Writing Training (IELTS) #1 – Please give this a score band!

Posted in ngomong berat with tags , , on 23 November 2015 by stafarda

This is my first #1 Writing Skill training script.

Please if you don’t mind, kindly give me your score band in the comment section!

If you are not willing to, then it’s okay because I just want to train myself and get myself familiar with the writing section ūüėÄ

?

?

And here it is my answer. Not pretty much good I think, but whatever here it is my first writing training script.

————————————————————————————-

The number of middle income families are raising in recent years. It is probably due to the economic empowerment improvement and conducive atmosphere for investment in our country. The raising number of middle income families create changes in behavior of the families in terms of how they spend their household budget.

In 2010, middle income families spent most of their budget for housing. It could be in terms of either monthly installment or down payment allocation for housing ownership. But, the percentage of their housing budget was not more than 35% from their total income.

Beside housing budget, 2010 middle income families also spent a fair amount of percentage for lifestyle spending, such as food/clothes as well as their vacation/leisure cost. They didn’t forget about how to enjoy their lives.

While, in a short of time later, 2 years afterwards which is in 2012, the behavior of middle income families was greatly changed. They spent half of their income in purpose their housing cash-out pool allocation. They applied a strict housing spending.

It could mean that the awareness of this category in that year for housing ownership was increasing. They are really aware that housing is one of a primarily needs in modern society.

This increased awareness made their budget for having leisure and vacation times is reduced significantly to only 10% (drop 15%) compared to 2010. It means that, let say, if in 2010 they could afford 4-5 times of vacation a year, while in 2012 they were only able to grab 1 or 2 vacations per year.

While they pressed the budget for vacation / leisure, uniquely speaking, they instead raised budget for food/clothes. It means that, they felt more needs to be looked good and perform well in public by purchasing some more fancy fashion things.

But unfortunately, their miscellaneous allocation is pretty much dropped to only 5%. It is worrying because most of personal financial consultant suggest that miscellaneous budget shall be allocated at least by 10% from overall budget.

In conclusion, we can assume that the 2012 middle income families awareness for housing allocation is getting increased, as well as their need to be looked good and dress well. Yet, it left them a big hole, unfortunately that behavior changes made them have to sacrifice their vacation and leisure times – by cutting it more than a half portion, compared to 2010. It makes their lives are more risky since they only allocated 5% for their miscellaneous budget.

Iklan

Gila.

Posted in Tak Berkategori on 26 Oktober 2015 by stafarda

Saya bingung mau nulis apa.
Asli bingung.

Banyak hal bergelayut di pikiran saya, tapi terlalu random untuk ditaruh di dalam suatu posting yang runut.

Gila.

Satu kata itu aja barangkali kesimpulannya. Moga-moga mewakili semuanya.

Gila.

Emang gila.

Jadi manusia dewasa itu susah sekali ya.

Bingung sekali rasanya saya harus ambil step apa sekarang untuk kehidupan saya.

Quarter Life Crisis, kata orang-orang bilang.

Geblek.

Gila.

Bingung saya.

Pengen nikah… Pengeennn banget… Tapi nggak ada calonnya. Pacar saya gak mau dinikahin segera. Alasannya masih terlalu muda katanya, beda usia denganku 6 tahun (she is 21 yo now). Lama-lama luntur juga nih rasa sayangku ke dia.

Saya harus nikah cepet. Karena kalau tidak, akan makin terjerumus dalam kemaksiatan. Maklum, adek kecil ku udah meronta-ronta dari dulu. Daripada nambah dosa, mending aku harus segera cari calon yang jelas.

Pengennya sih orang Jawa, atau Palembang suku asliku. Atau Minang boleh juga. Hmmm…

Gila.

Udah bosen saya kerja. Menyesal juga pindah ke perusahaan yang baru ini. Walaupun gaji, jabatan meningkat… Tapi tantangannya kurang. Amat kurang. I work my every day soulless. Padahal kita kan bekerja juga untuk berkarya.

Hmmm…

Mungkin saya bekerja sampai awal tahun depan saja dech. Selanjutnya mau S2 aja deh ambil fulltime MBA di Jogja.
Siapa tau ketemu jodoh orang Jawa di sana…. Haha (ngarep.com)

Gila.

Temen-temen deket gw hampir semuanya udah pada married semua. Banyak juga yang udah berbuntut. Gue kapan ya???
Hmmm… Pengen juga punya Gustaf Jr. yang bakal gw bawa ke alam bebas dan belajar Taekwondo.

Gila.

Tinggal di Makassar emang gila. Ga betah saya di sini. Texas banget kota dan orang-orangnya. Kotanya panas, gak teratur dan gak terawat. Debu hampir di mana-mana.
Keramahan manusinya kurang. Nada default tinggi. Aksen bicara aneh, dengan partikel kata yang menggelikan (ji, mi, ko, ki, di, fuck them all). Attitude pengendara di jalanan nol besar. Pelayanan di cafe dan kedai yang buruk. Biaya hidup tinggi (lebih tinggi daripada Jakarta). Makanan sehari-hari nggak ada yang enak di lidah. Lack of vegetables. High in price.
Tukang-tukang parkir yang tidak membantu sama sekali. A bunch of stupid temperamental people who lives together in a place they called city. Mereka harusnya sering-sering merantau ke Jawa supaya tidak berpikiran naif dan sempit.

Tapi tentu tidak semuanya. Ada juga yang baik dan ramah…

Tapi cuma sedikit.

Kampret.

Sayang sekali keindahan alam Sulawesi dan peran vital kota perdagangan strategis seperti ini harus diisi orang-orang seperti itu.

Hmm….

Tapi, Ah, acuhkan saja kata-kata saya.

Namanya juga orang stress. Yang bingung mau dibawa ke mana hidupnya.

Quarter Life Crisis. Anggak saja seperti itu.

JOKOWI, Payah Loe!!!

Posted in ngomong berat with tags , , , , on 28 April 2014 by stafarda

Jokowi Pencitraan Semata, Boneka, Plin plan, Antek Asing, Koruptor… walau menang nanti pemilihnya akan kecewa…!!!

Banyak yg mengatakan seperti itu dan percaya bahwa Jokowi memang
seperti itu. Marilah kita bahas satu persatu hal tersebut.
Jokowi Pencitraan Semata..!!!

Citra Jokowi memang meroket .. semua media meliputnya…
Jokowi jongkok, ikat sepatu, masuk got, garuk kepala, naik sepeda
…apapun diberitakan media. Jokowi kerja, media
mengikuti…. Pantes saja popularitasnya meroket .. Jokowi
jadi media darling….

Salahkah Jokowi ? apakah Jokowi pepesan kosong yg dijadikan umpan
utk pencitraan ? Yuk simak sedikit perjalanan dan apa yg
dilakukan Jokowi.

Sejak menjadi Walikota Solo dan berhasil mengubah kota Solo lalu
terpilih kembali menjadi walikota yg kedua kali tanpa kampanye
besar ..tanpa baliho dan poster dimana2… Jokowi merebut
lebih dari 90% pemilih….. Adakah tokoh lain yg seperti ini
? …dengan prestasi lokal yg extraordinary ini tentu media
menjadi tertarik dan meliriknya. Prestasi di Solo menerbitkan
kartu kesehatan dan kartu pendidikan untuk rakyat… relokasi
PKL yg berhasil … bis wisata dan kereta wisata solo….

Menjadi buah bibir….Media mencari Jokowi …

Kemudian Walikota Solo Terbaik ke 3 di dunia ini pun melenggang
ke Jakarta tetap dengan kesederhanaanny a. Tokoh yg telah selesai
dengan dirinya sendiri ini menunjukkan ketulusannya, apa
adanya… berbeda dng pejabat publik yang ada yg perlente,
jaim, protokoler dan jaga jarak… dia menjadi
antitesa… media sangat tertarik dng tokoh yg berbeda dan
berkarakter kuat ini…. Jokowi tdk punya media…. Tapi
Jokowi bersahabat dng media… dia piawai menjadikan Media
sbg public relation gratis…..

