akan melihat keluar La Cantera, dimana terdapat stadion Nou Camp di baliknya,” kenang Iniesta. “Itu selalu di pikiranku, bahwa tujuan ku berada di sini adalah untuk bermain di sana.”

PENGALAMAN DAN KEBERSAMAAN YANG PENUH KEDEKATAN DI MASA MUDA MENCIPTAKAN IKATAN SEUMUR HIDUP.

Cecs Fabregas, yang datang ke La Cantera ketika berusia 15 tahun, pun setuju akan hal itu. “Ini adalah tahun-tahun terbaik dalam hidup saya, dan saya membuat sahabat seumur hidup di sana,” kenangnya.

“La Masia adalah suatu keluarga,” kata Capellas. “Kami melakukan pembinaan pemain muda, karena mereka hidup tanpa orang tua dan keluarga mereka. Kami pastikan mereka merayakan semua festival, seperti Natal, dan ulang tahun setiap anak, seperti layaknya suatu keluarga.”

Cesc Fabregas Muda Bermain untuk Tim Muda FC Barcelona melawan Athletic Bilbao (tahun 2003)

Cesc Fabregas Muda Bermain untuk Tim Muda FC Barcelona melawan Athletic Bilbao (tahun 2003)

Di antara anak-anak itu, terdapat pula seorang anak pemalu dan berbadan kecil dari Argentina yang menghabiskan beberapa hari pertama dengan meringkuk di sudut kamar asrama, tanpa mau berbicara dengan siapa pun.

Namanya?? LIONEL MESSI.

Messi, pemain terbaik dunia, adalah produk maestro La Cantera. Dia tiba di sini dari Argentina saat dia berusia 13 tahun, setelah tidak ada satu pun klub Argentina yang mau membayar obat yang Messi butuhkan untuk mengobati cacat hormon pertumbuhannya. Ya, Messi memiliki gangguan hormon pertumbuhan sehingga ia tidak dapat tumbuh seperti layaknya anak normal. Hal ini tidak mengherankan bagi Barcelona untuk kemudian membina Lionel Messi, meskipun ia bertubuh 20 cm lebih pendek dari rekan-rekannya.

“Ukuran tidak penting,” kata Capellas. “Paling penting adalah bahwa pemain memiliki bakat, bahwa mereka dapat mencintai sepakbola, bukan bahwa mereka adalah yang terkuat atau tertinggi.”

Lionel Messi Junior saat menjadi binaan di La Cantera

Lionel Messi Junior saat menjadi binaan di La Cantera

LALU APA RAHASIA GAYA BERMAIN CANTIK ALA BARCELONA: TICTAC PASS ?

Possesion football dengan statistik sangat menawan: rata-rata 75% penguasaan bola dalam setiap pertandingan.

“Sejak bibit pemain muda kami berusia 7 sampai 15 tahun, segala yang kami bina di sini bertujuan menjadikan sepakbola menjadi bagian dari diri mereka,” kata Capellas. “Kami membuat mereka MENCINTAI sepakbola. Artinya mereka bermain sepakbola dengan rasa nikmat, bukan sebagai suatu kewajiban.”

“Dimulai dari usia anak-anak yang sangat dini, hal yang paling penting adalah mampu mengontrol bola (controlling) dengan sangat baik, memiliki kemampuan untuk berlari dengan bola (dribbling), berpikir sangat cepat (inteligensia baik), dan melepaskan umpang (passing) dengan sangat baik. Kami menghabiskan begitu banyak waktu untuk berlatih umpan, passing, dan memelajari taktik dan gaya bermain tim.”

Para pemain muda FC Barcelona sedang bermain di halaman rumpu La Masia, dengan latar belakang stadion legendaris Barcelona : Nou Camp

Para pemain muda FC Barcelona sedang bermain di halaman rumpu La Masia, dengan latar belakang stadion legendaris Barcelona : Nou Camp

Lalu di manakah kompetisi bermain bagi para pemain muda binaan La Cantera??

FC Barcelona memiliki tim cadangan, yang bernama Barca Athletic, yang bermain di divisi Spanyol dengan level yang lebih rendah. Banyak pemain tetap La Cantera yang bermain di Barca Athletic, yang berarti klub dapat terus mengembangkan pengalaman bermain para pemain muda berusia 16-21 tahun dalam lingkungan kompetisi yang terkendali dan kompetitif bagi level mereka.

Fakta bahwa Messi, Iniesta, Xavi dan Fabregas semua menunjukkan kontrol bola yang piawai serta gaya bermain cantik mungkin telah menunjukkan bahwa Barcelona tidak hanya beruntung untuk mewarisi generasi emas pemain, tapi juga buah dari kerja keras.

