Archive for the ngomong santei Category

HIGH JUMP 2014 !!! 8 RESOLUSI

Posted in eksekutif muda, ngomong santei with tags , on 7 Januari 2014 by stafarda

Wah setelah gw inget-inget lagi, sepertinya gw sama sekali belum pernah nulis tentang resolusi tahun baru di blog. Dan karena terinspirasi oleh mimpi-mimpi hebat teman kampus gw dulu yang dia posting di blog, menginspirasi gw juga untuk ikut memposting resolusi gw di blog pribadi.

Semoga di antara reader blog ini, ada yang baca dan mengamini resolusi gw ini. Hehe.

Flashback dulu di tahun 2013. Tahun ini di akhir bulan Januari gw jadian dengan pacar gw yang paling manis, cute, lucu, dan menggemaskan. Kemudian di bulan April gw resign dari XL Axiata dan masuk jadi Management Trainee di Samsung Electronics.

Mengenai pengalaman kerja, di kantor baru ini, gw belajar jauh lebih banyak daripada di XL. Lebih karena bos-bos gw di tempat baru ini mau untuk memberi gw kepercayaan untuk menghandle project-project yang krusial. Berbeda dengan di XL — karena gw masih anak bawang, bos gw dulu pelit sama project dan baru mau ngasih project ke gw kalau project itu ecek-ecek.

Selain itu, di kantor ini gw belajar praktek marketing secara langsung – pergi ke market (market visit), negosiasi dengan partner / owner toko, menangani vendor konstruksi toko yang banyak ulah, berhubungan dengan tim sales Samsung, etc.

Sangat banyak ilmu yang gw dapet di Samsung dibandingkan dengan saat masih kerja full kantoran di head office XL.

Mengenai masalah finansial, sejak pindah ke Samsung, gw bisa menabung jauh-jauh lebih banyak daripada saat masih kerja di XL – sekitar 3x lipat lebih banyak jumlah yang bisa gw tabung saat ini dibandingkan dengan saat di XL. Iyalah, gaji gw sekarang naik sampai 40% daripada gaji waktu masih di XL. Wkwk.

Di 2013 juga, gw meraih tes skor TOEFL paper based sebesar 570. Awalnya tes itu akan gw pakai untuk apply beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa, tapi karena keburu keterima di Samsung – gak jadi deh apply ke Erasmus. Haha.

Terus apalagi ya flashback 2013?

Cinta – Cita – Harta. Sudah semua kayaknya dimention.

Oke deh. Lanjut ke resolusi 2014.

Gw buat 8 Resolusi 2014. Kenapa 8? Karena 8 adalah angka yang bagus – tidak punya sudut mati, dan juga angka yang paling banyak muncul di tahun kelahiran gw. Wkwk.

1. Pergi ke Luar Negeri untuk pertama kalinya (memperawani passport) – menggunakan uang perusahaan. Kemungkinan ke Bangkok untuk training Management Trainee Samsung se-Asia Tenggara di bulan Februari. Doain yaah supaya jadi berangkat… Udah dipostponed 2x nih gara-gara gejolak politik di Thailand

2. Ranking 5 besar sebagai Management Trainee Samsung 2013 – supaya dikirim untuk training ke Korea di pertengahan 2014. Akan pengumuman Ranking & kelulusan MT di bulan Februari minggu ke-3. Doakan ya teman-teman…

3. Belajar bahasa Korea – sampai lancar melakukan percakapan sehari-hari dengan orang-orang Korea di kantor gw. Orang Korea banyak yang jago bahasa Indonesia & Inggris. Kita juga orang Indonesia yang kerja di perusahaan Korea harus jago bahasa mereka!!

4. Sertifikasi Agent Insurance Prudential di bulan Maret. Pengen belajar ilmu sales terapan (alias jadi salesman). Karena seorang businessman sejati adalah seorang ahli ilmu sales terapan – jadi gw harus belajar ilmu sales dengan giat.

5. Punya nilai Portfolio Investasi Pribadi (kombinasi reksadana saham, saving, deposito, emas, reksadana campuran, & reksadana obligasi) dengan total senilai Rp.88 juta di bulan Desember

6. Sertifikasi Open Water (Scuba Diving) di bulan Mei. Udah 3 tahun sertifikasi ini tertunda. Harus gw ambil sertifikasi Open Water tahun ini!

7. Sertifikasi CPMA (project management) by PMI (Project Management Institute) di bulan Juli. Iseng-iseng ambil untuk menambah pengetahuan mengenai project management.

8. Aktif lagi latihan Tarung Derajat (Boxer). Sudah 1,5 tahun ga aktif latian beladiri (sejak mulai kerja di Jakarta bulan Juli 2012). Target lulus ujian ke tingkat berikutnya yaitu Kurata IV (sabuk biru) tahun ini.

Yak itulah 8 Resolusi gw 2014.

SEMANGAT MEWUJUDKAN SEMUANYA MENJADI NYATA! HIGH JUMP!!!

.

Iklan

Terima kasih XL Axiata!

Posted in eksekutif muda, filosofis, ngomong santei with tags , , , , , , on 29 Maret 2013 by stafarda

Bulan ini, akhir Maret 2013 adalah genap bulan ke-9 sejak gw memiliki ‘Real Occupation’ sejak lulus kuliah di April 2012. Ini perusahaan pertama tempat gw bekerja.

Di XL, budaya kerjanya sangat muda (young) dan energik. Rata-rata orang yang bekerja di XL mungkin (secara gw belum pernah survei langsung database perusahaan) 50% berada di bawah usia 30 tahun. 30% berada di usia antara 30-35 tahun. Dan 10% antara 35-40 tahun, dan sisanya 10% di atas 40 tahun (termasuk sang CEO Pak Hasnul yang juga alumni Elektro ITB *sok bangga* wkwkw).