Dengan pertarungan seru yg dibayangi isu sara… Jokowi
bersama dng Ahok berhasil merebut hati warga Jakarta… Ia
pun menjadi DKI1. Hari pertama dia menjabat langsung
‚Äúblusukan‚Ä̂Ķ. Media tentu saja senang
menjadikannya berita…. Ini pejabat berbeda… turun ke
jalan… bersentuhan langsung dng rakyat…. Rakyat
mencintainya…. Media terus mengikuti gerak geriknya….
Semua media… berbagai reaksi dari pejabat lain dan
pengamat… ada yg memuji ada yg mencemooh… Jokowi
seakan tak perduli.. dia tetap blusukan.

Lalu apa hasil blusukannya ?
1. Pelayanan publik di jajaran pemda DKI berubah total…..
menjadi customer oriented, jelas ada Key Performance
Indicatornya, cepat, tanggap, bersih dan tertib. Anda bisa lihat
langsung ke loket kelurahan/ kecamatan hingga walikota….tak
puas dng kondisi fisik saja yg berubah anda bisa tanya
masyarakat yg datang kesana… apakah pelayanan menjadi lebih
baik atau buruk….Ini nyata hasil blusukan.

2. Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio ditata…. Warga direlokasi
ke rusun yg memadai, diberi gratis fasilitas kulkas, TV…..
warga senang…. Ada provokator/ preman yg punya bisnis
sewaan marah…bahkan bawa nama partai gerindra dan
pdip… semua ditaklukan Jokowi ahok.. dng komunikasi dan
diplomasi makan bersama beberapa kali. Waduk pluit yg kumuh
diubah jadi taman yg asri dan menyenangkan juga waduk Ria
Rio… walau belum selesai sepenuhnya..tap i ada progress
nyata… semua diliput media.. karena jadi berita yg
bernilai…ini loh hasil pejabat yg bener2 kerja….
bukan pencitraan….

3. Tanah Abang&Premanisme, Tanah Abang yg semrawut dan tdk pernah
ada yg berani menyentuhnya di datangi Jokowi…
hasilnya…pedaga ng PKL dipindahkan, lalu lintas diurai
kemacetannya, PKL diberi tempat gratis 6 bulan dan dibantu
promosi…. Hanya Jokowi ahok yg berani menumpas preman
secara terang terangan… Haji Lulung dilawan… Hercules
pun ditangkap… Adakah pejabat lain yg dng tegas memberantas
atau berani melawan preman ? Preman ditertibkan dan disalurkan
atau dicarikan pekerjaan/ penghasilan….ten tu ini jadi
berita media yg menarik….

4. Bantaran kali dikeruk besar besaran… dipinggir kali
dibuat jalan inspeksi.. warga direlokasi ke rusun secara
bertahap… karena banyak sekali yg hrs direlokasi…
tapi ini nyata berjalan.. ada progress nyata…berpuluh2
tahun tanpa aksi nyata… Jokowi melakukan dng tenang namun
kerja keras..melalui diplomasi kerakyatan dan blusukan. Media
tentu ingin memberitakan juga hal ini…

5. Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tanpa
berlama-lama langsung di launch program pro rakyat ini….
Disana sini memang masih banyak yg harus diperbaiki… tapi
ini nyata membantu rakyat. RS komplain karena lebih repot dari
program terdahulu jamkesda (jamkesda rakyat dibuat repot dng
harus daftar ini itu), para dokter juga merasa dibayar lebih
murah dan krg pantas, beberapa kartu dianggap salah sasaran..
semua keluhan didengar dievaluasi… tapi program ini terus
berjalan dan memberi berkah buat rakyat. Hiruk pikuk inipun tak
luput dari pemberitaan… Jokowi terbuka saja dng semua
itu…

6. Kampung Deret. Awal peluncuran banyak reaksi penolakan dari
warga kampung kumuh DKI karena khawatir digusur… setelah
sukses dng kampung deret tanah tinggi dan petogogan.. sekarang
semua minta dibangun kampung deret… kampung deret adalah
program gratis perbaikan rumah warga dan lingkungan dng dana 54
jt per rumah.. dikelola bersama warga setempat. Bukan hanya rumah
mereka yg sekarang cantik dan layak… perubahan perilaku
terhadap kebersihan warga kampung juga nyata ke arah yg lebih
baik….. anda bisa lihat langsung ke lokasi kampung deret
tersebut dan bertanya pada warga disana….

7. Mengatasi Kemacetan. Proyek MRT yg sdh bertahun2 dibuat
perencanaannya tapi terus dihalang halangi oleh industri
otomotif… Jokowilah yg berani dan segera mengeksekusi. Dia
pun dng terbuka mengatakan sy hanya mengeksekusi karena blue
print sdh ada dari jaman dulu…. Busway pun ditambah
pengadaan bus nya. Metro mini dan angkutan lain yg memungkinkan
diintegrasikan. Namun proyek MRT memang membutuhkan waktu
lama… Jokowi ahok secara terbuka mengatakan hal itu….

8. APBD naik hampir 2 kali lipat. Thn 2013 APBD DKI 47 T dibuka
secara transparans.. masyarakat bisa akses langsung…. Dan
dng dana tsb jokowi ahok leluasa memberi fasilitas pada rakyat
spt KJS, KJP, tambahan bus way, relokasi warga ke rusun, dll. Th
2014 APBD naik menjadi 72T… mendagri yg sempet berselisih
akhirnya angkat topi pada Jokowi

9. Hal lainnya. Masih banyak hasil kerja Jokowi yg lain seperti
dlm bidang seni dan budaya, misalnya menyelenggaraka n berbagai
festival dan karnaval di Jakarta, mengharuskan menggunakan
pakaian betawi pada hari jumat (yg kemudian diikuti oleh
Bandung&daerah lain), membangun dan renovasi terminal dng
karakter Jakarta (proyek percontohan terminal manggarai telah
selesai), bis wisata, revitalisasi kota tua sdh dimulai, dll.
Media mengikuti.. media meliput…. Ya karena Jokowi memang
pantas diliput.. terus bekerja secara nyata utk rakyat DKI..
tetap dengan kesederhanaanny a… keterbukaannya… Coba
bandingkan dng tokoh yg menguasai media…. Lalu memanfaatkan
media tsb utk iklan dirinya…. Apakah sama efeknya ???
Apakah Jokowi pencitraan semata…….atau pemimpin
terdahulu dan pemilik media yg melakukan pencitraan ? anda bisa
analisa sendiri berdasarkan fakta yg saya sampaikan di
atas….

JOKOWI BONEKA

Jokowi dituduh boneka Ibu Megawati… bahkan beredar foto
Jokowi digendong kain…karena Jokowi membutuhkan restu
Megawati menjadi capres. Jokowi memang harus diusung partai untuk
menjadi presiden. Dan Jokowi dengan perlahan berhasil menaklukan
Mega. Pada saat akan menjadi gub DKI, sebenarnya Mega dan PDIP
hanya akan mencalonkan menjadi wagub. Jokowi dng tegas mengatakan
‚Äújika bukan DKI1 saya lbh baik tetap di Solo‚ÄĚ atau
menolak dng tegas, dan akhirnya Mega serta PDIP pun sepakat
mengusung Jokowi menjadi DKI1.

Jokowi pun tegas saat harus berbeda pendapat dng gub jateng Bibit
Waluyo yg nota bene atasannya sesama kader PDIP saat dia menjabat
walikota Solo. Tapi Ia tetap santun… tdk menampakkan
permusuhan atas perbedaan prinsip. Jokowi adalah komunikator
ulung…sama sekali bukan tipe boneka… tapi jitu dlm
strategi dan komunikasi.

Sebaliknya Prabowo melalui Gerindra mencalonkan Jokowi jadi gub
DKI 2012 dng harapan Ia akan didukung oleh Jokowi menjadi capres
di 2014. Namun Jokowi setia pada rakyat dan bangsa… tdk mau
jadi boneka siapapun. Maka beranglah Prabowo saat Jokowi akhirnya
bersedia menjadi capres melalui PDIP, Prabowo merasa dikhianati.
Pihak Gerindra pulalah yg menyebarkan isu presiden
boneka….lagi lagi lawan yg menyebar isu miring…
khusus Prabowo memang terlihat panik sekali.. sehingga menyerang
bertubi tubi dng perjanjian batu tulis, puisi sindiran boneka,
asal santun dll.