“Ini bukan keberuntungan,” Capellas bersikeras. “Ini hasil kerja keras dan cerdas. Ini model kami di Barcelona, yang telah diasah selama bertahun-tahun sejak usia dini oleh banyak profesional dengan keterampilan khusus, dan semua bekerja menuju satu visi dan tujuan yang sama: Untuk membina pemain agar menjadi tim juara.”

=============================================================================

Lalu apa dari cerita “La Cantera” FC Barcelona yang bisa kita petik hikmahnya untuk pendidikan olahraga usia dini di Indonesia?

– Pertama : “Ukuran tubuh tidak penting,” kata Capellas. “Paling penting adalah bahwa pemain memiliki bakat dan tekad untuk menjadi seorang pemain besar, bahwa mereka dapat mencintai sepakbola, bukan bahwa mereka adalah yang terkuat atau tertinggi.”

Ya, dengan ukuran tubuh para pemain Barcelona yang hampir sama dengan rata-rata tubuh pemain timnas Indonesia, tidak ada masalah sama sekali untuk menjadi seorang tim pemenang. Lionel Messi bertinggi 169 cm, Andres Iniesta bertinggi 170 cm, Xavi Hernandez bertinggi badan 170 cm – begitu pula dengan Pedro (169 cm), Bojan Krkic (170 cm), dan produk La Cantera lainnya hanya bertinggi badan pas-pasan.

Yang dibutuhkan adalah BAKAT dan TEKAD yang kuat.

– Kedua : “Kami membina para pemain muda untuk menjadi ORANG BAIK (good people) dengan gaya hidup sehat dan membantu mereka untuk hidup bahagia dengan cara hidup mereka,” kata Albert Capellas. “Saat penting bagi kami agar para pemain muda memiliki respek terhadap orang lain. Mereka harus menjadi GOOD PEOPLE, seorang GENTLEMEN.”

Ya, bermainlah dan menjadi seseorang dengan integritas yang baik jauh lebih penting. Jadilah seorang GOOD PEOPLE dan GENTLEMEN.

– Ketiga : “Barcelona memiliki tim cadangan, yang bernama Barca Athletic, yang bermain di divisi Spanyol dengan level yang lebih rendah. Banyak pemain tetap La Cantera yang bermain di Barca Athletic, yang berarti klub dapat terus mengembangkan pengalaman bermain para pemain muda berusia 17-21 tahun dalam lingkungan kompetisi yang terkendali dan kompetitif bagi level mereka.”

Ya, diperlukan suatu kompetisi yang ketat dan sesuai dengan level bermain, agar dapat mengembangkan pengalaman bermain para pemain muda sejak usia dini. Bukan hanya pembentukan proyek tim temporer (yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun, lalu dibubarkan), tapi tim dengan proyeksi jangka panjang 5-10 tahun.

– Keempat : “Ini bukan keberuntungan,” Capellas bersikeras. “Ini hasil kerja keras dan cerdas. Ini model kami di Barcelona, yang telah diasah selama bertahun-tahun sejak usia dini oleh banyak profesional dengan keterampilan khusus, dan semua bekerja menuju satu visi dan tujuan yang sama: Untuk membina pemain agar menjadi tim juara.”

Ya, hasil kerja keras dan cerdas lah yang akan membuahkan hasil. Everything is about process. Tidak ada prestasi instan.

Pekerjakan para profesional dalam membina pemain muda. Mulai dari pelatih teknik yang baik dan bermental pendidik, ahli nutrisi yang menentukan menu makanan paling bergizi, fisioterapi (dokter) handal yang mampu menjaga kondisi fisik para pemain muda, hingga pola kehidupan asrama yang bergaya hidup sehat, religius, dan penuh integritas (kejujuran).

AYO INDONESIA!!! KITA BISA!!!

===========================================================================

ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri oleh anakmoeda.wordpress.com
sumber: http://www.dailymail.co.uk/home/moslive/article-1265747/Inside-FC-Barcelonas-football-academy-churning-future-Messis–free.html

Instalasi Network-Simulator 2.34 di Sistem Operasi Ubuntu 9.04

SEKALI-SEKALI JADI GEEK AHH… #demi-TA-lulus-apapunkulakukan :p

Udah lama banget gw gak memposting sesuatu tentang teknologi informasi setelah sebelumnya cukup banyak ada di blog lama gw.

Akhirnya setelah bersusah payah tidur-tiduran sambil berleha-leha di kasur, perjuangan gw melakukan instalasi Network-Simulator 2 di sistem operasi Ubuntu 9.04 berhasil juga!

Yippieee !!!

Sekedar dokumentasi pribadi, dan sekalian sharing juga, gw pengen berbagi cerita tentang proses instalasi dan persiapan pribadi yang gw lakuin sejak dari awal menginstal sampai berhasilnya proses instalasi NS-2.