Sekali lagi, data-data itu hasil perkiraan dan penerawangan gw doank. Jangan dipercaya banget. Hahaha

Intinya. Benar-benar muda, dan energik budaya di sini.

Juga penuh transformasi.

Bayangkan, pada akhir tahun 2012, top management XL memutuskan bahwa untuk menguasai pasar telekomunikasi Indonesia, XL harus bertransformasi menjadi perusahaan yang berfokus di EMC (emerging middle class) yaitu EMC adalah golongan konsumen XL muda yang berusia 20-28 tahun – yang merupakan konsumen potensial XL.

Untuk mencapai itu, XL harus memulai dari karyawannya terlebih dahulu. Karyawan-karyawan XL harus menyerap semangat dan jiwa EMC/anak muda itu. Dan itu harus dimulai dengan memahami dan menjadi anak muda itu. Dan akhirnya, perubahan budaya besar-besaran di XL di mulai.

Dalam bekerja, karyawan XL diharuskan menggunakan dresscode kerja yang sangat anak muda – boleh menggunakan kaos/t-shirt, jeans, dan sepatu gaya apa pun. Jarang ada yang pakai kemeja formal. Paling banter pake kemeja santai. Kebanyakan pake casual polo dan t-shirt band. Wkwkwkwkw.

Seru bangeettttt kerja di sini!!! Kerja berasa kuliah! Hahahaha. Nuansa anak muda pun tercipta. Apalagi desain interior di kantor pusat pun sangat berwarna-warni. Seru.

Di XL, gw ditempatin di departemen Product Development (PD). Yaitu semacem project coordination office-nya XL.

Awal gw masuk kerja di departemen ini (awal Agustus 2012) terus terang gw nervous, grogi. Apalagi waktu pertama kali masuk ke lantai-18 dan diajak berkeliling kenalan dengan orang-orang di PD (sekitaran 50 orang PD). Gila, besok paginya gw sempet ada rasa gak mau masuk kerja aja dah. Nervous! Hahaha.

Maklum, pertama kali bekerja bro 😛

Di sinilah gw belajar untuk membuat presentasi (slide show) yang informatif dan harus mampu dipahami orang lain. Cukup sulit awalnya, terutama saat harus membuat slide yang berhubungan dengan skema mekanisme dan sistem teknical, juga saat mendeksripsikan ‘subscriber experience’. Tapi lama-lama gw jadi belajar dan berusaha membuat slide yang baik. Itu akhirnya menjadi skill yang penting untuk dikuasai.

Di sini juga gw belajar cara melobi, cara mempush pihak lain agar mampu memenuhi jadwal/timeline yang disepakati. Cara berkomunikasi yang baik yang gw pelajari – terutama tata cara berkomunikasi via email dan phone – juga berkomunikasi langsung tentunya. Dan itu pula akhirnya menjadi skill yang berharga yang gw dapat di sini.

Pula belajar cara menggerakan (memotivasi) orang lain di departemen yg berbeda untuk melakukan trouble shooting dari permasalahan yang ditemukan di tengah project. Di divisi gw, kita tidak pernah hands-on langsung dengan perangkat/mekanisme apa pun. Tugas kita adalah menggerakkan tim lain (di departemen lain) yang memiliki otoritas untuk mengakses mekanisme tersebut, agar mampu menjalan target & project dari user/business owner.

Jadi intinya di departemen gw adalah, gimana pinter-pinternya mengkoordinir banyak tim dari banyak departemen berbeda, agar project bisa accomplished.

Di sini lah gw menyadari kelemahan-kelemahan gw.

Gw menyadari bahwa gw orangnya males untuk memfollow up komunikasi – termasuk ketemu langsung maupun by phone. Padahal agar tindak lanjut cepat, seseorang itu harus difollow up via phone. Tapi lama-lama gw belajar hal itu, dan perlahan mampu untuk berkomunikasi (baik langsung maupun by phone) dengan efektif dan berprogress.

Gw juga menyadari kalau gw orangnya suka menunda-nunda. Proyekan gw sering delay karena gw sering menunda progress sesuatu project. Untunglah berkat senior-senior di tim gw, gw belajar bagaimana melakukan follow up dengan tanggap dan cepat. Mereka sekali mendapat problem, langsung menghubungi orang yang terkait untuk dilakukan fixing. Sementara gw, bakal berjalan keluar cubicle, buat kopi dulu, ke WC dulu lah pipis atau BAB, atau browsing-browsing di HP. Wkwkwkwkw kacau. Faktor jaman kuliah kale :p
Gw belajar mengenai hal ketanggapan itu.

Kemudian gw pun mendeteksi bahwa emosi gw masih labil. Gw seringkali terpancing emosi saat bekerja – terutama ketika berhadapan dengan pihak lain yang tidak koordinatif, atau bergaya bicara yang sedikit arogan. Saat itulah emosi gw terpancing dan akhirnya membalas dengan arogan pula. Akibatnya konfliklah yang terjadi.

Gw sadar dan kemudian perlahan menyesuaikan untuk mengontrol emosi. Gw harus lebih sabar, dan berusaha menempatkan diri pada posisi pihak lain itu. Dan ternyata, memang apabila kita mengimaginasikan diri kita pada posisi orang lain, kita bakal lebih toleran dan mampu untuk mengontrol emosi dengan baik. Kita harus paham, mungkin di departemen lain budayanya berbeda dengan departemen tempat kita berada. Di sana mereka mungkin punya banyak workload dan KPI yang padat, atau mungkin boss yang galak.