Jadi Jokowi selalu dilawan oleh isu yg berlawanan dng
buktinya… spt pencitraan di atas yg nyatanya memang citra
terbentuk dng sendirinya dan juga boneka …justru krn dia
tdk mau jadi boneka siapapun, termasuk PDIP dan Megawati.

JOKOWI PLIN PLAN

Baru dua tahun menjabat di Solo dia lompat jadi Gub DKI, satu
setengah tahun menjabat Gub lompat pengen jadi presiden. Ini
tidak komitmen pada tugas dan haus atau serakah akan
kekuasaan….bena rkah begitu ?

JIka anda berprestasi di sekolah… di sekolah unggulan
sekarang ada kelas akselerasi yg menampung anak anak berbakat dan
mampu belajar lebih cepat dari rata rata. Dengan akselerasi anak
lbh cepat lulus dan naik kelas. Nah jokowi juga demikian, karena
prestasi dia cepat naik kelas. Atau coba posisikan anda sbg
karyawan perusahaan lalu diangkat menjadi kepala
divisi…anda disumpah untuk bekerja sungguh sungguh dan
memperbaiki segala kekurangan… dalam 2 tahun kinerja anda
luar biasa… lalu diminta menjadi direksi oleh pemegang
saham (dlm kasus Jokowi, pemegang saham adalah rakyat
indonesia)… menolakkah anda ? tentu tidak kan…

Nah yg membuat isu ini pun adalah org2 atau pihak yg gerah karena
jika Jokowi nyapres… maka yg lain kecil peluang untuk
menang…. Jadi berbagai cara dilakukan berbagai isu miring
dibuat agar Jokowi tdk menjadi presiden. Ayo lebih cerdas melihat
fakta dan isu…

JOKOWI ANTEK ASING

Bingung kehabisan peluru, maka dimunculkanlah isu Jokowi antek
asing. Contoh saja, Jokowi setelah beberapa saat dilantik menjadi
gub… berbondong-bond ong dubes asing ingin bertemu dngnya
dan menawarkan bantuan untuk Jakarta.

Tapi saya baru melihat/ membaca ada gubernur yg berani menolak
tawaran bantuan dari pemerintah AS. Beliau dng santun mengatakan
saat ini belum ada kebutuhan bantuan dari AS. Lihat berita kompas
5 Juni 2013

Dari sini terlihat bahwa Jokowi tdk mau dan tidak mudah
dikendalikan oleh pihak asing sekalipun dng iming-iming bantuan.

JOKOWI KORUPTOR

RAPBD yg dibuka secara transparans kepada masyarakat, bahkan KPK
menyatakan contohlah DKI untuk transparansi anggaran sdh
mematahkan dengan sendirinya tuduhan tsb. Kasus bus berkarat pun
dia buka secara transparans bersama ahok bahkan meminta KPK
mengusut hal ini di pemda DKI.

Jokowi bersama basuki membangun sistem e-budgeting, sistem lelang
yg birokratis dan potensi permainan banyak dipangkas menjadi
e-katalog… dan sederet masalah perbaikan administrasi yg
mengarah pada keterbukaan.

Jokowi Ahok yg satu2nya memperlihatkan gajinya pada publik juga
pajak yg dibayarkan secara transparans.

Jelas jelas Jokowi dicintai rakyatnya karena bersih dari korupsi,
terbukti dlm rekam jejak… tapi dibuat juga tuduhan yg
bertolak belakang dng kenyataannya. Jika Jokowi tersingkir justru
para koruptor lah yang akan bergembira…

JIKA TERPILIH NANTI PEMILIHNYA AKAN KECEWA SETELAH SATU TAHUN SPT
SBY

Jokowi beda sekali dengan SBY. Jokowi bukanlah pencitraan kosong.
Jokowi citranya baik karena memang kinerjanya baik..terbukti
bekerja keras untuk rakyat… mengembalikan hak rakyat akan
pendidikan, kesehatan pangan dan papan.

Jokowi dipilih kedua kali oleh warga solo dengan suara lebih dari
90 %… tanpa kampanye hingar bingar, tanpa baliho dan
berbagai poster di jalan…. Dia makin lama …justru
makin dicintai rakyatnya. Hingga kini warga Solo tetap
mencintainya…

Demikian juga warga DKI .. dng bangga mendorong orang baik ini
menjadi calon presiden. Dengan harapan masalah jakarta lebih
cepat selesai dng keterlibatan pusat, dan juga bisa memperbaiki
bukan hanya jakarta tapi seluruh Indonesia.

Bayangkan APBD DKI Jakarta sekarang 72 T, saat jaman Foke hanya
sekitar 40-an.. dan tdk jelas kemana saja larinya APBD itu…
tahun 2013 sebesar 47 T dibuka ke publik oleh Jokowi
Ahok…skrg 72T juga dibuka ke publik secara
transparans… masyarakat dapat mengawasi… bagaimana
bila Jokowi mendapat kesempatan memimpin Negara ini ? wah…
Indonesia akan menjadi negara kaya kembali… karena memang
kita adalah negara kaya yg selama ini dirampok habis oleh
pejabat2 dan DPR yg koruptor.

PENUTUP

Saya tidak ada hubungan dengan Jokowi dan apalagi PDIP, saya
rakyat biasa yg berharap Indonesia berubah menjadi lebih baik.
Saya hanya anak seorang pejuang 45… saya merasa terpanggil
untuk ikut berjuang membela Tokoh yg baik dan tidak terkecoh oleh
tipu muslihat, provokator para koruptor dan politikus tak
bermoral.

Kita harus menyelamatkan tokoh sebaik Jokowi ini… jangan
mudah terprovokasi oleh org-orang atau pihak yg terganggu
kepentingannya krn tdk bisa korupsi lagi. Belum tentu kita dapat
tokoh seperti ini 50 thn ke depan. Jokowi bukanlah dewa…
tentu dia juga ada kekurangan sebagai manusia, mungkin juga ada
atau banyak org sebaik Jokowi … namun kini yg sdh di depan
mata dan berani tampil menjadi calon presiden hanya Jokowi.
Adakah saat ini yg lebih baik dari Jokowi ?

Ayo rapatkan barisan berjuang utk Indonesia yg lebih baik…
Indonesia Hebat. Jika kita menjadi bagian dari perjuangan ini..
kelak kita akan bangga pada anak cucu cicit kita bahwa kita
menjadi bagian dari perjuangan mengubah Indonesia menjadi lebih
baik … Indonesia Hebat !!! Insya Allah ….

Save Jokowi … JKW4P !!!

tambahan gan:
JOKOWI tidak mau bagi-bagi kekuasaan atau jatah menteri dan tetap
berprinsip:

MEMBIASAKAN YANG BENAR, BUKAN MEMBENARKAN YANG BIASA!!!

Jokowi tidak mau tersandera koalisi model lama. Yang mau
bergabung monggo tanpa syarat selain 1 visi & misi membangun
Indonesia baru>> Indonesia hebat..
dikirim dari hp yg sdh odong2.

Tulisan Copas dari: Hot Asi Simamora/PLANOLOGI ITB 81
@hotasisimamora

HIGH JUMP 2014 !!! 8 RESOLUSI

Posted in eksekutif muda, ngomong santei with tags , on 7 Januari 2014 by stafarda

Wah setelah gw inget-inget lagi, sepertinya gw sama sekali belum pernah nulis tentang resolusi tahun baru di blog. Dan karena terinspirasi oleh mimpi-mimpi hebat teman kampus gw dulu yang dia posting di blog, menginspirasi gw juga untuk ikut memposting resolusi gw di blog pribadi.

Semoga di antara reader blog ini, ada yang baca dan mengamini resolusi gw ini. Hehe.