1.Untuk memudahkan proses instalasi dan download source, pastikan sistem operasi Ubuntu selalu memiliki koneksi ke internet.

Gw sendiri menggunakan koneksi internet memakai Modem Koneksi Broadband GSM (dari Telkomsel-Flash paket Unlimited). Cara mengaktifkan koneksi ini mudah :
Cukup plugin modemnya ke slot USB (akan otomatis terdeteksi oleh sistem operasi Ubuntu) > klik kanan di setting Connection (yang berada di pojok kanan atas jendela Ubuntu) > klik “Edit Connection” > klik Tab “Mobile Broadband” > klik “Add” .
Lalu muncul jendela “Set Up a Mobile Broadband Connection”. Setelah itu tinggak klik “Forward” sampai Finish, lalu modem bakal otomatis tersetting sesuai dengan layanan Mobile Broadband yang digunakan (Telkomsel Flash, IM2, atau lainnya). Lalu lakukan “Connect” menggunakan layanan internet yang anda gunakan.

2.Gunakan source repository yang menggunakan server lokal Indonesia (agar proses download tidak memakan waktu lama)
Caranya klik “System” (yang berada di pojok kiri atas jendela Ubuntu) > “Administration” > “Software Source” . Lalu muncul jendela Software Source. Klik tab “Other Software” > “Add”
Lalu masukkan alamat server repository lokal Indonesia (saya pribadi menggunakan server kambing.ui.edu – server ini selalu up-to-date dan tidak pernah bermasalah)
Lihat screenshot di bawah ini untuk jelasnya :

source download ubuntu indonesia

source download ubuntu indonesia

SUDAH ? Nah sekarang saatnya kita melakukan proses instalasi yang sebenarnya :
Instalasi Network Simulator 2 ! (Untuk seterusnya proses instalasi selalu menggunakan Terminal)

NOTE :
– Dalam berbagai langkah instalasi di bawah ini, anda akan sering diminta konfirmasi password untuk Super-User (Root). Ketikkan saja password Root anda dengan benar.
– Saya menggunakan username Ubuntu “gustaf”. Silakan ganti dengan username Ubuntu “yang-anda-gunakan-sendiri” !

3.Buka terminal : klik “Application” > “Accessories” > “Terminal”

4.Download source Network Simulator :
$ sudo wget http://downloads.sourceforge.net/project/nsnam/allinone/ns-allinone-2.34/ns-allinone-2.34.tar.gz

ATAU bisa melalui web browser, langsung direct download via alamat web berikut (saya menggunakan web browser Modzilla Firefox) : http://sourceforge.net/projects/nsnam/files/allinone/ns-allinone-2.34/ns-allinone-2.34.tar.gz/download
(tunggu proses download hingga selesai)

5.Lalu copy source hasil download “ns-allinone-2.34.tar.gz” ke folder /home/gustaf/ (jika anda belum menaruh file source hasil download tadi ke folder /home/gustaf/ :
$ cp ns-allinone-2.34.tar.gz /home/gustaf

6.Ekstrak source tersebut menggunakan perintah berikut :
$ sudo tar -xzvf ns-allinone-2.34.tar.gz
(tunggu sampai seluruh source telah diekstraksi, lalu akan muncul folder “ns-allinone-2.34” di direktori /home/gustaf/)

7.Masuklah ke direktori ns-allinone-2.34 :
$ cd ns-allinone-2.34

8.Download dan install beberapa library :
$ sudo apt-get install build-essential autoconf automake libxmu-dev
(tunggu proses download install sampai selesai)

9.Download dan install compiler “g++-4.3”:
$ sudo apt-get install g++-4.3
(tunggu proses download install sampai selesai)

Sampai proses ini, instalasi yang saya lakukan AMAN LANCAR TERKENDALI.
Lanjut!

10.Lakukan perintah instalasi :
$ ./install

Ah! Saya mendapatkan PESAN ERROR SEBAGAI BERIKUT !

——————————————————————————————–
otcl.o: In function `OTclDispatch’:
/home/bogdan/ns/ns-allinone-2.34/otcl-1.13/otcl.c:495: undefined reference to `__stack_chk_fail_local’
otcl.o: In function `Otcl_Init’:
/home/bogdan/ns/ns-allinone-2.34/otcl-1.13/otcl.c:2284: undefined reference to `__stack_chk_fail_local’
ld: libotcl.so: hidden symbol `__stack_chk_fail_local’ isn’t defined
ld: final link failed: Nonrepresentable section on output
make: *** [libotcl.so] Error 1
otcl-1.13 make failed! Exiting …
See http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-problems.html for problems
———————————————————————————————

Waduh bingung juga gw… Akhirnya setelah mondar mandir hilir mudik dengan mbah google, saya temukan juga solusinya, ini dia cekidot :

11.Masih di direktori /home/gustaf/ns-allinone-2.34, lakukan perintah berikut :
$ sudo CC=gcc-4.3 CXX=g++-4.3 ./install

DAN BERHASIL! Akhirnya muncul message berikut ini di jendela terminal :

———————————————————————————————-
Please put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/bin:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/unix:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tk8.4.18/unix

into your PATH environment; so that you’ll be able to run itm/tclsh/wish/xgraph.