Di XL, yang adalah perusahaan besar, gw belajar bahwa seluruh work flow memiliki prosedur. Dan prosedur itu harus ditaati. Dan prosedur itu yang kadang-kadang pernah gw tabrak begitu saja – dan akhirnya ditegur senior bahkan ditertawakan massal oleh senior-senior di tim gw. Wkwkwk

Berbeda dengan perusahaan kecil mungkin, yang hanya sedikit prosedur – yang penting melakukan pekerjaan secara efektif dan rapid.

Tapi di perusahaan besar (perusahaan dengan karyawan lebih dari 1000 orang), tiap orang sudah punya jobdesc masing-masing – yang seringkali amat detail dan itu-itu saja (terkotak-kotakkan). Gw belajar bahwa hal itu common terjadi di perusahaan besar – dan memang harus seperti itu.

Gw juga belajar bahwa kunci kesuksesan menjadi seorang eksekutif adalah:
“TULUS membantu pekerjaan pihak lain di perusahaan”.

Pihak lain itu macem-macem, bisa manager, rekan setim, atau orang lain di departemen yang berbeda. Dengan ikhlas dan tulus berniat membantu, akan dengan sendirinya menciptakan mindset yang menghasilkan totalitas dalam bekerja.

Dengan tulus membantu kerjaan boss dan juga mengabdi pada mereka, itu lah kunci kemajuan karir kita.

Kemudian yg gw pelajari lagi, bekerja totalitas tidak harus diniatkan untuk dilihat orang lain. Justru kalau niatnya pengen ‘eksis, jatohnya malah bakal dilihat orang lain semacem ‘creep’ alias penjilat. Hal kayak gitu malah jadi bumerang.

Ga perlu niat pengen dilihat bahwa kita hebat, tapi dengan bekerja total dengan sendirinya orang lain bakal mengendus bakat kita. Kata orang, berlian di lumpur walaupun tidak terlihat saat ini, namun dia tetap berharga tinggi, dan suatu saat akan ditemukan dan diasah menjadi batu permata yang berkilauan.

Di tim gw, diisi oleh orang-orang yang hebat dan penuh inspirasi – yang sangat menginspire fresh graduate seperti gw ini.

Gw belajar dari mentor gw, Mas Romi, yang bawaannya kalem dan tenang. Yang mampu memfollow up suatu ACK NOT-OK dari tim Service Assurance dengan tenang namun efektif menggunakan pendekatan personal. Sangat nice guy.

Bli Epo yang cool, asik, baik hati, pleiboy, punya simpenan tante-tante (wkwkwkwk piss bli!), dan kayanya yang paling nyambung (setipe) ama gw. Hahaha.

Gw belajar cara bercanda di kantor dari Bli Iswara yang ngga pernah berhenti bikin gw ngakak dengan spontanitas dan candaannya. Gilak, ga ada matinya bikin perut orang sakit tuh orang. Hahahahaha

Duo Bli dari Bali itu memang gila-gila emang. Hahahaha

Juga dengan mas Michael yang becandaannya kreatif (selalu!) dan orisinal.

Belajar juga dari Mas Rufus yang enak banget jadi tempat bertanya, sangat sistematis kalau menjelaskan konsep teknis dan prosedur work flow di XL. Apalagi ditambah dengan hobi yang sama yaitu sama-sama suka musik (metal) dan juga cerita-ceritanya tentang politik, perang abad pertengahan, agama, sosial, pokoknya semua pengetahuan politik dari jaman pertengahan sampe modern doi tau! Hahahaha, lumayan bener-bener nambah pengetahuan gw :p

Tita yang baik hati dan alim, tapi asyiik. Maaf sering ngabisin tissue lo pas gw kena pilek.

Kakak Carla yang sangaat ceria, cerewet, tapi seruuu. Terus terang, doi kece dan asik banget orangnya. Tipe gw banget pokoknya. Sayang udah punya Kenza. Haha

Mbak Helen yang galak. Hahaha. Tapi baik hati dan suka meres susu. Wkwkwk

Di sini gw juga mengobservasi bahwa ada perbedaan gaya bekerja antara eksekutif papan atas di XL dan karyawan biasanya.

‘Karyawan biasa’ CIRI UTAMAnya adalah cenderung MENGHINDARI PEKERJAAN (kurang senang saat ada workload baru dipercayakan untuk mereka kerjakan).

Mereka juga ‘kurang perfeksionis’ – dalam arti kurang ‘Take Ownership’ dan total dalam melakukan pekerjaan mereka.

Mungkin itu yang membuat mereka tetap menjadi karyawan biasa.

Para eksekutif papan atas (boss-boss) di XL – minimal setingkat manager – memiliki gaya bekerja yang hebat. Dari cara bicara mereka, sangat terlihat bahwa mereka cerdas. Mereka juga sangat cepat dalam menangkap dan mengolah suatu informasi, kemudian berpendapat dalam rapat.

Mereka juga seluruhnya pekerja keras, dan detail (juga perfeksionis) dalam bekerja. Juga ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Itu ciri khas orang-orang di XL untuk level manager (dan General Manager/GM).

Untuk level Vice President (VP), gw lihat mereka orang-orangnya KREATIF dan VISIONER. Mereka (VP-VP) itu terlihat energik dan lincah. Mereka sangat antusias ketika berdiskusi untuk topik yang berhubungan dengan ‘visi’. Mereka mampu menggali ide-ide yang berhubungan dengan masa depan industri telekomunikasi, dan berimaginasi mengenai kemungkinan penerapan ide-ide tersebut.

Misalnya aja, VP di departemen gw. Suatu saat, operator telco ‘3’ dari hutchison mengancam XL dengan data internet service nya yang rapid merangkul banyak pasar telco di bidang data.