Flashback dulu di tahun 2013. Tahun ini di akhir bulan Januari gw jadian dengan pacar gw yang paling manis, cute, lucu, dan menggemaskan. Kemudian di bulan April gw resign dari XL Axiata dan masuk jadi Management Trainee di Samsung Electronics.

Mengenai pengalaman kerja, di kantor baru ini, gw belajar jauh lebih banyak daripada di XL. Lebih karena bos-bos gw di tempat baru ini mau untuk memberi gw kepercayaan untuk menghandle project-project yang krusial. Berbeda dengan di XL — karena gw masih anak bawang, bos gw dulu pelit sama project dan baru mau ngasih project ke gw kalau project itu ecek-ecek.

Selain itu, di kantor ini gw belajar praktek marketing secara langsung ‚Äď pergi ke market (market visit), negosiasi dengan partner / owner toko, menangani vendor konstruksi toko yang banyak ulah, berhubungan dengan tim sales Samsung, etc.

Sangat banyak ilmu yang gw dapet di Samsung dibandingkan dengan saat masih kerja full kantoran di head office XL.

Mengenai masalah finansial, sejak pindah ke Samsung, gw bisa menabung jauh-jauh lebih banyak daripada saat masih kerja di XL ‚Äď sekitar 3x lipat lebih banyak jumlah yang bisa gw tabung saat ini dibandingkan dengan saat di XL. Iyalah, gaji gw sekarang naik sampai 40% daripada gaji waktu masih di XL. Wkwk.

Di 2013 juga, gw meraih tes skor TOEFL paper based sebesar 570. Awalnya tes itu akan gw pakai untuk apply beasiswa Erasmus Mundus ke Eropa, tapi karena keburu keterima di Samsung ‚Äď gak jadi deh apply ke Erasmus. Haha.

Terus apalagi ya flashback 2013?

Cinta ‚Äď Cita ‚Äď Harta. Sudah semua kayaknya dimention.

Oke deh. Lanjut ke resolusi 2014.

Gw buat 8 Resolusi 2014. Kenapa 8? Karena 8 adalah angka yang bagus ‚Äď tidak punya sudut mati, dan juga angka yang paling banyak muncul di tahun kelahiran gw. Wkwk.

1. Pergi ke Luar Negeri untuk pertama kalinya (memperawani passport) ‚Äď menggunakan uang perusahaan. Kemungkinan ke Bangkok untuk training Management Trainee Samsung se-Asia Tenggara di bulan Februari. Doain yaah supaya jadi berangkat… Udah dipostponed 2x nih gara-gara gejolak politik di Thailand

2. Ranking 5 besar sebagai Management Trainee Samsung 2013 ‚Äď supaya dikirim untuk training ke Korea di pertengahan 2014. Akan pengumuman Ranking & kelulusan MT di bulan Februari minggu ke-3. Doakan ya teman-teman…

3. Belajar bahasa Korea ‚Äď sampai lancar melakukan percakapan sehari-hari dengan orang-orang Korea di kantor gw. Orang Korea banyak yang jago bahasa Indonesia & Inggris. Kita juga orang Indonesia yang kerja di perusahaan Korea harus jago bahasa mereka!!

4. Sertifikasi Agent Insurance Prudential di bulan Maret. Pengen belajar ilmu sales terapan (alias jadi salesman). Karena seorang businessman sejati adalah seorang ahli ilmu sales terapan ‚Äď jadi gw harus belajar ilmu sales dengan giat.

5. Punya nilai Portfolio Investasi Pribadi (kombinasi reksadana saham, saving, deposito, emas, reksadana campuran, & reksadana obligasi) dengan total senilai Rp.88 juta di bulan Desember

6. Sertifikasi Open Water (Scuba Diving) di bulan Mei. Udah 3 tahun sertifikasi ini tertunda. Harus gw ambil sertifikasi Open Water tahun ini!

7. Sertifikasi CPMA (project management) by PMI (Project Management Institute) di bulan Juli. Iseng-iseng ambil untuk menambah pengetahuan mengenai project management.

8. Aktif lagi latihan Tarung Derajat (Boxer). Sudah 1,5 tahun ga aktif latian beladiri (sejak mulai kerja di Jakarta bulan Juli 2012). Target lulus ujian ke tingkat berikutnya yaitu Kurata IV (sabuk biru) tahun ini.

Yak itulah 8 Resolusi gw 2014.

SEMANGAT MEWUJUDKAN SEMUANYA MENJADI NYATA! HIGH JUMP!!!

.

2013 in review

Posted in Tak Berkategori on 4 Januari 2014 by stafarda

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 32,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 12 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Only a Matter of Time

Posted in Bisnis, filosofis, ngomong berat, prosa with tags , , , , , , , , on 1 September 2013 by stafarda

Only a matter of time.

Sebuah lagu dari band progressive metal terbaik sepanjang masa, sebuah band yang paling kufavoritkan melebihi band apa pun yang bergelimpangan di jagat musik raya. Band dengan gitaris jenius beraransemen melodic yang luar biasa. Lantunan dan perpaduan harmonis dari tangga nada metal dan jazzy fusion *menurut gw* disertai lirik-lirik yang sangat berbobot, puitis, dan dalam. Dream Theater.

A suited man smiled said,
“It’s just a matter of time.
You can have the world at your feet by tomorrow
just sign on this line.”
Hold tight… limelight!
Approaching the paramount
with the sun in our eyes

It’s just a matter of time. You can have the world at your feet, just sign on this line.

“Semua hanyalah masalah waktu. Kau akan memiliki seluruh dunia berada di bawah kaki kita, ikutilah jalan yang telah kamu tempuh.”

Luar biasa.

Bait pertama dari lagu ini sangat menggugah jiwaku. Ya, semuanya hanyalah masalah waktu. Konsisten dan teguh dalam menempuh jalan hidup yang telah kita putuskan. Itulah jalan hidup seorang ksatria sejati.

Seperti tulisanku di posting sebelumnya, aku punya cita-cita. Aku punya suatu mimpi. Mimpi yang bakal selalu aku pegang teguh sampai kapan pun. Bara api ini tidak akan pernah padam! Suatu saat, jika waktunya tiba, lihat saja, aku akan mengobarkan bara api itu menjadi pelita yang menerangi jalan hidupku, menjadi api unggun yang menghangatkan setiap langkahku, serta memanaskan, membakar, dan menghancurleburkan seluruh obstacle yang menghalangiku!

Mimpi itu akan selalu terpancang di pikiranku. Seperti diibaratkan oleh penulis novel “5 cm” Donny Dirgantara, insya allah mimpi itu akan selalu ada, tergantung 5 cm di depan mataku. Membuat segala pandanganku tertuju padanya. Ke mana pun tatapan ini tertuju, ke arah mana pun kepala ini menoleh, ke tempat mana saja kaki ini melangkah, mimpi itu akan selalu ada dan eksis 5 cm di depan mataku. Tetap akan selalu hidup, walaupun masih berbentuk bara api saat ini.

Para pendaki gunung dan penempuh rimba pasti tahu, bara api tidak akan pernah padam dan habis. Sekalinya suatu ranting (dikotil) terbakar dan menjadi bara api, selamanya dia memiliki potensi untuk menjadi besar. Dengan beberapa tiupan dari mulut atau angin yang berhembus, bara itu akan segera menjadi besar.

Itulah mimpi yang ada di pikiranku. Mimpi itu lah sang bara yang berasal dari ranting tumbuhan dikotil, mengendap di pikiranku. Hingga saatnya tiba.

Memiliki perusahaanku sendiri.

Itulah mimpiku yang paling hakiki.

Menjadi miliuner masa depan.

Dalam 10 tahun mendatang, saat itu akan tiba. Gong itu akan berdentang. Saat di mana aku melangkah meniupkan bara api ini.

Saat itu jika Allah memberiku waktu, usiaku akan 35 tahun.

Sambil tetap meniti karir di perusahaan, di usia itu aku akan mulai merintis perusahaan itu. Hingga kemudian saat umurku mencapai 40 tahun, keputusan krusial itu akan kuketokkan palunya.