IMPORTANT NOTICES:

(1) You MUST put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/otcl-1.13, /home/gustaf/ns-allinone-2.34/lib,

into your LD_LIBRARY_PATH environment variable.

If it complains about X libraries, add path to your X libraries

into LD_LIBRARY_PATH.

If you are using csh, you can set it like:

setenv LD_LIBRARY_PATH

If you are using sh, you can set it like:

export LD_LIBRARY_PATH=

(2) You MUST put /home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/library into your TCL_LIBRARY environmental

variable. Otherwise ns/nam will complain during startup.

After these steps, you can now run the ns validation suite with

cd ns-2.34; ./validate

For trouble shooting, please first read ns problems page

http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-problems.html. Also search the ns mailing list archive

for related posts.
——————————————————————————————–

YES!!! HIGH FIVE!!!
Goin to Next Step…

12.Konfigurasi PATH untuk aplikasi NS2 dan NAM (Network Animator), agar operating sistem mengetahui letak file eksekusi NS2 : (Tambahkan baris berikut di akhir file “bashrc”, jangan lupa ganti alamat “/home/gustaf/” dengan “/home/username-yang-anda-gunakan/”, bagian ini amat penting bos ! )

$ sudo gedit ~/.bashrc

—————————————————————————-
# LD_LIBRARY_PATH
OTCL_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/otcl-1.13
NS2_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/lib
X11_LIB=/gustaf/X11R6/lib
USR_LOCAL_LIB=/gustaf/local/lib
export LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:$OTCL_LIB:$NS2_LIB:$X11_LIB:$USR_LOCAL_LIB

# TCL_LIBRARY
TCL_LIB=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/library
USR_LIB=/gustaf/lib
export TCL_LIBRARY=$TCL_LIB:$USR_LIB

# PATH
XGRAPH=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/bin:/your/path/ns-allinone-2.34/tcl8.4.18/unix:/home/gustaf/ns-allinone-2.34/tk8.4.18/unix
NS=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34/
NAM=/home/gustaf/ns-allinone-2.34/nam-1.14/
PATH=$PATH:$XGRAPH:$NS:$NAM
—————————————————————————–

13.Lakukan refresh file bashrc :
$ sudo source ~/.bashrc

14.TAHAP AKHIR dan Paling Lama! Yaitu proses validasi! (terlebih dahulu masuk ke direktori ns-2.34) :

$ cd /home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34 && ./validate

BERES ?? TANPA ERROR??

Jangan senang dulu, sekarang ambil nafas panjang, hembuskan, lalu say “Bismillah” , and then ketik perintah berikut :

15.$ cd /home/gustaf/ns-allinone-2.34/ns-2.34/tcl/ex/ && ns simple.tcl

Lalu jika muncul gambar berikut :

Screenshot NAM dan NS-2

Screenshot NAM dan NS-2

SELAMAT ANDA BERHASIL !!!
🙂

16.(Opsional) Membuat link-command sendiri (symlink) agar ns dapat dieksekusi dari direktori mana saja dari terminal (tidak usah repot harus masuk ke folder ns-2 terlebih dahulu) :
$ sudo ln -s /home/gustaf/ns-allinone-2.33/ns-2.33/ns /usr/bin/ns

SEMOGA BERMANFAAT.

– genuinely made by anakmoeda.wordpress.com

DITILANG ASOY GEBOY… Plat Nomor Anda sedikit tidak sesuai ‘Standar Kepokisan’?? Hati-hati Pokis Pencari Kesalahan Berkeliaran di Sekitar Anda!

Hari Rabu, 10/11/10, sekitar pukul 10.11, di jalan raya Ujungberung-Cileunyi – sekitar kampus UIN Bandung.

Waktu itu gue lagi mengendarai sepeda motor gue, Vixion merah, dengan atribut kendaraan lengkap – pakai helm fullface, STNK, dan SIM C – dari alun-alun Ujungberung ke arah Cileunyi.