Saat itu, gw yang tergolong EMC (anak muda berusia di bawah 24 tahun) dan beberapa temen lainnya diajak diskusi tentang apa sih keunggulan ‘3’ dibanding XL. Dan kita brainstorming dan melakukan riset – salah satunya dengan mencoba langsung (self experience) service data internet ‘3’. Kita telaah kelebihan ‘3’ dibanding operator telco lain. Kemudian kita buat di slide powerpoint dan kita presentasikan di hadapan VP. Sang VP sangat antusias menanggapi presentasi kami.

Dan sangat terlihat jelas bahwa sang VP itu kreatif dan visioner. Dia bahkan mengundang kita ke focus discussion yang dihadiri orang-orang dari BCG (Boston Consulting Group) untuk melakukan komparasi antara produk XL dengan operator lain.

Gila, itu gen para eksekutif papan atas yang gw observasi.

Gw juga mengobservasi boss langsung (manager) gw, yaitu Mbak Ingrid.

Dia orang jenius, cepat mengolah informasi, pekerja keras, perfeksionis, taat prosedur, tegas, tapi juga mampu melihat jauh ke depan tapi detail.

Dia tahu apa progress seluruh project yang dikerjakan anak buahnya. Dia yang membentengi kami dari buruan tim marketing yang pengen project mereka cepat kelar. Dia yang udah hadir di cubiclenya jam setengah 8 pagi, dan pulang paling telat di antara yang lain (paling cepet jam 8 malem). Dia yang masih ngirim email kerjaan di jam 12 malem dan 3 subuh – juga di saat weekend. Saat weekend, di mana banyak orang berpikir bahwa weekend adalah saatnya melupakan seluruh pekerjaan.

Haram menyentuh urusan kantor saat weekend! Tapi mbak ingrid beda.

Gak ngerti lagi gw gimana otaknya bisa ngga meledak.

Akhirnya gw tahu alasannya – alasan kenapa dia sangat pekerja keras. Ada suatu momen di mana gw talking one-on-one dengannya. Dan dia bilang “Once I have committed to something, I will strict to that. Once I signed contract with XL, I will struggle to do the best for XL which has paid me”.

Itu lah kuncinya. Dia berkomitmen. Berkomitmen dengan perusahaan yang sudah membayarnya, sehingga dia berusaha sekuat tenaga – ‘do the best’ untuk memajukan perusahaan.

Dia juga paham bagaimana menggunakan trik psikologis di kantor. Dia pernah bilang “Once something is in chaos, you just offer some solution – which will give benefit for your team. Others will follow your solution. And you have set the environtment! Environtment which will give winning to your team”

Tapi dia juga ekstrovert, ceria, suka bercerita, dan sering bawain makanan enak untuk anak-anak buahnya. Mantap!

Kelemahannya adalah dia terlalu strict. Dan terlalu perfectionist.

*hadeuh capek ngetik euy. Udah jam setengah 1 malem. Sedangkan besok pagi gw mau touring dari Jakarta ke Bandung bareng cewek gw – maklum mumpung longweekend :p hehehehe*

#udahahntarlanjutlagiceritanya#

*sleep mode* *bye!*

Teknik Telekomunikasi yang Menakjubkan :D

Posted in kuliah, ngomong santei, teknologi with tags , , , , , on 6 Januari 2012 by stafarda

GW MERASA BERUNTUNG MENJADI MAHASISWA TEKNIK TELEKOMUNIKASI!!! 😀

Karena di bidang ini, gw banyak belajar tentang analogi, pola pikir yang amat abstrak, namun aplikatif (harus dapat diterapkan). Serta jenius dan sangat sangat kreatif! Gw malah berpendapat bahwa bidang telekomunikasi adalah suatu SENI dan MAHAKARYA umat manusia yang paling hebat sepanjang sejarah peradaban manusia. Bisa dibilang melebihi hebatnya teknologi seni arsitektur di masa Renaissance berabad-abad dahulu 😀

Dan lebih penting lagi, karena bidang ini adalah bidang teknik, maka pola pikir yang terbentuk pun sangat aplikatif, efektif, dan efisien (costless). Harus dapat menghasilkan suatu teknologi yang stabil dan berkualitas baik, dengan menekan cost dan biaya sekecil mungkin.

Seorang mahasiswa teknik telekomunikasi harus selalu dapat mengimajinasikan suatu “benda” yang kasat mata, tidak terlihat dan terasa oleh panca indera, namun fungsinya dan perannya dapat dirasakan oleh kehidupan manusia modern sehari-hari.

Teknologi yang diciptakan telah merefleksikan suatu tingkat kreativitas umat manusia dalam level tinggi. Menciptakan suatu standar komunikasi jarak jauh dari suatu hal yang tidak ada menjadi ada.

Misalnya, suatu paket data internet. Suatu paket data internet terdiri dari kode bilangan biner “0” dan “1”. Tapi jangan bayangkan angka “nol” dan “satu” benar-benar tertulis/tercetak di setiap paket data. Tiap paket data internet ditulis oleh spidol dengan label “0” dan “1”. Haha, tentu tidak seperti itu.

Kode biner “0” dan “1” tidak benar-benar nyata, itu hanya representasi dari tegangan listrik (volt) yang bernilai suatu tegangan tertentu “x” Volt (untuk kode biner “1”) dan “nol” Volt (untuk kode biner “0”) yang tiap volt tersebut ditransmisikan dalam suatu selang waktu yang diskrit. Diskrit artinya ada selang waktu tertentu sebelum tegangan listrik tersebut ditransmisikan. Inilah yang dinamakan teknik “pensinyalan” (signaling).