Resign dari perusahaan, dan totalitas meniupkan angin sekencang-kencangnya menyalakan sang bara api perusahaan.

Kenapa harus 40 tahun? Saat kuceritakan pada sobatku, dia bertanya seperti itu. Entahlah, aku pun tidak tahu jawabannya. Yang jelas, aku percaya, usia 40 tahun adalah usia emas bagi seorang pria.

Apakah kalian pernah bertanya-tanya, kenapa Nabi Muhammad diangkat menjadi nabi di usia 40 tahun?

Aku pun seperti itu, mempertanyakan hal yang sama.

Walaupun aku bukan seorang yang patuh dan taat beribadah, tapi aku percaya bahwa Nabi Muhammad adalah teladan umat manusia.

Bukan, aku bukan sok religius! Aku sungguh-sungguh.

Sejak kecil, aku sangat suka membaca buku. Buku apapun pasti aku lahap sejak kelas 2 SD. Aku ingat benar, saat aku kelas 2 SD, omku yang bekerja di pemerintahan kota Bandung (dia alumni STPDN), membawa 2 kardus besar buku-buku perpustakaan – isinya bisa ratusan buku. Buku-buku pemerintah yang “tidak diperjualbelikan”. Entah dari mana om ku peroleh buku-buku itu, nyolong dari perpustakaan mana gw ga ngerti. Yang jelas, sejak umur segitulah aku mulai gemar membaca buku. Ratusan buku itu abis kulalap dalam 1 bulan.

Hobi itu terus berlanjut hingga SMA. Aku paling suka buku science popular. Astronomi, Fisika, Biologi, adalah jenis buku science yang aku senengi.

Saat aku SMA, aku mulai baca buku Harun Yahya. Dan saat itulah, aku semakin percaya kalau dunia ini diciptakan dengan maha sempurna dan maha teliti oleh Penciptanya. Dan penciptanya adalah yang menurunkan Nabi Muhammad menjadi rasul di muka bumi.

Serius. Aku ga sedang membual. Aku sungguh-sungguh percaya itu. Pasti ada sesuatu alasan yang kuat dan hebat kenapa Allah baru mengangkat Nabi Muhammad menjadi nabi pada usia itu.

Itulah kenapa aku percaya, pasti ada sesuatu di balik usia 40 tahun. Mungkin saat usia itulah, kematangan seorang pria dicapai. Saat di mana mental seorang pria telah teruji, pengalaman telah banyak dicicipi, dan jaringan pertemanan telah menyebar luas.

Saat di mana seorang pria telah memiliki jiwa dan mentalitas seorang ksatria sejati.

Tapi tentu saja kematangan mental hanya bisa diperoleh dengan catatan, pria itu  telah dengan konsisten berbuat dan mengambil konsekuensi dari keputusan yang dia ambil di usia-usianya sebelumnya. Bukan dengan cara berleha-leha dan mengongkangkan kakinya, bersandar di pundak orang lain.

Sejak aku berada di tingkat akhir kuliah, aku selalu bertekad dalam hati, aku harus merantau jauh dari orang tua dan tidak akan pernah meminta uang sepeser pun kepada orang tuaku apabila aku telah bekerja (https://anakmoeda.wordpress.com/2011/11/02/aku-seorang-elang/) Dan itu selalu berusaha kupegang teguh hingga saat ini.

Walaupun sesekali mamaku memberiku uang, aku tidak bisa menolaknya. Bukan karena aku ingin uang itu, tapi karena aku tidak ingin mamaku kecewa jika aku menolak pemberiannya.

Jadi kawan, tolong ingatkan aku, 15 tahun mendatang, jika aku belum mengambil keputusan itu, ingatkan aku untuk resign dari perusahaan. Walaupun aku tahu, tanpa kalian ingatkan pun, keputusan itu akan terjadi. Insya allah.

Agustus ini, usiaku tepat seperempat abad. 25 tahun sudah. Banyak yang bilang, Agustus adalah bulan hebat. Bulan ke-8. Bagi kepercayaan Tiongkok (bangsa tertua di dunia), ‘8’ adalah angka keberuntungan, tersusun dari lingkaran tanpa sudut akhir, terus membentuk satu siklus, dalam bahasa China angka ini memiliki arti tumbuh-berkembang pesat. Indonesia merdeka di bulan Agustus. Agustus pula adalah zodiaknya para Leo, singa yang merajai segala hewan.

Aku pun lahir di tahun 1988. Banyak angka 8 kan? Haha *maksa*. Tahun itu adalah tahunnya para Naga. Shio Naga. Suatu shio yang juga dipercaya bangsa Tiongkok adalah raja segala raja binatang. Shio Naga adalah tahun kelahirannya para pengusaha dan pemimpin hebat. Itu menurut kepercayaan bangsa Tiongkok (Chineese) lho, bukan kata gw. Gw sih diiyain aja, toh bagus buat kepercayaan diri mental. Haha.

Golongan darahku pun ‘O’. Menurut kepercayaan bangsa Jepang, anak-anak keturunan Raja Matahari, golongan darah ‘O’ adalah golongan darah milik para pemimpin besar. Bangsa Jepang sangat percaya pada pengkotakkan karakter manusia berdasarkan golongan darah. Pemimpin dan perdana menteri mereka selalu dipilih dari orang-orang bergolongan darah ‘O’. Haha.

Balik lagi ke laptop. Usiaku saat ini 25 tahun. Bukan saatnya lagi memang untuk berhura-hura. Hura-hura cukup diakhiri sampai aku wisuda. Setelah itu adalah masanya menatap masa depan.

Dan aku putuskan, sejak aku wisuda, aku harus belajar menjalani hidup dengan bekerja professional di perusahaan besar https://anakmoeda.wordpress.com/2012/08/27/baru-lulus-kuliah-mau-dibawa-kemana-hidup-lo/.

Aku percaya, masa bekerja di perusahaan (swasta yaah) adalah proses pematangan mental. Proses dalam bergulat keluar dari kepompong, untuk berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Masa menjadi ulat adalah saat menjadi kanak-kanak (SD sd SMA) yang isinya hanya senang-senang saja, masa menjadi kepompong adalah di masa kuliah, saat di mana kita mulai sedikit meninggalkan kehura-huraan dan mulai agak ‘serius’ menjalani hidup (walaupun masih banyak sekali hura-huranya, haha). Dan masa setelah wisuda dan bekerja adalah masa kita mulai bergulat keluar dari kepompong menuju dunia nyata nan luas di luar sana.

Ada yang pernah dengar cerita kepompong? Alkisah ada seorang calon kupu-kupu yang berusaha keluar dengan susah-payah dari kepompongnya. Kemudian seorang anak kecil melihat usaha calon kupu-kupu itu, dan dia lalu merasa kasihan. Dia kemudian merobek kepompong itu dengan gunting, dengan maksud agar calon kupu-kupu bisa dengan mudah keluar dari kepompongnya dan terbang dengan indah mengepakkan sayap-sayapnya yang berwarna-warni.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata setelah kepompongnya berhasil digunting, calon kupu-kupu malah jatuh ke tanah, menggelepak sesaat, kemudian mati. Sayap-sayapnya ternyata masih belum cukup kuat untuk terbang. Ternyata, saat kupu-kupu itu berjam-jam bergulat keluar dari kepomponglah, kupu-kupu itu berlatih menguatkan sayapnya.

Itulah yang menurutku hakikat manusia juga. Aku saat ini masih berusaha keluar dari kepompong yang membelungguku, berusaha keluar melihat dunia nan luas. Namun, aku harus bersabar, agar sayap-sayapku kuat terbang nantinya.

Masa aku bergulat keluar dari kepompong, memperkuat sayap-sayapku agar bisa terbang dengan indah nantinya, adalah masa-masa aku bekerja professional seperti yang saat ini aku jalani. Jika saatnya tiba nanti, saat usiaku 40 tahun, sayap-sayapku insya allah akan telah kuat sekuat-kuatnya untuk terbang melepaskan dari kepompong, merambah langit luas nan memukau di luar kepompong sana.