Sewaktu gue melintas sebelum melewati kampus UIN (dari arah alun-alun Ujungberung), ternyata sedang ada razia kendaraan oleh pokis. Karena merasa atribut kendaraan gue lengkap, gue santai aja melewati mereka terus berkendara ke arah bundaran Cileunyi. Dan memang, gue bahkan tidak dilirik oleh seorang pokis pun.

Setelah menyelesaikan sedikit urusan di sekitar kampus UIN, gue pun bermaksud kembali pulang ke rumah. Maka, gue pun memacu kendaraan ke arah alun-alun Ujungberung. Tepat setelah gue melewati kampus UIN, ternyata razia masih ada. Karena gue merasa tidak punya salah, maka gue menurunkan kecepatan kendaraan, dan pelan-pelan santai merayap menuju area razia pokis. Para pokis terlihat seperti berbaris di pinggir jalan, “berkonsentrasi” menatap dan scanning setiap pengendara motor yang melewati mereka – ibarat seorang ular yang sedang mengawasi mangsanya. Gue sih tetap bersikap santai – toh gue merasa tidak ada kesalahan.

Eh tidak dinyana, tidak diduga… ternyata salah seorang pokis kemudian melambaikan tangannya ke arah gue – bukan bermaksud “high five” atau menyapa gue – tapi tentu berniat menyuruh gue menepi untuk diperiksa SIM dan STNK.

Akhirnya gue dengan santai menepikan sepeda motor ke pinggir trotoar.

“Selamat pagi dek”, kata pokis.

Gue cuekin aja, gak gue jawab, sambil merogoh dompet dan mengeluarkan SIM-C dan STNK. Terus gue sodorkan ke pokis nya.
Pokis nya memerhatikan SIM dan STNK sejenak, terus katanya “Plat nomor anda tidak sesuai dengan ‘standar kepokisan’ ya. Jadi adek saya tilang”.

Terus dia ngeluarin surat tilang dari kantongnya, sambil menarik pulpen dari sepatu boot hitam nya (jrit, norak banget emang para pokis, masa pulpen ditaruh di sepatu boot?? Ckckck norak!)

Memang, gue telah mengganti plat nomor gue dengan model plat nomor lain yang lebih estetis dan lebih enak dilihat, tapi plat nomor gue SAMA SEKALI ngga gue aneh-anehin, masih terbaca dengan JELAS dari jauh. Ini cekidot foto plat nomor gue itu…

Plat Nomor Sepeda Motor

Jelas, gue ngga terima kalau harus ditilang karena ‘plat nomor yang tidak sesuai standar kepokisan’ – menurut gue kesalahan KECIL gituuuuhhh… Apa sih yang salah kalau kita pengen sepeda motor kita terlihat sedikit menarik?? Masa sih harus DIWAJIBKAN memasang plat nomor dari pokis (yang kita dapat waktu membuat STNK baru) yang cat nya sama sekali TIDAK RAPI itu?? Apabila plat nomor gue masih JELAS TERBACA dari jauh – ngga kayak plat nomor ALAY gituh. Gue pun membantah,

“Tapi pak, saya liat di jalanan banyak juga yang plat nomor nya aneh-aneh, jauh lebih ‘ngga standar’ daripada plat nomor saya ini pak??”

“Yaa, mereka belum dapat giliran kepergok kami saja. Personil kami kan terbatas dek, tidak mungkin semua kendaraan yang plat nomor nya menyimpang bisa kami tindak sekaligus”.

Busyet dah, NGELES lagi nih pokis, pikir gue. Pokis itu pun kemudian membuka selembar kertas *kucel dan terlipat-lipat!* yang isinya ternyata pasal-pasal pelanggaran lalu lintas. Terus dia nunjukin pasal ‘yang gue langgar’, kira-kira bunyinya gini “Setiap kendaraan harus menggunakan atribut kendaraan yang sesuai peraturan, termasuk plat nomor yang berlabel kepokisan dan diterbitkan oleh samsat bersangkutan.” *Gak tau deh apakah itu benar peraturan dari kepokisan – atau tuh pokis nge PRINT SENDIRI tuh peraturan.
Bla bla bla, perdebatan kami berlanjut, tapi akhirnya gue nyerah dah…

“Yaudah deh pak, silakan tilang aja deh” kata gue.

“Baik, kalau begitu silakan adek ambil SIM nya di pengadilan negeri jalan riau” katanya sambil mencoret-coret ‘kertas dewa’nya.

Oke deh pak, kata gue dalam hati – tetep gue cuekin tuh pokis.
“Nanti hari jumat tanggal 19 (november) pukul 8 pagi ya” lanjut si pokis.

Gue udah pasrah, dengan gaya sok cool sambil melipat tangan di dada memerhatikan si pokis menorehkan tinta nya.