Selain itu, dalam bidang telekomunikasi pun, harus dibuat suatu protokol (kesepakatan) yang harus saling dipahami oleh teknologi yang diciptakan. Misalnya, apabila suatu teknologi menganggap bahwa “A” adalah “A”, maka teknologi lain pun harus menganggap bahwa “A” adalah “A”. Apabila teknologi lain menganggap “A” adalah “B”, maka tidak akan dapat tercipta suatu hubungan telekomunikasi.

Analoginya adalah seperti bahasa yang dimiliki oleh berbagai macam bangsa di dunia ini. Kita harus mengerti bahwa “ciao” dalam bahasa italia berarti adalah “selamat tinggal” dalam bahasa indonesia. Jika tidak terjadi kesepahaman antar 2 orang berbeda bahasa tersebut, maka tidak akan tercipta suatu pembicaraan yang “nyambung” , alias DC=disconnect. Itulah mengapa, di bidang telekomunikasi banyak standardisasi yang digunakan dan harus disepakati oleh para pencipta perangkat teknologi sedunia. Lembaga yang membuat standarnya pun bermacam-macam, ada RFC, ITU-T, ETSI, dan lainnya – biar proses komunikasi perangkat elektronik tidak kacau.

Misalnya dalam teknologi internet. Internet merupakan suatu teknologi hasil ciptaan manusia yang amat cerdas – memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri tanpa campur tangan manusia.

Router internet mampu untuk menganalisa rute komunikasi mana yang paling cepat dan efektif untuk dapat sampai ke server tujuan yang jaraknya beribu-ribu mil nun jauh di seberang benua. Router tersebut mampu menganalisa nya dengan menggunakan berbagai macam algoritma (menggunakan Algoritma Djikstra, atau lainnya) dan perhitungan matematis yang rumit. Dan setiap Router di dunia akan saling berkomunikasi satu sama lainnya agar selalu dapat menghasilkan rute yang paling cepat (minimize delay), serta murah (cost effective). Tanpa router yang cerdas, paket data akan selalu loss. Hebat bukan?

Kita analogikan yuk biar gak pusing. Misalnya, rute jaringan dianalogikan sebagai jalan lalu lintas. Dan Router adalah Polisi Lalu Lintas. Polisi Lalu Lintas pasti telah mengetahui rute jalan dalam suatu kota. Namun, ternyata saat itu adalah pagi hari, dan kondisi lalu lintas sedang macet di banyak titik jalan. Nah, agar kondisi lalu lintas tidak bertambah macet dengan semakin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan masuk ke suatu jalan yang sibuk dan macet, maka Polisi akan mengalihkan jalur kendaraan ke jalan alternatif lain yang relatif tidak padat. Untuk dapat melakukan pengalihan jalur, maka tiap unit Polisi harus saling berkomunikasi untuk mengetahui kondisi jalan di jalur lain – misalnya dengan menggunakan Walkie-Talkie, maupun CCTV yang dipasang di tiap jalan. Apabila polisi nya BEGO, maka kendaraan akan dimasukkan ke jalanan yang macet, akibatnya seorang pengendara akan semakin lama sampai ke tujuan karena masuk ke jalan yang padat. Lebih buruk lagi, apalagi terjadi TABRAKAN antar kendaraan. Tabrakan antar kendaraan inilah yang menganalogikan SIGNAL LOSS.

Dan tahukah kamu kalau tiap layanan yang kamu minta ke suatu operator telekomunikasi ternyata memiliki label layanan tersendiri??
Misalnya, kamu berlangganan paket Internet “Murah” dari suatu operator A. Nah, setiap paket data internet yang ditransmisikan dari laptop kamu ternyata akan dilabeli dengan label “Murah” oleh pihak operator. Jadi setiap kali kamu minta konek ke jaringan internet, maka setiap data/sinyal dari laptop kamu akan masuk ke server operator dengan label “Murah”. Label “Murah” ini punya prioritas yang lebih rendah daripada paket lain yang lebih “Mahal” atau “Premium”. Jadi sinyal internet kamu akan lebih sering mengalami diskonek, akan lebih lambat (delay) karena sumberdaya (resources) jaringan telekomunikasi akan lebih banyak diprioritaskan untuk paket “Mahal” atau “Premium”.

Analoginya gini, misalnya ada Ibu bernama LUNAMAYA lagi ngantri di counter suatu apotek mau beli obat untuk anaknya yang lagi sakit keras. Ibu LUNAMAYA ini cuma seorang ibu rumah tangga biasa. Nah, sudah 1 jam mengantri dan sudah tinggal ambil obat dari counter, eh tiba-tiba ada Ibu Ani SBY masuk juga ke apotek mau beli obat. Nah, karena Ibu Ani adalah istri Presiden, ya mau gak mau Ibu LUNAMAYA mengalah. Diserobotlah antriannya oleh Ibu Ani SBY. Udah beres Ibu Ani SBY beli obat, eeh dateng lagi Ibu Michel Obama mau beli obat kuat untuk suaminya. Waduh, karena Ibu Michel Obama ini istri Presiden USA, wah mau gak mau nih Ibu LUNAMAYA mengalah lagi membiarkan antriannya diserobot. Udah selesai Ibu Michel Obama beli obat, ada lagi mendadak datang MIYABI. Karena kalah pamor dari Miyabi, LUNAYAMA pun terpaksa menunggu mengantri lagi. Itulah kenapa Ibu LUNAMAYA harus nunggu ngantri obat selama 2 jam untuk bisa mendapatkan obat yang dia inginkan di apotek, sementara Ibu Ani, Ibu Michel Obama, dan Miyabi cuma mengantri 5 menit.