Aku sungguh beruntung. Entahlah. Dia sangat memberiku jalan, walaupun aku sering lupa pada-Nya. Walaupun aku selalu bermaksiat dan berbuat dosa.

Dari 8000 orang yang melamar menjadi Management Trainee di perusahaan tempatku bekerja saat ini, aku terpilih menjadi salah satu dari 18 Management Trainee. Dan bahkan, perusahaan yang menerimaku adalah berbasis bisnisnya, bukan berbasis tekniknya. Teman-teman seangkatan MT-ku seluruhnya memiliki background akademik bisnis. Ada yang dari SBM ITB, Management UI, UGM, Prasetya Mulya, Akuntansi Unpar, International Relation Unpad, Aussie, Scotland UK, dan sekolah bisnis Belanda.

Sedangkan aku? Anak teknik. Elektro pula. Jauh amat dari bau-bau bisnis. Tapi entahlah, kenapa aku bisa diterima, padahal pasti masih banyak ribuan calon lainnya yang berlatar belakang bisnis. Alhamdulillah.

Aku bersyukur ada di perusahaan multinasional ini. Ditempatkan di divisi Retail Marketing. Tempat di mana wawasanku benar-benar terbuka. Di sinilah di mana passion bisnisku menyatu dengan keseharian professionalitasku.

Berbeda dengan saat aku bekerja di XL Axiata, saat itu pasti setiap hari full selama 9 jam, aku pasti berada di head office. Lingkup pergaulan terkungkung, setiap hari berurusan dengan divisi yang itu-itu saja. Ketemu orang-orang yang sama. Orang-orang divisi product development, orang-orang marketing, orang-orang divisi IT, engineering… Ah!

Tapi di sini, aku bertemu dengan orang-orang terbaik di bidangnya. Perusahaan ini multinasional yang tumbuh dengan sangat cepat berkurva eksponensial, tidak menerima fresh graduate (kecuali dari program MT). Sehingga karyawannya seluruhnya berpengalaman di bidangnya masing-masing. Aku bisa menyerap banyak ilmu dan pengalaman mereka dengan keseharianku bekerja di sini. Mereka juga dengan senang hati memberiku saran apabila ada hasil kerjaku yang masih kurang memenuhi ekspektasi mereka.

Aku bekerja di Samsung Electronics Ind (SEIN)-Sales. Berbeda dengan SEIN-P (production) di Cikarang, yang berurusan dengan produksi alat elektronik (engineering) di pabrik, SEIN-S hanya berurusan dengan sales & marketing. SEIN-S seluruhnya mengenai jualan, marketing, jualan, marketing, dst., revenue, RoI (return of investment), Market Growth, Market Share, Retail Mapping, Selling-Out, Selling-In/Through, Rental Cost, MoU (letter of understanding/agreement), product knowledge, how to watch-out competitor, dsb.  

Negosiasi bisnis, meeting koordinasi dengan partner, project management, controlling vendor, analisis performance store, product strategy, marketing, dsb dsb adalah makanan sehari-hari. Setiap saat aku selalu bertemu dengan manusia, dengan orang-orang baru. Aku belajar bagaimana menghadapi dan menjaga hubungan baik dengan partner, mengendalikan contractor, bernegosiasi dengan pemilik toko, landlord (mall/land management), berusaha perform yang terbaik tanpa menjilat atasan dan boss, tight scheduling, berkoordinasi dengan para agent dan sales promotor toko-toko di seluruh Indonesia, banyak sekali aspek bisnis yang kupelajari di divisi dan perusahaan ini.

Berbeda dengan jika aku tetap bergelut di bidang teknik. Ah, pasti setiap hari aku berurusan dengan mesin. Komputer, jaringan, router, chip elektronika. Hmm, bagaimana bisa aku belajar bisnis jika tetap berkarir di dunia teknik. Aku berusaha blak-blakan lho.

Bahkan, karena ini adalah perusahaan multinasional berbasis sales & marketing, aku sering berurusan dengan perwakilan dari RHQ (regional head quarter) dari Singapura. Para kokoh-cici chineese singapura, bule-bule kantor RQH (berasal dari Australia, UK, Italy, Irlandia), orang Korea juga tentunya, sering sekali berkunjung ke kantor subsidiary Indonesia. Itu benar-benar melatih bahasa Inggrisku dengan baik. Memaksaku untuk berbicara dan bercakap dalam bahasa Inggris, meeting dalam bahasa Inggris, dan segala halnya dalam English.

Bekerja di sini seolah-olah adalah simulasi dari memiliki perusahaan sendiri. Dan nilai plusnya, aku sering melakukan business travel (untuk mengordinasikan toko-toko ekslusif Samsung) di seluruh Indonesia. Bandung, Bali, Manado, Surabaya, Jogja, Palembang… Bali bahkan aku sudah 2x datangi dalam waktu 2 bulan. Kalau Jabodetabek mah udah makanan sehari-hari lah. Jakarta, Tangerang, Bekasi, sering sekali aku gilir, sampai-sampai sekarang aku sudah hafal sebagian besar rute jalanannya. Semoga dalam waktu dekat bisa training ke Singapura & Korea Selatan. Amin.

Selain menyerap banyak ilmu di perusahaan ini, Juli tahun depan pun aku bertekad untuk segera kuliah S2 mengambil magister bisnis/management, jika tidak di Prasetya Mulya, ya di MBA ITB. Aku sebenarnya berminat sekali mengambil S2 MM di Prasmul, sayang kampusnya jauh sekali di Cilandak, kantorku di daerah Sudirman. Bisa gila aku kalau setiap Senin, Rabu, Jumat harus pulang dari kantor untuk kuliah sore jam6 magrib. Macetnya itu loh, Jakarta tau sendiri lah… Apalagi jam pulang kantor… Jadi aku beralih, sangat berhasrat kuliah MBA di ITB saja, dekat sih di daerah Patra Kuningan. Abis pulang kantor, 15 menit bisa langsung sampe kampus, kuliah di sana. Apalagi kalau fly-over tanah abang-kasablanka udah jadi. Hmmm sedaaap…. Lagipula program MBA ITB ini hanya satu-satunya di Indonesia, yang lainnya bergelar beda, Magister Management (MM), dan kultur akademiknya pasti sudah familiar kualami semenjak kuliah di Bandung dulu. Bisa jadi nilai plus untukku yang bertekad lulus cumlaude untuk S2 ini. Ga akan kubiarkan wisuda kedua kalinya di Sabuga ini biasa-biasa aja seperti wisuda S1 ku dulu.

Sayang, harus menunggu Juli tahun depan. Karena syaratnya harus berpengalaman kerja minimal 2 tahun. Coba kalau 1 tahun aja, sekarang pasti udah aku ambil program MBA-nya.

Kemudian, setelah lulus MBA di usia 28 tahun, usia 29 tahun aku berencana married. Insya allah dengan pacarku saat ini, Amin. Saat itu, insya allah dia sudah lulus beasiswa dari bank BCA, meneruskan ke program esktensi sarjana ekonomi di Trisakti, lulus ikatan dinas BCA, dan boleh mulai married.

Ya, it’s only a matter of time.¬† You can have the world at your feet by tomorrow, just sign on this line. “Ini hanyalah soal waktu. Kamu akan memiliki dunia berada di bawah kakimu suatu saat nanti, yang perlu kamu lakukan adalah jalani jalan yang telah kau tempuh”

Hold tight… limelight! Approaching the paramount with the sun in our eyes “Berpeganganlah dengan kuat, jadilah pusat perhatian! Dekatilah puncak itu dengan matahari terpancar dari matamu”

You can deviate from the commonplace, only to fall back in line. “Kamu dapat menyimpang dari tempat yang biasa, hanya untuk jatuh kembali ke tempat yang sama”

I understand mine’s a risky plan and your system can’t miss. But is security after all a cause or symptom of happiness? “AKu mengerti pilihanku adalah rencana yang penuh risiko, dan sistem yang kamu miliki tak akan pernah gagal. Tapi apakah rasa aman, pada akhirnya bisa menghasilkan kebahagiaan?”