Mau tilang gue, silakan! Asal jangan nyuruh gue buka celana aja…
“Tidak boleh datang terlambat dek, kalau terlambat, adek harus *bla bla bla*” (gue ngga perhatiin dah dia ngomong apa, pokoknya kira-kira intinya harus datang tepat waktu ke sidangnya)

Gue still diam aja, cuek bebek!

“Ehm… Jangan lupa bawa uang yang cukup ya dek , kira-kira uang dendanya sekitar Rp.50 ribu…”

Gue tetap cool. Dalam hati gue, Iya deh pak, ntar kalau kurang duitnya, saya gadai deh nih celana kolor gue!

Tapi tiba-tiba si pokis menatap gue, terus ngomong gini,
“Gimana adek bisa menghadiri persidangan hari jumat jam 8 PAGI atau tidak?” (intonasi kata ‘pagi’ ditekankan oleh si pokis).

Kata gue, “Ya harus bisa lah pak!”
Tapi pokis ngomong lagi gini “Ya kalau ngga mau repot, selesaikan DI SINI aja dek”

Gubrak!

Ternyata UUD juga nih pokis, alias “ujung-ujungnya ‘di sini’ aja” .
Kampret, emang benar kan dugaan gue, ternyata nih pokis emang niatnya MAU CARI-CARI KESALAHAN gue doank! Busyet dah, kalau kesalahan gue GEDE MAH, gue ridho deh ditilang berapa miliar juga. Misalnya ditilang gara-gara gue mengendarai sepeda motor ngga pake roda, atau ngga bawa STNK/SIM malah bawa kartu tanda anggota PITIMOSS. Boleh dah, gue ridho!

Tapi ini, busyet dah…

Terus gue bilang “Gak usah deh pak, saya sidang aja. Kebetulan saya belum pernah ikut sidang, pengen tau rasanya gimana…”
“Sidang itu repot dek, lebih baik adek selesaikan di sini saja”. Busyet, malah maksa lagi nih pokis.

“Udah pak, ga usah. Sidang aja pak”

Pokis itu diam bentar, terus melanjutkan nulisnya. Sret sret sroootttt! (duh yang terakhir mah bukan suara guratan pulpen, itu mah suara ingus gue… 😛 )

“Yaudah ! Silakan tanda tangan di sini!” pokis berkata dengan jutek.
Yaudah gue tanda tangan,terus gue ambil surat tilang warna pink itu.

Terus gue starter motor gue, sebelum itu gue liat bet nama di seragam si pokis: FERY.

Gue teriak, “Ooh jadi nama bapak FERY yah??”
Si pokis menyahut dengan arogan, “Iya, kamu lihat saja di surat tilang itu ada nama lengkap saya!”

Gue Cuma ketawa dalam hati sambil memacu sepeda motor meninggalkan ‘area-X’ itu.

Hahahahaha…

Hallooww Pak Pokis FERY MANULLANG (supaya kedengaran keren, kita singkat dengan kata inisial “FM”) YANG TERHORMAT??

Aneh jika anda tidak sadar kalau kesalahan anda adalah “memaksa” saya (secara halus) untuk menyuap anda. Saya heran, apakah anda tidak membaca pasal yang bahkan ada di surat tilang yang anda hadiahkan pada saya, kalau anda lupa atau bahkan ngga pernah baca pasalnya, ini dengan baik hati saya perlihatkan untuk anda pasalnya (lihat pasal pertama)…

Pasal Peraturan pada Slip Tilang Lalu Lintas

Pasal Peraturan pada Slip Tilang Lalu Lintas

Dan FYI, ternyata setiap pokis berhak mendapatkan ‘uang terima kasih dari negara’ senilai Rp.10 ribu untuk setiap surat tilang yang masuk ke pengadilan. Artinya, ketika kita membayar denda tilang di sidang pengadilan, maka dari (misalnya) Rp.50 ribu yang kita setorkan ke kas negara, Rp.10 ribu rupiah masuk ke rekening pokis yang menilang kita. “Lumayan lah buat beli bakso”, begitu mungkin pikiran di dalam benak Pak Pokis FM YANG TERHORMAT.

Ckckck… Dasar Pokis… 

PESAN MORAL cerita:
Ketika harus melewati area razia pokis, JANGAN PERNAH MERASA bahwa kita bersih dan PASTI BEBAS dari kesalahan, karena yang namanya pokis lalu lintas sedang melakukan razia, mereka SELALU MENCARI-CARI KESALAHAN ANDA – sekecil apa pun kesalahan anda. Kalau perlu, sewaktu melewati razia – gak peduli apakah surat-surat kendaraan anda komplit, gak peduli apakah atribut kendaraan anda sudah sesuai aturan – tancap gas aja sewaktu melewati razia pokis. Semakin cepat anda melewati area razia, semakin kecil kemungkinan para pokis bisa menemukan kesalahan anda.