Dalam bidang telekomunikasi internet, hal tersebut dapat diterapkan pada Type of Service (TOS) untuk membedakan jenis dan prioritas layanan telekomunikasi. Pada paket data IP Header, TOS bit memiliki 4 kemungkinan kondisi, yaitu 1000, 0100, 0010, 0001, dan 0000. Dengan 1000 memiliki proritas tertinggi (premium), 0100, 0001, dan 0000 memiliki prioritas yang semakin rendah. Maka, setiap sinyal data yang dikirim dari laptop kita akan “ditempeli” (diselipkan) dengan kode biner (label) tersebut.

Selain pelabelan, dalam internet pun dikenal dengan IP Address. IP Address adalah suatu metode pengalamatan setiap komputer (PC), laptop, dan perangkat elektronik apa pun yang terhubung ke internet. IP Address ini (dalam versi IPv4) memiliki alamat yang identik, misalnya suatu PC memiliki IP address 167.205.3.260 maka tidak ada lagi PC lain yang boleh memiliki alamat IP address tersebut (dalam kasus IP Public yaa).

Misalnya, seorang ABG dari Bandung berniat melihat video Briptu Norman (yang skrg sudah pensiun jadi polisi, hehe) harus mengakses server youtube (yang secara fisik terletak di USA) untuk dapat menonton video goyang India Briptu Norman. Maka, komputer milik ABG tersebut harus mengirim alamat server youtube (yang di harddisknya memiliki link video Norman) dengan alamat IP tepat. Lalu akhirnya sinyal data pun sampai ke server youtube di USA. Nah, agar sinyal video di harddisknya bisa sampai ke PC milik ABG di Bandung, maka server youtube harus memiliki alamat IP address PC milik sang ABG.

Pusing? Kita analogikan (lagi??).

Analoginya begini. Anggap teknologi internet/HP/telepon belum ditemukan. Misalnya seorang anak di Jakarta yang sedang berulang tahun berniat mengirim surat ke Amerika. Isi suratnya adalah meminta Kado Boneka dari Om nya yang bekerja di Amerika. Maka, alamat tujuan di surat itu harus jelas dan identik sesuai alamatnya di Amerika. Tidak mungkin suratnya diniatkan dikirim ke Amerika, tapi alamat yang tertulis berada di Nigeria. Tidak akan sampe-sampe tuh surat.

Nah, akhirnya surat anak kecil itu sampai juga di rumah om nya di Amerika. Maka, agar Sang Om bisa mengirim Kado Boneka nya, si Om harus punya alamat lengkap sang anak di Jakarta tersebut. Kalo alamatnya tidak tertera, maka Kado Boneka itu nggak akan sampai di tangan sang Anak.

Begitulah kira-kira berbagai macam pola pikir amat kreatif yang diterapkan di dunia telekomunikasi.

Kita manusia memang dianugerahi oleh Tuhan akal yang cerdas dan kreatif ya! Saya saja yang telah menjadi mahasiswa Teknik Telekomunikasi selama 5 tahun lebih sampai saat ini masih terkagum-kagum dengan teknologi yang ditemukan oleh para peneliti jenius itu…

Hebat yaa orang-orang itu?? *Maksudnya penemu bidang telekomunikasi, Bukan gw! Gw mah masih bego gini, lulus jadi sarjana teknik telekomunikasi aja udah nunggak 1,5 tahun.. Hahaha…* 😀

-oleh stafarda, ditulis di sela-sela mengerjakan penelitian Tugas Akhir dalam rangka mewujudkan impiannya wisuda sarjana teknik di bulan april 2012- :p

Psychology Trick: How to Force Someone to Make a Bet with You

Posted in ngomong santei with tags , on 26 Desember 2011 by stafarda

Sewaktu gue nonton suatu K-Dorama yang SANGAT KEREN, yaitu : God of Study (baca sinopsisnya ceritanya di sini) – *FULLY RECOMMENDED!!!* ; di salah satu episodenya ada adegan di mana sang tokoh utama ingin menjadikan seorang guru rekan kerjanya untuk menjadi wali kelas (home-room teacher) untuk suatu kelas-persiapan-masuk-universitas-elite-korea.

Namun, si tokoh wanita (yang tidak berpihak pada tokoh pria-dan tidak percaya pada rencana gilanya untuk membuat para murid bengal di SMA itu masuk universitas elite korea) tidak mau menjadi wali kelas. Maka, tokoh pria (dengan body language yang penuh kepercayaan diri tinggi – dan tentunya dengan sense gambling yang baik), menantang sang tokoh wanita untuk bertaruh:

Jika tidak ada 5 orang murid yang ingin masuk kelas-persiapan-masuk-universitas-elite –> maka si tokoh wanita (kita sebut “W”) yang menang taruhan,
jika ada 5 murid yang berminat masuk kelas-persiapan-masuk-universitas-elite –> maka si tokoh pria (kita sebut “P”) yang menang taruhan.

Berikut percakapannya (perhatikan baik2 alur percakapannya yang sangat psychology-tricky ;):

P: “The kids… They will Join My Class.”

W: “Where do you get your self confidence?”

P: “Do you want to make a bet? …

P: If we get 5 students, become the assistent home-room teacher.”

W: “What?! I dont want to.”

P: “Oh… So YOU MUST BELIEVE WE’LL GET THE KIDS WE NEED.” *disini trick nya mulai bermain*

W: “Certainly I dont believe it”

 

P: “Then you’ll win this bet. What is there for you to worry about?” *klimaks dari tricknya!*

W: “Ok Fine. LETS MAKE THE BET.”

=======================================================================

NICE TRICK ANIWEY!!! 😀

 

*originally kepikiran by anakmoeda.wordpress

LOVE = FLOWER (?)

Posted in Cewek Idaman, filosofis, ngomong santei on 1 Oktober 2011 by stafarda

DON’T EVER ASK ME ABOUT ‘LOVE’.