Brave, yet afraid, his eyes on horizon in a steady-set gaze. A mariner soon from an open cocoon, takes a moment to summon his courage, to stifle his grave apprehension and trembling, approaches the surf. “Dengan berani, namun disertai rasa takut, matanya berada di horizon dalam tatapan yang diam. Pelaut itu segera keluar dari kepompongnya, diam sebentar untuk mengumpulkan keberaniannya, mengubur segala ketakutan dan rasa gemetarnya, untuk berjalan menuju ombak.

Even when plans fall to pieces, I can still find the courage with promise I’ve found in my faith, “Bahkan saat seluruh rencana gagal berkeping-keping, aku akan tetap menemukan keberanian disertai janji yang kutanamkan dalam kepercayaanku”

And if spirit’s a sign… Then it’s only a matter of time… Only a matter of time… “Dan apabila semangat adalah pertandanya… Maka ini hanyalah soal waktu… Hanyalah waktu…”

– Only a Matter of Time, a song from Dream Theater –Image

 

 

Terima kasih XL Axiata!

Posted in eksekutif muda, filosofis, ngomong santei with tags , , , , , , on 29 Maret 2013 by stafarda

Bulan ini, akhir Maret 2013 adalah genap bulan ke-9 sejak gw memiliki ‘Real Occupation’ sejak lulus kuliah di April 2012. Ini perusahaan pertama tempat gw bekerja.

Di XL, budaya kerjanya sangat muda (young) dan energik. Rata-rata orang yang bekerja di XL mungkin (secara gw belum pernah survei langsung database perusahaan) 50% berada di bawah usia 30 tahun. 30% berada di usia antara 30-35 tahun. Dan 10% antara 35-40 tahun, dan sisanya 10% di atas 40 tahun (termasuk sang CEO Pak Hasnul yang juga alumni Elektro ITB *sok bangga* wkwkw).

Sekali lagi, data-data itu hasil perkiraan dan penerawangan gw doank. Jangan dipercaya banget. Hahaha

Intinya. Benar-benar muda, dan energik budaya di sini.

Juga penuh transformasi.

Bayangkan, pada akhir tahun 2012, top management XL memutuskan bahwa untuk menguasai pasar telekomunikasi Indonesia, XL harus bertransformasi menjadi perusahaan yang berfokus di EMC (emerging middle class) yaitu EMC adalah golongan konsumen XL muda yang berusia 20-28 tahun – yang merupakan konsumen potensial XL.

Untuk mencapai itu, XL harus memulai dari karyawannya terlebih dahulu. Karyawan-karyawan XL harus menyerap semangat dan jiwa EMC/anak muda itu. Dan itu harus dimulai dengan memahami dan menjadi anak muda itu. Dan akhirnya, perubahan budaya besar-besaran di XL di mulai.

Dalam bekerja, karyawan XL diharuskan menggunakan dresscode kerja yang sangat anak muda – boleh menggunakan kaos/t-shirt, jeans, dan sepatu gaya apa pun. Jarang ada yang pakai kemeja formal. Paling banter pake kemeja santai. Kebanyakan pake casual polo dan t-shirt band. Wkwkwkwkw.

Seru bangeettttt kerja di sini!!! Kerja berasa kuliah! Hahahaha. Nuansa anak muda pun tercipta. Apalagi desain interior di kantor pusat pun sangat berwarna-warni. Seru.

Di XL, gw ditempatin di departemen Product Development (PD). Yaitu semacem project coordination office-nya XL.

Awal gw masuk kerja di departemen ini (awal Agustus 2012) terus terang gw nervous, grogi. Apalagi waktu pertama kali masuk ke lantai-18 dan diajak berkeliling kenalan dengan orang-orang di PD (sekitaran 50 orang PD). Gila, besok paginya gw sempet ada rasa gak mau masuk kerja aja dah. Nervous! Hahaha.

Maklum, pertama kali bekerja bro ūüėõ

Di sinilah gw belajar untuk membuat presentasi (slide show) yang informatif dan harus mampu dipahami orang lain. Cukup sulit awalnya, terutama saat harus membuat slide yang berhubungan dengan skema mekanisme dan sistem teknical, juga saat mendeksripsikan ‘subscriber experience’. Tapi lama-lama gw jadi belajar dan berusaha membuat slide yang baik. Itu akhirnya menjadi skill yang penting untuk dikuasai.

Di sini juga gw belajar cara melobi, cara mempush pihak lain agar mampu memenuhi jadwal/timeline yang disepakati. Cara berkomunikasi yang baik yang gw pelajari – terutama tata cara berkomunikasi via email dan phone – juga berkomunikasi langsung tentunya. Dan itu pula akhirnya menjadi skill yang berharga yang gw dapat di sini.

Pula belajar cara menggerakan (memotivasi) orang lain di departemen yg berbeda untuk melakukan trouble shooting dari permasalahan yang ditemukan di tengah project. Di divisi gw, kita tidak pernah hands-on langsung dengan perangkat/mekanisme apa pun. Tugas kita adalah menggerakkan tim lain (di departemen lain) yang memiliki otoritas untuk mengakses mekanisme tersebut, agar mampu menjalan target & project dari user/business owner.

Jadi intinya di departemen gw adalah, gimana pinter-pinternya mengkoordinir banyak tim dari banyak departemen berbeda, agar project bisa accomplished.

Di sini lah gw menyadari kelemahan-kelemahan gw.

Gw menyadari bahwa gw orangnya males untuk memfollow up komunikasi – termasuk ketemu langsung maupun by phone. Padahal agar tindak lanjut cepat, seseorang itu harus difollow up via phone. Tapi lama-lama gw belajar hal itu, dan perlahan mampu untuk berkomunikasi (baik langsung maupun by phone) dengan efektif dan berprogress.

Gw juga menyadari kalau gw orangnya suka menunda-nunda. Proyekan gw sering delay karena gw sering menunda progress sesuatu project. Untunglah berkat senior-senior di tim gw, gw belajar bagaimana melakukan follow up dengan tanggap dan cepat. Mereka sekali mendapat problem, langsung menghubungi orang yang terkait untuk dilakukan fixing. Sementara gw, bakal berjalan keluar cubicle, buat kopi dulu, ke WC dulu lah pipis atau BAB, atau browsing-browsing di HP. Wkwkwkwkw kacau. Faktor jaman kuliah kale :p
Gw belajar mengenai hal ketanggapan itu.

Kemudian gw pun mendeteksi bahwa emosi gw masih labil. Gw seringkali terpancing emosi saat bekerja – terutama ketika berhadapan dengan pihak lain yang tidak koordinatif, atau bergaya bicara yang sedikit arogan. Saat itulah emosi gw terpancing dan akhirnya membalas dengan arogan pula. Akibatnya konfliklah yang terjadi.

Gw sadar dan kemudian perlahan menyesuaikan untuk mengontrol emosi. Gw harus lebih sabar, dan berusaha menempatkan diri pada posisi pihak lain itu. Dan ternyata, memang apabila kita mengimaginasikan diri kita pada posisi orang lain, kita bakal lebih toleran dan mampu untuk mengontrol emosi dengan baik. Kita harus paham, mungkin di departemen lain budayanya berbeda dengan departemen tempat kita berada. Di sana mereka mungkin punya banyak workload dan KPI yang padat, atau mungkin boss yang galak.

Di XL, yang adalah perusahaan besar, gw belajar bahwa seluruh work flow memiliki prosedur. Dan prosedur itu harus ditaati. Dan prosedur itu yang kadang-kadang pernah gw tabrak begitu saja – dan akhirnya ditegur senior bahkan ditertawakan massal oleh senior-senior di tim gw. Wkwkwk

Berbeda dengan perusahaan kecil mungkin, yang hanya sedikit prosedur – yang penting melakukan pekerjaan secara efektif dan rapid.

Tapi di perusahaan besar (perusahaan dengan karyawan lebih dari 1000 orang), tiap orang sudah punya jobdesc masing-masing – yang seringkali amat detail dan itu-itu saja (terkotak-kotakkan). Gw belajar bahwa hal itu common terjadi di perusahaan besar – dan memang harus seperti itu.