Mereka, para pokis lalu lintas, benar-benar menjalani profesi yang ‘LAME’. Mereka tidak punya penghasilan yang cukup baik, sehingga apabila mereka menginginkan pendapatan yang layak, mereka harus sedikit ‘KREATIF’. Dan kreativitas mereka disalurkan dengan cara mencari-cari kesalahan di area jalanan.

Sebenarnya tidak masalah apabila attitude para pokis lalu lintas cukup sopan dan mengayomi. Tapi ini?? Lagak mereka tengil, sok berkuasa, memaksa, dan sok hebat. Hah! Kalah jauh sama satpam di Toilet bank-bank. Coba liat satpam di bank, sedikit-sedikit senyum, sedikit-sedikit “silakan mas ganteng”, sedikit-sedikit “sini saya pijitin, sebelah mana yang pegal-pegal pak??”…

Sangat sopan bukan??

Lah ini pokis kita?? Itulah kenapa masyarakat ANTIPATI sama pokis. ATTITUDE alasannya.

*UPDATE TIPS:
Kalau akhirnya nasib menghendaki anda ditilang oleh polisi dan harus ke pengadilan, maka minta sang pokis untuk menahan STNK anda – jangan malah SIM anda yang ditahan!

Kenapa?

Karena ketika saat sidang di pengadilan, ruangan sidang para “pesakitan lalu lintas” yang ditahan antara SIM dengan STNK ternyata berbeda ruangan. Ruangan sidang SIM jauuuuhhhhhhh lebih banyak antrian dibandingkan Ruangan sidang STNK!

Sangat amat BERJUBEL sekali! Penuuhhh oleh manusia, berkeringat, di ruangan nan panas dan pengap, non-AC, dan tanpa Pengeras Suara! Betapa “canggih” nya fasilitas di pengadilan negara kita. Padahal kalau tung-itung, kalau di kota Bandung dalam seminggu ada 500 orang yang terkena tilang, dan kita ambil rata-rata tiap orang terkena denda Rp.50 ribu, maka seharusnya tiap bulan negara memeroleh pendapatan sekitar ( Rp.50 ribu x 500 orang x 4 minggu) = Rp.100 juta per bulan ! Itu kalau buat beli AC ruangan pengadilan dan Pengeras Suara (SPEAKER) bisa dapet berapa lusin ya????

Ckckckckckckc, jadi kemana sih larinya tuh uang denda??…. *geleng-geleng kepala saking takjubnya*

TIPS Berhenti Merokok… Ala anakmoeda[wordpress]com

Merokok harus diakui emang nikmaat… Buat yang bukan perokok, jangan protes untuk statement gue itu. Beneran kok, emang nikmat bangett… …Bangeetttt…. Setiap tarikan hirupannya, ketika asapnya merasuk ke dalam tenggorokan, rasa nikmat menjalar ke dalam setiap sel rongga dada. Apalagi kalau merokok abis makan, beuhh, rasa-rasanya mendingan gak makan tapi ngerokok, daripada gak makan tapi gak ngerokok (yaiyalah…). Kalo gak percaya nikmatnya ngerokok, cobain aja deh sebataang aja setiap hari, dijamin kamu bakal tau gimana nikmatnya… (Nah lho, katanya mau ngasi tips berenti ngerokok, eh kok malah ngegodain orang buat ngerokok??? wkwkwk)

Hmm tapi efeknya nih yang berbahaya…
Baru bentar jogging di sabuga, tapi nafas udah ngos-ngosan dan penuh desahan??
Duit Makan Kiriman Bonyok Selalu Ludes karena Bela-Belain dipake untuk Beli Rokok di Kios Rokok Bu Sutiyem??
Anda termasuk Perokok Tipe-A yang senang berbagi rokok dengan sahabat?? (maksudnya berbagi adalah MEMINTA sahabat untuk berbagi rokoknya 😛 )

Walaupun gue sendiri belum bisa berhenti ngerokok, tapi seenggaknya gue udah berusaha meminimalisir porsi rokok gue menjadi hanya 3 selop sehari (Busyet, meminimalisir atau memaksimalisir tuh??)… Tapi jangan putus asa dulu, ini gue punya tips sederhana dan canggih buat kalian yang pengen stop merokok…

1. Berhenti Bergaul dengan Teman-teman yang Merokok
Wah, gila, masa’ baru tips pertama, udah dikasi saran yang beraattttt banget untuk dilakukan… Hmmm emang sih berat, tapi gue yakin para perokok gak akan bisa tahan godaan kalo sewaktu ngobrol dan bercanda ama temen-temen lo yang perokok, terus ngeliat mereka menghirup asap dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan raut wajah penuh kepuasan…. Pasti Sange dan mupeng banget bawaannya!!! Jadi pengen juga “nyicip-nyicip” kan? Yakin gue! Makanya, cepet-cepet berhenti bergaul dengan temen-temen yang perokok! (Hahaha, Mampus,, gak punya temen deh lo… 😛 )