I DON’T KNOW ABOUT THOSE SHIT. REALLY. DUNNO.

‘Love’ is just a word that is said whenever you feel lonely. She is my love. I love her. She’s the one. I cant live without her. My life is sucks whenever i dont have one.

Enough with all that nonsense.

‘Love’ is just an ilusion. Created by the awkward human being.

How can you do sure that she’s the one?

Its just like being at a garden with a thousands of flowers. First, you just stare at each of the flowers. Of course, they all look beautiful. Then, you’ll realize that the flowers closer to you is much more beautiful than the far away one – because you can see the bright color clearly, you can smell the aroma, you can touch the smooth texture of the flowers… You realize that.

But then, here is things that will give much differences…

First scenario, you are GETTING IN A RUSH for picking one flower – because you feel the flower is the most beautiful ever exist at the garden. You never realize that there is much more flower for you, and the flower you picked has a thorn that hurts your finger a lot. But you still believe the flower is made by the God for you… Until you aware that your finger is bloody a lot because of the flower’s thorn. And then you later know that for picking the flower, you have spent many many times (maybe years) – because you have to accross a large ditch to reach these flower.

The second scenario is, you don’t see there is exist a very beautiful flower BEING NEAR you… you instead look at another beautiful flower, far away from you… You dont realize that the nearer flower is fair beautiful until there is another garden-visitor take away the flower along with them. It is sad, very sad, because you even don’t recognize the nice smell, the bright color from the nearer one – whereas the flower has done much effort to make you recognize their awesomeness, maybe with a help from wind. Watch japanese dorama, PROPOSAL DAISAKUSEN, to understand this.

The third scenario is, you dont give a care about their attractiveness. You are blind, you just run and run, from one side to another side of the garden. You damage the entire garden – all of the flower fall to the ground. You make noise, all the thing is broken and hurted. Yourself, being bloody because you are punctured by thorns. You get bitten by the garden guard-dog. Everywhere is just a mess. Everyone gets hurt.

And the LAST SCENARIO both the BEST SCENARIO is, you are just standing at the center of garden. Enjoy all attractiveness of the entire flower in the garden.
Just stare at their pretty bright color – there is red, yellow, blue bud-color.
Just breath depply, and smell their magical aroma.
Just touch their corolla gently without make them hurt.
You just enjoy all of their attractiveness, together with all flowers.
You can do walking from one side to another side of the garden – walking with careful so you will not damage any flower, and the flower’s thorn doesnt make you bloody.
Until you know there is a flower – the most beautiful one – just made for your life.
When it does happen, pick the flower and take it home…

HAHAHAHA.

Just dont give this babble a shit.

The Point is, We are STILL YOUNG MEN! It is not worthed to get in a rush to be a couple. It is not worthed to know only one girl. It is not worthed to hurt many girls anyway, although you have all the skill to be a Cassanova.
I just wanna be friend with anyone…

For me, the real Love only exist by a curve of time function… 🙂

*huh, kind of tiring writing blog in english, huh?*

#purely made by anakmoeda[wordpress]

Inilah Alasan Kenapa Tidak Mau Salat

Posted in ngomong santei on 21 Juli 2011 by stafarda

Waktu usiaku 7 tahun, aku merasa tidak berkewajiban untuk menunaikan ibadah shalat. Karena dulu, aku percaya kalau katanya dosa anak yang belum baligh (dewasa) itu ditanggung oleh orang tua. Pasalnya, orang tua lah yang berkewajiban mendidik anaknya. Ya, sesekali aku shalat karena cinta pada orang tua. Takut kalau mereka harus masuk neraka karena aku tidak shalat. Padahal hakikatnya kalimat “dosa ditanggung oleh orang tua” itu adalah agar anak jadi rajin beribadah, karena biasanya anak-anak akan mencintai orang tuanya dan tidak mau kalau orang tuanya masuk neraka.

Menginjak usia 13 tahun, aku juga belum shalat. Lah, kan aku belum baligh. Jadi belum menanggung dosa sendiri. Masih ada orang tua yang bisa dijadikan tameng dari dosa-dosa. Lagipula di usia itu adalah saat yang paling enak untuk bermain dengan teman sebaya. Bermain sepak bola, kejar-kejaran.

Di usia 17 tahun, aku tahu aku sudah menanggung dosa sendiri. Karena sudah baligh, sudah mimpi “naik ke bulan”. Sebuah istilah yang aku tidak tahu apa artinya. Tapi aku baru “naik ke bulan” selama dua tahun. Jadi dosaku masih dua tahun, masih sedikit. Jadi, umur 20 tahun nanti lah aku akan mengganti shalat yang tertinggal itu.

Di usia 20 tahun, aku mulai mempertanyakan agamaku. Aku sudah masuk kuliah dan harus kritis. Jadi aku bertanya tentang tuhan, tentang kitab suci, tentang nabi dan tentang kebenaran dari semuanya. Aku tidak mungkin shalat dalam keadaan labil. Aku harus menemukan jati diriku.

Di usia 24 tahun, aku selesai kuliah. Agamaku telah mulai kuyakini. Tapi kini aku tengah sibuk mencari kerja. Jadi aku sibuk kesana kemari. Mencari lowongan, menyiapkan berkas lamaran. Dan itu melelahkan sekali. Aku tidak memiliki waktu untuk shalat. Shalat sih sebentar saja, tapi kadang terlalu sering menginterupsi.

Di usia 25 tahun. Aku belum mendapat kerja. Aku menggugat tuhan. Aku telah berusaha, tapi aku tidak mendapatkan. Aku jadi tidak mau shalat.