Gw juga belajar bahwa kunci kesuksesan menjadi seorang eksekutif adalah:
“TULUS membantu pekerjaan pihak lain di perusahaan”.

Pihak lain itu macem-macem, bisa manager, rekan setim, atau orang lain di departemen yang berbeda. Dengan ikhlas dan tulus berniat membantu, akan dengan sendirinya menciptakan mindset yang menghasilkan totalitas dalam bekerja.

Dengan tulus membantu kerjaan boss dan juga mengabdi pada mereka, itu lah kunci kemajuan karir kita.

Kemudian yg gw pelajari lagi, bekerja totalitas tidak harus diniatkan untuk dilihat orang lain. Justru kalau niatnya pengen ‘eksis, jatohnya malah bakal dilihat orang lain semacem ‘creep’ alias penjilat. Hal kayak gitu malah jadi bumerang.

Ga perlu niat pengen dilihat bahwa kita hebat, tapi dengan bekerja total dengan sendirinya orang lain bakal mengendus bakat kita. Kata orang, berlian di lumpur walaupun tidak terlihat saat ini, namun dia tetap berharga tinggi, dan suatu saat akan ditemukan dan diasah menjadi batu permata yang berkilauan.

Di tim gw, diisi oleh orang-orang yang hebat dan penuh inspirasi – yang sangat menginspire fresh graduate seperti gw ini.

Gw belajar dari mentor gw, Mas Romi, yang bawaannya kalem dan tenang. Yang mampu memfollow up suatu ACK NOT-OK dari tim Service Assurance dengan tenang namun efektif menggunakan pendekatan personal. Sangat nice guy.

Bli Epo yang cool, asik, baik hati, pleiboy, punya simpenan tante-tante (wkwkwkwk piss bli!), dan kayanya yang paling nyambung (setipe) ama gw. Hahaha.

Gw belajar cara bercanda di kantor dari Bli Iswara yang ngga pernah berhenti bikin gw ngakak dengan spontanitas dan candaannya. Gilak, ga ada matinya bikin perut orang sakit tuh orang. Hahahahaha

Duo Bli dari Bali itu memang gila-gila emang. Hahahaha

Juga dengan mas Michael yang becandaannya kreatif (selalu!) dan orisinal.

Belajar juga dari Mas Rufus yang enak banget jadi tempat bertanya, sangat sistematis kalau menjelaskan konsep teknis dan prosedur work flow di XL. Apalagi ditambah dengan hobi yang sama yaitu sama-sama suka musik (metal) dan juga cerita-ceritanya tentang politik, perang abad pertengahan, agama, sosial, pokoknya semua pengetahuan politik dari jaman pertengahan sampe modern doi tau! Hahahaha, lumayan bener-bener nambah pengetahuan gw :p

Tita yang baik hati dan alim, tapi asyiik. Maaf sering ngabisin tissue lo pas gw kena pilek.

Kakak Carla yang sangaat ceria, cerewet, tapi seruuu. Terus terang, doi kece dan asik banget orangnya. Tipe gw banget pokoknya. Sayang udah punya Kenza. Haha

Mbak Helen yang galak. Hahaha. Tapi baik hati dan suka meres susu. Wkwkwk

Di sini gw juga mengobservasi bahwa ada perbedaan gaya bekerja antara eksekutif papan atas di XL dan karyawan biasanya.

‘Karyawan biasa’ CIRI UTAMAnya adalah cenderung MENGHINDARI PEKERJAAN (kurang senang saat ada workload baru dipercayakan untuk mereka kerjakan).

Mereka juga ‘kurang perfeksionis’ – dalam arti kurang ‘Take Ownership’ dan total dalam melakukan pekerjaan mereka.

Mungkin itu yang membuat mereka tetap menjadi karyawan biasa.

Para eksekutif papan atas (boss-boss) di XL – minimal setingkat manager – memiliki gaya bekerja yang hebat. Dari cara bicara mereka, sangat terlihat bahwa mereka cerdas. Mereka juga sangat cepat dalam menangkap dan mengolah suatu informasi, kemudian berpendapat dalam rapat.

Mereka juga seluruhnya pekerja keras, dan detail (juga perfeksionis) dalam bekerja. Juga ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Itu ciri khas orang-orang di XL untuk level manager (dan General Manager/GM).

Untuk level Vice President (VP), gw lihat mereka orang-orangnya KREATIF dan VISIONER. Mereka (VP-VP) itu terlihat energik dan lincah. Mereka sangat antusias ketika berdiskusi untuk topik yang berhubungan dengan ‘visi’. Mereka mampu menggali ide-ide yang berhubungan dengan masa depan industri telekomunikasi, dan berimaginasi mengenai kemungkinan penerapan ide-ide tersebut.

Misalnya aja, VP di departemen gw. Suatu saat, operator telco ‘3’ dari hutchison mengancam XL dengan data internet service nya yang rapid merangkul banyak pasar telco di bidang data.

Saat itu, gw yang tergolong EMC (anak muda berusia di bawah 24 tahun) dan beberapa temen lainnya diajak diskusi tentang apa sih keunggulan ‘3’ dibanding XL. Dan kita brainstorming dan melakukan riset – salah satunya dengan mencoba langsung (self experience) service data internet ‘3’. Kita telaah kelebihan ‘3’ dibanding operator telco lain. Kemudian kita buat di slide powerpoint dan kita presentasikan di hadapan VP. Sang VP sangat antusias menanggapi presentasi kami.

Dan sangat terlihat jelas bahwa sang VP itu kreatif dan visioner. Dia bahkan mengundang kita ke focus discussion yang dihadiri orang-orang dari BCG (Boston Consulting Group) untuk melakukan komparasi antara produk XL dengan operator lain.

Gila, itu gen para eksekutif papan atas yang gw observasi.

Gw juga mengobservasi boss langsung (manager) gw, yaitu Mbak Ingrid.

Dia orang jenius, cepat mengolah informasi, pekerja keras, perfeksionis, taat prosedur, tegas, tapi juga mampu melihat jauh ke depan tapi detail.

Dia tahu apa progress seluruh project yang dikerjakan anak buahnya. Dia yang membentengi kami dari buruan tim marketing yang pengen project mereka cepat kelar. Dia yang udah hadir di cubiclenya jam setengah 8 pagi, dan pulang paling telat di antara yang lain (paling cepet jam 8 malem). Dia yang masih ngirim email kerjaan di jam 12 malem dan 3 subuh – juga di saat weekend. Saat weekend, di mana banyak orang berpikir bahwa weekend adalah saatnya melupakan seluruh pekerjaan.

Haram menyentuh urusan kantor saat weekend! Tapi mbak ingrid beda.

Gak ngerti lagi gw gimana otaknya bisa ngga meledak.

Akhirnya gw tahu alasannya – alasan kenapa dia sangat pekerja keras. Ada suatu momen di mana gw talking one-on-one dengannya. Dan dia bilang “Once I have committed to something, I will strict to that. Once I signed contract with XL, I will struggle to do the best for XL which has paid me”.

Itu lah kuncinya. Dia berkomitmen. Berkomitmen dengan perusahaan yang sudah membayarnya, sehingga dia berusaha sekuat tenaga – ‘do the best’ untuk memajukan perusahaan.

Dia juga paham bagaimana menggunakan trik psikologis di kantor. Dia pernah bilang “Once something is in chaos, you just offer some solution – which will give benefit for your team. Others will follow your solution. And you have set the environtment! Environtment which will give winning to your team”

Tapi dia juga ekstrovert, ceria, suka bercerita, dan sering bawain makanan enak untuk anak-anak buahnya. Mantap!

Kelemahannya adalah dia terlalu strict. Dan terlalu perfectionist.

*hadeuh capek ngetik euy. Udah jam setengah 1 malem. Sedangkan besok pagi gw mau touring dari Jakarta ke Bandung bareng cewek gw – maklum mumpung longweekend :p hehehehe*

#udahahntarlanjutlagiceritanya#

*sleep mode* *bye!*