2. Lakukan Self-Hypnosis untuk Berhenti Merokok
Tau Hipnotis kan?? Itu tuuh, yang suka dilakuin si Uya Kuya di Tipi – yang sering ngebuat pasangan muda-mudi ABABIL (ABG Labil) itu putus dan berantem gara-gara hipnotisnya si Kuya mengungkap semua kegombalan mereka selama ini.
Nah, ini percaya atau tidak percaya, senjata paling ampuh buat berhenti ngerokok… Caranya self-hypnotis?? Gampang aja, instruksikan alam bawah sadar anda untuk mengambilkan laptop anda, terus nyalain n pasang modem, buka modzila rubahapi terus masuk ke web google dan ketik deh “cara self-hypnosis”. Baca dan resapi maknanya hingga meresap ke dalam “deep thinking zone” anda, dijamin anda akan jago dalam melakukan self-hypnosis… Wkwkwk becanda, self-hypnosis gak bisa gue terangkan di sini karena konsepnya cukup panjang untuk dijelaskan 🙂

3. Jangan nonton program TV yang Disponsori Rokok
Nonton acara yang disponsori rokok bisa ngebuat kita jadi pengen ngerokok cuy… Gimana ngga, pas nonton acaranya, dikit-dikit dengar merk rokok kesayangan disebutin oleh pembawa acaranya… Lagi nonton bola Liga Super Indonesia, ehh mbak-mbak pemandu Kuis nya bilang “Selamat anda mendapatkan uang tunai satu juta rupiah dipotong pajak 200 persen.. Hadiah anda dan acara ini disponsori oleh Djarum Pentul… Pria Punya Selera…”

4. Minta Pacar untuk Memarahi Setiap Kali Kita Merokok
Waahh, kalo ini mah dijamin setiap pacar kita pasti bakal dengan senang hati dan riang gembira ngelakuin hal itu untuk kita (tapi klo tips yang ini gue belum tau tingkat keampuhan nya-maklum lagi single, haha). “Demi kebahagian sang tautan hati, apa sih yang ngga bakal aku lakukan buat kamu??” Ciahhhahaha, mungkin itu yang bakal mereka bilang waktu kamu minta mereka untuk ngawasin kamu untuk berhenti merokok… Kalo perlu, minta mereka untuk menabok, eeh salah, mencium pipi kamu setiap kali kamu ketauan merokok… (Halah, itu mah NGAREEPPP namanya… Malah jadinya kita kesenangan pengen ngisep terus, wkwkwk)
Tapi gimana donk kalo pacar aku juga perokok berat, juragan pabrik rokok, pedagang asongan, atau bencong sapoy yang suka ngisep “Rokok Ijo”??? Huahahaha, gampaanngggg! PUTUSIN AJA LAH, gitu aja kok repoott?? (mohon dilafalkan ala Gus Dur gadungan – yang di acara guyon politik di metro tipi itu loh 😛 )

4. Hidup Sendiri di Tengah Hutan Setahun Penuh
Hhmmm, ini emang cara yang paling ekstriim untuk berhenti merokok. Khusus buat anda yang udah desperate banget udah ngejalanin tips 1 hingga 4, tapi tidak membuahkan anak, mungkin ada kesalahan dalam sistem reproduksi anda… Mungkin anda kurang melakukan foreplay dan terlalu terburu-buru pengen cepat “tembus”… (Nah lho, kok jadi mirip artikelnya Dokter Boyke yaa?? Hahaha)
Ya benar, ambil ransel anda, bawa dan packing HANYA sleeping bag, golok, garam, dan korek. Jangan ajak siapa-siapa. Terus pergi ke Terminal Ledeng, naek angkot yang akan membawa anda ke area hutan Situ Lembang (gak usah jauh-jauh dulu). Silakan SURVIVAL di sana ala Cast Away – jangan pulang kalau belum setahun penuh, Kalau beruntung, anda akan menemukan ular-ular yang sedap untuk DISANTAP!!! Huahahahaha (ketawa ala orang freak)…

Ya, itulah segudang tips nan AMPUH dari gue – tidak usah berterima kasih dan pake sujud segala, tips dari gue itu sih belum seberapa kok (alah, Ge-er banget ya gue… Hahaha)

Intinya: DISIPLIN.

-doakan saya juga supaya bisa STOP MEROKOK ya!!!-
stafarda