Di usia 27 tahun. Aku sudah bekerja di sebuah perusahaan ternama. Posisiku juga lumayan. Tapi, sibuknya bukan main. Sebentar-sebentar HP berdering. Lagi pula aku tengah pedekate dengan seorang gadis pujaan. Dengan seabrek kesibukan itu, mana sempat aku shalat.

Usiaku beranjak 30 ketika anak pertamaku lahir. Duh senangnya, karirku juga makin mapan. Namun, kesibukan makin merajai. Aku harus mengejar setiap kesempatan untuk masa depan keluargaku. Pertumbuhan anakku juga menyita perhatian yang besar, aku juga harus menyekolahkan anakku ke sekolah umum dan agama agar kelak ia berguna bagi bangsa dan agamanya.

Di usia 35, anak keduaku lahir. Dia wanita, cantik sekali. Bahkan sering aku memandikan dan menggantikan popoknya. Hidupku serasa lengkap sekali. Tapi, biaya hidup makin meningkat. Orang tuaku juga sudah mulai sakit-sakitan dan butuh biaya berobat. Aku harus makin rajin bekerja untuk menafkahi mereka. Sholat masih bisa kumulai di usia 40 nanti, pikirku.

Di usia 40, entah kenapa anakku tak seperti yang kuharapkan. Aku tak menyangka mereka bisa senakal itu. Bahkan anak pertamaku pernah tertangkap karena menghisap daun ganja. Daun surga katanya. Aku tak bisa konsentrasi untuk shalat. Ada saja yang membuat aku tak pernah melakukan ibadah utama itu.

45 tahun kujalani. Aku semakin lemah, tak sekuat dulu. Batuk sesekali mengeluarkan darah. Istriku mulai rajin berdandan, sayangnya dia berdandan saat keluar rumah saja. Di rumah, wajahnya tak pernah dipupur bedak sedikitpun. Aku merutuk, dosa apa yang telah aku lakukan hingga hidupku jadi begini?

Usiaku menginjak 55, aku berpikir kalau usia 60 nanti adalah waktu yang tepat untuk memulai shalat. Saat aku sudah pensiun dan aku akan tinggal di rumah saja. Saat itu adalah saat yang tepat sekali untuk menghabiskan hari tua dan beribadah sepenuhnya kepada tuhan.

Tapi aku sudah lupa bagaimana cara shalat. Aku lupa bacaannya. Aduh, aku harus mendatangkan seorang ustadz ke rumah seminggu 3 kali. Tapi aku tak kuat lagi untuk mengingat. Ingatanku tak setajam ketika dulu aku kerap juara lomba di kampus atau sekolah. Atau ketika manajer perusahaan salut pada tingkat kecerdasanku. Kali ini semua telah pudar. Jadi, apa yang diajarkan ustadz itu sering membal dari telingaku. Lagipula, badanku sudah tak begitu kuat untuk duduk lama-lama.

Kalau tidak salah, kali itu usiaku 59 tahun ketika istriku minta cerai. Alasannya tak lagi jelas kuingat, salah satunya katanya karena lututku tak kencang lagi bergoyang. Lucu ya? Entah kenapa juga dulu aku menikahinya, umurnya 20 tahun lebih muda dariku. Dia memang istri keduaku. Istri pertamaku dulu hilang, dibawa sahabatku.

Tak sampai usiaku 60, aku masih berusaha untuk shalat. Tapi serangan jantung membuat rumah mewahku ramai. Mereka terlihat menangis. Bahkan anak pertamaku yang membangkrutkan satu perusahaan keluargaku terlihat begitu tertekan. Ada kata yang sepertinya ingin dia ucap.

Terakhir aku akhirnya bisa shalat juga, sayangnya aku tidak shalat dengan gerakku sendiri. Aku hanya terbaring atau terbujur tepatnya. Dan orang-orang menyalatkanku.

=================================================================================

Artikel ini ngena banget ke gw, ngebuat gw sadar kalau kesibukan apa pun gak boleh ngebuat kita lalai melakukan salat… Alasan gw nge post ini supaya jadi reminder gw secara pribadi untuk tidak lagi sering melalaikan salat… 😦

sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/04/alasan-kenapa-aku-tidak-pernah-mau-shalat/

Yang Tercantik Semasa Gadis Muda dulu : Ani Yudhoyono, Megawati Soekarno Putri, or Sri Mulyani ??

Posted in Cewek Idaman, games, lelucon, ngomong santei with tags , , , , , , on 30 Januari 2011 by stafarda

Saat ini,
Ani Yudhoyono

ani yudhoyono

ani yudhoyono

Megawati Soekarno Putri

megawati soekarno putri tua

megawati soekarno putri tua

Sri Mulyani

sri mulyani indrawati tua

sri mulyani indrawati tua

SEKARANG KITA FLASH BACK KE 30-40 TAHUN YANG LALU …

Ani Yudhoyono moeda, tahun 1970an sewaktu masih berpacaran dengan SBY :

ani yudhoyono gadis muda

ani yudhoyono sewaktu gadis muda dan susilo bambang yudhoyono muda

Megawati Soekarno Putri moeda, tahun 1960an bersama Soekarno :

megawati soekarno putri sewaktu gadis muda

megawati soekarno putri sewaktu gadis muda

Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu) sewaktu gadis muda :

sri mulyani sewaktu gadis muda

sri mulyani sewaktu gadis muda

Hayooo, kita voting yuk siapa yang sewaktu gadis muda doeloe paling cantik di antara ketiga wanita berpengaruh di Indonesia ini?? 😉

Atau malah yang paling cantik justru adalah istri sultan, Ratu Kanjeng Omas??

kanjeng ratu omas istri sultan

kanjeng ratu omas istri sultan

Jawabannya terserah anda… 😛

originally written by anakmoeda.wordpress.com